Imazahra's posts with tag: travelling

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag travelling
Blog EntryIlhan, kami datang :-)Dec 7, '06 11:43 AM
for everyone

Sebenarnya keberangkatan ke Paris kali ini bukan hanya sekedar pelepas rindu pada Ilhan dan mamanya, tapi juga karena alasan hukum yang sangat mendesak! Visa Schengen yang kami apply masuk ke Italy kemarin adalah visa Belanda, berhubung di Leeds ada konsulate nya. Nah, Belanda gak mau tahu, kami harus membuktikan ada cap masuk lewat Belanda, sementara ke Italy kemarin amat sangat tidak masuk akal jika harus mampir ke Belanda segala!

Walhasil, setelah kasak kusuk lewat www.skyscanner.net demi mendapatkan tiket pesawat semurah mungkin, kita berhasil mendapatkan harga agak miring lewat Eindhoven! Kenapa kami gak langsung ke Paris saja, ya alasan di atas tadi itu penghalangnya!

Rencananya, setiba di Eindhoven kami akan melanjutkan menuju Paris dengan regional train sambung menyambung, dengan route: dari Eindhoven airport ---> Sampai perbatasan Belanda-Belgium (ada yang tahu please, perbatasan Belanda Belgium itu kota apa?) ---> dari Belgium disambung lagi naik regional train menuju perbatasan Belgium France (ada yang tahu juga kota terdekat di perbatasan ini apa ya?). Kalau teman-teman tahu dan berkenan mengabari kami, please sms kesini: 0044-7921-210611. Makasih ^_^

Kenapa kami gak pake Thalys saja, duh! Setelah dicek, harga untuk berdua total menghabiskan 382.80 euro dan jarak tempuhnya pun sekitar 9-12 jam. Alamak, sudah mahal, tak kilat pula! Sudahlah, biarlah kami berpetualang sekali lagi, untuk terakhir kalinya sebelum kakanda kembali ke tanah air.

Huh, untuk memeluk Ilhan saja ternyata perjuangannya luar biasa ya, hiks...

Please pray for our last journey in this year! Syukran :-D


Blog EntryIlhan, kami datang :-)Dec 7, '06 11:43 AM
for everyone

Sebenarnya keberangkatan ke Paris kali ini bukan hanya sekedar pelepas rindu pada Ilhan dan mamanya, tapi juga karena alasan hukum yang sangat mendesak! Visa Schengen yang kami apply masuk ke Italy kemarin adalah visa Belanda, berhubung di Leeds ada konsulate nya. Nah, Belanda gak mau tahu, kami harus membuktikan ada cap masuk lewat Belanda, sementara ke Italy kemarin amat sangat tidak masuk akal jika harus mampir ke Belanda segala!

Walhasil, setelah kasak kusuk lewat www.skyscanner.net demi mendapatkan tiket pesawat semurah mungkin, kita berhasil mendapatkan harga agak miring lewat Eindhoven! Kenapa kami gak langsung ke Paris saja, ya alasan di atas tadi itu penghalangnya!

Rencananya, setiba di Eindhoven kami akan melanjutkan menuju Paris dengan regional train sambung menyambung, dengan route: dari Eindhoven airport ---> Sampai perbatasan Belanda-Belgium (ada yang tahu please, perbatasan Belanda Belgium itu kota apa?) ---> dari Belgium disambung lagi naik regional train menuju perbatasan Belgium France (ada yang tahu juga kota terdekat di perbatasan ini apa ya?). Kalau teman-teman tahu dan berkenan mengabari kami, please sms kesini: 0044-7921-210611. Makasih ^_^

Kenapa kami gak pake Thalys saja, duh! Setelah dicek, harga untuk berdua total menghabiskan 382.80 euro dan jarak tempuhnya pun sekitar 9-12 jam. Alamak, sudah mahal, tak kilat pula! Sudahlah, biarlah kami berpetualang sekali lagi, untuk terakhir kalinya sebelum kakanda kembali ke tanah air.

Huh, untuk memeluk Ilhan saja ternyata perjuangannya luar biasa ya, hiks...

Please pray for our last journey in this year! Syukran :-D


Blog EntryRoma: mahalnya makanannya!Nov 26, '06 1:01 AM
for everyone
Satu hal baru yang bisa disimpulkan setelah menjelajahi sedikit Roma tadi malam, makanan ternyata mahal-mahal :-(

Jadi terbayang waktu travelling di German *Summer 2005 dan World Cup 2006* makanan apa aja disana mah asoy! Segala kulineri seluruh dunia ada dan muraaaaaaah, nyam nyam nyam!

Tapi di Roma? Alamak, harganya membuat pingsan! *apa karena kami belum menemukan penjual makanan murah saja ya?*
Contohnya nih, sepotong keciiil banget Vegetarian Pizza yang sangat tipis, dibandrol antara 2 sampai 4 euros. Alamak, mana cukup buat perut Asia yang seharian menjelajah dan kecapekan ini :-(

Hmm, diantara teman-teman MP kan ada yang sudah pernah ke Roma atau malah tinggal di Roma, please dong kami diberitahu dimanakah take away murah meriah berada? Kalo mo masuk restorante kok gak PD ya, keknya harganya lebih gila lagi total-totalnya! *hasil mengintip daftar harga di depan pintu beberapa restorante*

Makasih untuk infonya ya ^__^

O iya, MP-ers Roma, kita ketemuan yuk, yuuuuuuuuk!

Blog EntryAkhiiiiiiiiiiiiiiiiiiiirnya!Nov 25, '06 7:24 PM
for everyone
Inggris, bulan September-Oktober-November yang menggelisahkan.

Sudah bolak balik ke Embassy, sejak akhir September lalu! Tak hanya lewat satu negara, tapi dua negara sekaligus dicoba!

Sudah berkali-kali juga mengikuti prosedur apply interview melalui telepon, tapi pulahan coin ditelan si mesin tanpa menghasilkan jadwal interview! Whua, jelas aja aku stress berat, 50 poundsterling lenyap gak bersisa, hiks. Sisanya, berita buruk: berkali-kali ditolak! Alasannya: dokumen gak lengkaplah, gak ada invitation letter lah, visa UK sudah mau habislah, dan seterusnya T_T

Rasanya mau jejeritan biar orang sekampung tahu kalau aku lagi bete... T_T

Oke, ambil nafas dalam-dalam, panjangkan lagi urat sabar, mudahan dalam diam Allah bekerja!
***
21 November 2006

Isteri terkaget-kaget menerima sepucuk surat siang itu, waaaaaaaaaaaah, akhirnya! Hiks, tapi..., cuma 15 hari? Ya ya ya, harus tahu diri, karena dikasih 3 setengah bulan malah gak dipake-pake kemana-mana!

Mulailah 4 hari terakhir aku berpusing-pusing ria, melakukan riset *dan rela gak tidur sampai jam 3 pagi setiap hari* supaya bisa menjalani semuanya on a very very limited budget!!!


24 November 2006
[20:15]

Cepat cepat, jalannya harus lebih cepat lagi!
Iya iya, aku udah gak bisa lebih cepat lagi niy...!

*adegan sepasang suami isteri bersimbah peluh menyeret-nyeret koper dan backpack di jalanan berbatu menuju coach station karena takut ditinggal bus, sementara bus local yang seharusnya datang tak kunjung tiba*

Pyuh, sampai juga, setelah ngos-ngosan 25 menit berjalan menuju coach station, kami sampai 10 menit sebelum bus berangkat! Hrrr...
Pas mau naik,
"Quarter past nine!" kata si supir kalem, alamaaak!!!
***

25 November 2006, Liverpool Coach Station
[00:05]

Please everybody get out from this building and wait outside...!

Glekh, harus menunggu Airlink bus diluar coach station midnight begini, dibawah suhu 5 derajat, aji gile!!!
***

25 November 2006, Liverpool Jhon Lennon Airport
[01:30]

Huemmm, ngantuknya, tapi aku kudu bertahan niy, tanggung kalo 'tewas' jam segini, sebentar lagi counter dibuka!, seorang isteri membatin sambil menatap suami yang tertidur pulas di lorong tersembunyi. Di selasar lainnya orang-orang ragam warna kulit melakukan hal yang sama!

[05:30]

Pyuh, akhirnya bisa check in, mulus tanpa hambatan. Cuma satu, sudah hampir sampai ke boarding lounge, aku baru sadar kalau aku meninggalkan semua berkas-berkas terpenting dalam map biru. Semuanya disana! Akhirnya terjadilah adegan lari-lari pagi shubuh di bandara international menjelang 30 menit keberangkatan pesawat. Gila!!! Pikunku semakin menjadi T_T
***
25 November 2006, Roma Ciampino Airport
[10:15]

Pesawat kami mendarat dengan mulus! dan Subhanallah, diluar sana langit luar biasa cerah! Pramugari membawa warta, hari ini suhu di Eternal city ini dikisaran 23 derajat celcius. Di bulan Desember? Benar-benar karunia Allah, terima kasih Tuhan... *suami isteri excited bukan main*

To be continued, karena pelaku sudah teler sehabis menjejak kaki di Collosseo, Foro Romano, Piazza Venezia, dan Fontana di Trevi. Tidur dulu ya ^__^
Photo pinjem Om Google dulu, uploadnya susah niy...!

Blog Entry4th day: Inverness, cantik dan kacau!Nov 22, '06 12:45 PM
for everyone

[Travelogue tanggal 2 November 2006, part one]

 

Alarm hp kakak berbunyi. Kami bergegas bangun, hurry up! Sholat shubuh dan mandi. Bersegera juga berkemas: camera, handycam dan mencek persedian batterai batterai yang sudah dicharged.

 

Aku turun kebawah, menyiapkan bekal lunch di Inverness. Pperjalanan kami hari ini akan sangat panjang.

 

Kakak turun dan mengingatkanku untuk segera sarapan. Ternyata Mba Iin malah bikin sambel terasi lagi. Duh, alamat telat niy! Tapi kami berdua juga tak mungkin menolak kehangatan nyonya rumah dong!

 

Benar saja, kami larut dengan sedapnya masakan ka Iin, tahu tahu jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Kami harus segera mengejar bus nomor  86, yang jalurnya terpendek menuju city center. Kalau pagi ini gagal mencapai St. Andrew Sq bus station sebelum pukul 08.40, alamat gagal ke Inverness dan hanguslah tiket seharga 18.50 pounds pp! Sia sia juga usaha semalam keliling-keliling berjam-jam mencek lebih awal dimana lokasi bus station berada. Huuh…!

***

Duh, ternyata gak ada bus yang lewat satu pun pagi ini, padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.45. Aku sudah lemas! Aku yakin, kami gak bakalan bisa mencapai St. Andrew Square bus station sebelum bus berangkat. Kurang dari satu jam? Mana cukup! Duh…, harus mulai pasrah niy T_T

 

“Yang, kita naik jalur 3 ini aja yuk, walau muter-muter, siapa tahu keburu!”

“Oke, no choice…” aku menginjakkan kaki dengan hati gak nyaman, yakin gak keburu soalnya.

 

***

Benar saja, setelah perjalanan bus yang hampir selalu berhenti di setiap bus stop, kami telat! Walaupun sudah berlari sekuat tenaga berusaha memperpendek jarak, setelah nafas ngos ngosan seperti dikejar setan! Tetap saja telat! Hanya lima menit! Bus kami sudah pergi!

 

Aku melangkah gontai… kami terdiam sekian menit. Gak tau mau ngapain lagi :-(

 

Hari masih pagi, sementara seantero Edinburgh sudah cukup kami ubek-ubek kemarin. Lagian tiket yang hangus kan outbound ticket, return nya masih berhak kami pakai nanti malam.

 

Iya, hari ini kami memang merencanakan one day trip ke Inverness. Karena banyak orang yang bilang kalau kota di ujung Highlands sana worthed untuk dikunjungi! Tapi kami gak berminat untuk menginap disana, terlalu mahal nanti total costnya!

 

Oke, sepertinya kami harus membeli tiket lagi untuk ke Inverness. Gak ada pilihan lain, masa mau ngubek ngubek city center lagi sih? Aku mulai beranjak ke reservation ticket, ternyata mahal sekali tiket bus intercity nya, 17 pounds per orang sekali jalan, hiks…

 

“Yang, kemarin pesan lewat Megabus kan, kenapa gak sekarang juga pake itu?”

“Iya, tapi kita gak tau jam berapa lagi adanya. Oke deh, aku coba tanya lagi sama mereka…” aku menuju reservation ticket lagi.

 

“Excuse me, could you tell me when is the next Megabus departure to Inverness, please?”

“10.40, but you should reserve it online, we can’t do it from here”

“Sigh…” mukaku kecut.

“Yang, Kakak kan punya visa debit, bisa dipake untuk online di public internet di bus station ini nih…” kata suamiku tangkas.

“O iya ya, let’s do it honey!” sambutku riang.

***

And here we are, in Inverness, arrived at 1.20 PM, not bad!

Pertama-tama kami mengubek-ubek city centernya, khas kota wisata, toko-toko bermerk tersebar di kiri kanan pedestrian berbatu. Diujung City center mata kita disapa River Ness panjang yang bermuara ke laut, konon katanya kalau beruntung kita bisa melihat Lumba-lumba di muara lautnya! Sepanjang River Ness ini church dan castle tua berdiri megah, serasi dengan sungai beraliran derasnya. Kota mungil tapi cantik. Compact city!

 

Senja mulai turun, jam tanganku menunjukkan pukul 4 sore, tiba-tiba HP ku berdering…!

 

“Hello, can we speak with Ms. Fatimah”

“Yes, I’m speaking…”

“We from Scotline tour, we got a problem here, due to less number of tourists in this month… bla bla bla…”

Here you are! We’ve got another problem!

“Can you call me again please! I would like to ask my husband’s opinion!”

***

To be continued.


Blog Entry3rd day: Strolling along Royal MileNov 1, '06 5:01 PM
for everyone

[Travelogue 1 November 2006]

 

Pyuh, tidur kami sangat lelap! Hari yang melelahkan seharian kemarin itu, although we enjoyed it a lot!

 

Sehabis Shubuhan dan mandi, gegas kuturun kebawah. Mba Iin ternyata menyiapkan teri kacang goreng dan bakwan jagung untuk teman sarapan, yummy! Kita berdua sampai nambah berkali-kali, lupa kalau ini bukan lunch time ^_^

***

Tiba tiba Steve menawarkan untuk mengantar kami ke City Center, tentu saja tidak kami tolak. Apalagi pagi ini kami harus bergegas ke Scotline tours, memesan one day tour kami ke Loch Ness dan Highlands keesokan harinya.

 

Tak sampai 25 menit kami sudah sampai di jalan berbatu Royal Mile! Wow, cepatnya! Kalau naik bus dari Mayfield seperti pagi kemarin, kami minimal menghabiskan waktu sekitar 45 menit bahkan 1 jam! Thanks Steve!

 

Segera kami masuki Scotline tour office, looks professional! Luas dan nyaman. Begitu pendaftaran dan pembayaran diselesaikan, gegas kami undur pamit, tak mau kehilangan waktu untuk menikmati objek dan atraksi terpenting sepanjang Royal Mile!

***

Kita sempat kehilangan orientasi, diujung manakah Edinburgh castle dan Hollyrood Palace berada? Orang-orang bilang ujung akhir Royal Mile adalah Edinburgh Castle dan ujung akhir satunya adalah Hollyrood Palace, tempat tetirah musim panasnya Queen! Tanya sana sini, ketemulah jawabnya. Sekarang tinggal menentukan, mau kemana dulu kita?

 

Oke, kita susuri Royal Mile ke arah istana Ratu dulu, mau kulonuwun ^_^

***

Sebelum sampai di istana, kita sempat masuk kedalam satu museum kecil yang bercerita tentang kehidupan dan potret social sepanjang Royal Mile seratus dua ratus tahun lalu, interesting!

 

Sejam kemudian sampailah kaki kita di istana Ratu, ternyata untuk masuk lapis pertamanya saja harus bayar. Hiks, sama saja dengan Buckingham Palace di London sono!

 

Sudahlah, kita nikmati saja istana ini dari luar, not bad! Lagian, kita pingin mendaki ke Calton Hill juga, nanti malah keburu gelap kan!

 

Sebelum naik, kita sempatkan sebentar menyambangi kaki Salisbury Crags.Konon  Jeng Fanny sudah mendaki kesana ^_^

***

Oke, sekarang kita sudah di atas Calton Hill. Ujung Salisbury Crags keliatan sama tingginya dengan tempat kita berdiri! Wow, berarti tempatku berdiri ini tinggi! Pemandangannya jangan ditanya, sedaaaaaaaap!!! Didepan mataku persis, dibawah sana terlihat Hollyrood Palace bertahta. Putar badan 45 derajat, terbentang laut maha luas! Biruuuuuuuu! Putar 45 derajat lagi, Edinburgh Castle kelihatan diujung sana, megah dan gagah!

 

“Kak, kita lunch disini ya…?”

“Oke…” si Kakak menjawab sambil menggigil. Dia sabar menuruti maunya istri yang terjerat dengan keindahan seantero Edinburgh dipandang dari Calton Hill ini.

 

Kita sesap secangkir teh susu yang dibuat tadi pagi. Uap panasnya segera ditelan dingin, tapi lunch kami tetap nikmat. Apalagi sambal terasinya, surga!

***

Aku masih belum ingin beranjak walau sudah jam tiga sore. Camera ku masih beraksi mengambil puluhan gambar ciptaanNya. Lalu dari balik digicamku mataku tertumbuk pada seorang kakek tua yang dari tadi menyeret koper birunya kemana-mana! Hmm, menarik!

 

“What are you doing Sir…?” kusapa pelan ia.

“I am looking for the best angle for my sunset shoot” jawabnya halus.

“I see…” kuulas senyum tulus untuknya.

 

Tutur lembut mengalir dari mulutnya. Sebuah kebetulan yang indah. Dia ternyata lulusan department ku juga di Leeds University. Sekarang dia menetap di Australia dan sedang menulis photography book. Wow! Beliau sempat juga memperlihatkan pada kami setumpuk photo-photo romantis di Venice. Rahasia photo indah kata beliau: angle yang tak biasa dan objek yang sederhana!

Hmmm..., harus kupraktekkan niy...!

 

Sejumput sejarah romantis tentang kenangan beliau di bukit ini mengalir dari mulutnya. Dulu dia melamar istrinya disini. Sesaat jeda, beliau mengambil nafas lagi.

 

“Saat itu bornfire. Sekota Edinburgh dimatikan lampunya, terutama city center. Aku mengajak jantung hatiku ke bukit ini sambil menggenggam tangannya. Tanpa disengaja, saat aku berucap, “would you marry me…?” sambil membuka kotak cincin, tiba-tiba born fire pertama meledak, bintang-bintang terindah bertaburan di langit Edinburgh malam itu” Beliau tersenyum bahagia mengakhiri kisah pribadinya.

 

Yay, what a romantic scenary!

 

Senja itu kami menuruni Calton Hill bergenggam tangan sambil membayangkan kisah indah itu. Bukit itu ternyata menyimpan ribuan kisah. Andai ia bisa bicara.


Blog Entry2nd day: Glasgow & Loch Lomond!Nov 1, '06 1:29 AM
for everyone

[Travelogue 31-10-06]

Dua kata! Cantik banget!

Especially for Loch Lomond! Perjalanan menuju loch cantik ini sekitar 2 jam lebih, dalam Mercy gress milik Jhon yang high tech! Subhanallah, pertemanan membuahkan kemewahan yang tak kita sangka-sangka sebelumnya. Benar kata Rasul, silaturrahmi mendatangkan rizki!

Our journey was up and down, coz Jhon was motoring along the Arne hills. Mata kami semua dimanjakan oleh Autum scenary: daun-daun menguning berderak ditiup angin utara. Bonus warna pelangi daun-daun yang menggigil disapa Autumn. Luar biasa indah! Disisi kanan 'sapa' Arne hills menambah bumbu sedap pemandangan Scotland!

Sayangnya kita gak jadi berlayar di danaunya, karena windy dan terlalu berbahaya untuk boat kecil milik temannya Kak Iin itu. Tapi tetap, we were still on the board when we ate our luch. Fish and chips on the boat, yummy! Photo-photo menyusul ya ^_^

Malamnya Jhon men-dropped kita kembali di Glasgow Queen Street, menikmati kota di malam hari. *Untuk kedua kalinya buatku setelah tahun baru 2005 dulu*. Photo-photo dong, walau cuma mejeng di Goerge Square, karena kita semua sudah terlalu lelah dan over excited! This more than enough, just enjoying my husband's happily face :-)

Subhanallah wal hamdulillah!


Blog Entry1st day: the Beautiful Edinburgh welcomed us!Nov 1, '06 1:00 AM
for everyone

[Travelogue tanggal 30-11-06]

Pyuuuuuuuuuh! Akhirnya nyampe Edinburgh juga ^_^ daaaaaaaaan...., suami ternyata langsung keranjingan memotret Edinburgh castle yang cantik walaupun tangan kami berdua sudah membeku! Cuma 8 derajat c dan windy! Brrrrrrrrrrrrrrr...

Kita cuma celingukan sebentar di train station mencari jalan keluar, tak lama sudah terdengar suara ceria dan senyum rekah Kak Iin yang menjemput kami! Senangnya ^_^

Ka Iin langsung mengajak kami meluncur ke rumahnya dengan menaiki bus no 86 ke arah Mayfield. Perjalanan hampir setengah jam ini tak terasa sama sekali, karena sepanjang jalan diisi goyunan khas urang Banjar :-D

Sampai di rumahnya langsung disambut interior cozy! Wow, asik banget! Rumah Kak Iin living room nya spacious, tidak typical British home yang kecil!

Tak sampai disitu. Perut kita juga langsung dihajar Indomie Soto Banjar Limau Kuit yang tidak dijual dimanapun kecuali di Banjar saja! Nyam-nyam nyam... nikmatnya perut setelah setengah jam tadi kedinginan di luar sana. What a day!!!

***

Time for sleeping now ^_^

PS. Eh, photo ini dari nge-google, tapi yang diambil suami mirip seperti ini. Kita gak bawa cable dan laptop, jadi belum bisa transfer photo2nya, hiks :-(


Link: http://imazahra.multiply.com/journal/item/100

Di jurnal ke seratus di link diatas, isinya aku mohon pamit, sekaligus ucap Ied Mubarak 1427H yang tertunda karena sibuk persiapan open house dan kesibukan di hari H nya. Plus bonus persiapan dan itinerary rencana travelling kami keliling Inggris, timur, utara, barat, selatan ^_^

Berhubung paragraph awal entry jurnal itu sendiri sudah kubuat tanggal 23 October lalu *tapi tak selesai dan tersentuh sampai tadi pagi!* aku jadi khawatir tak terbaca di message board teman-teman. Sementara banyak PM yang masuk menanyakan kabarku yang sekarang jarang beredar di MP, maka kuberanikan diri mengumumkannya di link ini, supaya bisa dilacak 'keberadaan' ku ada dimana *PD sejuta!* :-D

"Langit, bumi dan Malaikat Menangis, karena ramadhan telah pergi..." (Hadis).

Ini pulalah yang terjadi malam itu pada kami manusia hina dina dan dhoif ini. Pengalaman berkesan dan menggetarkan ini aku dan suami alami tanggal 21 October lalu saat tarawih terakhir di Grand mosque. Doa yang dipanjatkan oleh imam sholat dalam bahasa Arab di tengah-tengah qunut di akhir raka'at terakhir witir luar biasa menghentakkan kesadaran iman dan islam ku. Apalagi sedikit banyak aku mengerti arti dalam doa itu. Membuat kesadaran diri akan banyaknya dosa membuatku semakin tergugu dan menggigil. Dan tangis itu pun mengalir, membasahi mukenaku. Begitu pula seluruh perempuan lain di shaf-shaf panjang kami. Semuanya mengalir! Menghentak kedalaman sanubari. Mudahan kami semua masih bertemu Ramadhan karim kembali.

***

Teman MP-ers tercinta, aku mohon maaf yang sedalam-dalamnya, karena sampai hari terakhir Ramadhan, belum berkesempatan mengucap kata maaf. Jujur saat itu aku sibuk sekali. Alhamdulillah di rumah kami diadakan open house Idul Fitri untuk yang kedua kalinya. Jadilah hari itu aku dan suami berjibaku dengan tusukan 200 sate, rebusan ketupat untuk teman kuah si Opor ayam dan Krecek, juga sibuk memasak segala teman makannya Soto Banjar. MP pun akhirnya tak sempat disentuh sama sekali, walau sangat ingin! Huehehhehe...

Karenanya,mohon izinkan kami mengucap rangkai kata itu sekarang:

"Kullu 'am wa antum bi khoir, taqabbalallaahu minna wa minkum. Hari suci baru saja berlalu, hendak sekali hati ini berjabat tangan, tapi tersadar rentang dan jarak memisahkan kita! Namun bukan aral bagi niat kami untuk mengucap Minal 'Aaidin wal faa'iziin. Mudahan ibadah Ramadhan kita diterima Allah SWT. Amin".

***

O iya, sekalian mau melanjutkan pamit gak ngempih sampai pertengahan bulan November. Kita berdua mau berkeliling Inggris. Masa negara lain dikunjungi, Inggris nya sendiri dilupakan! Rencananya kita akan menaklukan objek-objek paling penting di utara, selatan, timur dan barat.

Ini akan menjadi perjalanan terakhir kali dengan suami tahun 2006 ini. Beliau insyaAllah akan meninggalkan Inggris akhir December ini. Tolong doa pergi ke Indonesia nya untuk kembali lagi ke UK tahun depan *berdoa dimulai*

Rencana itinerary nya:

30/10 sore bertolak ke utara nya Inggris, tapi selatan nya Scotland, Edinburgh *bacanya Edinnn...bra, seperti abrakadabra!* by train, sekitar 4 jam. Langsung menuju rumah teman, untuk sleeping beauty, hihihihihi...

31/10 insyaAllah diajakin teman ke Glasgow mengubek-ubek kota tetangganya Edinburgh, disambung naik kapal pesiar milik temannya teman mengelilingi Loch Lomond yang tersohor kecantikannya. Hmm, can't wait any longer! Yay!

01/11 rencananya mau ambil day tour nya Scotline tour menjelajahi Loch Ness, menyusuri pegunungan Glencoe dan menyambangi Highlands, tanah para highlanders!

Menurut iklan nya si Scotline tour ini, kami akan meninggalkan Edinburgh jam 8 pagi *hiiiiiy, pagi banget dan dingin, brrrrrr!* langsung meluncur di jalanan mengeksplorasi daerah-daerah tercantik dan paling dramatis yang dimiliki Scotland.

Di itinerary day tour nya dijelaskan kalau kami akan melewati dan stop *untuk photo-photo dong* di Kilmahog, disambung stop di Weeping Glen of Glencoe, menuju lokasi terkenal terjadinya pembunuhan besar-besaran tahun 1692. Sesaat disana perjalanan diteruskan dan tak lama katanya akan stop lagi di Fort William yang terkenal itu untuk lunch. *Mudahan pemandangannya juga indah*.

Dari sana, kami akan menuju Ben Nevis, Britains's highest mountain yang katanya sudah mulai ditutupi salju! *duh, mulai membayangkan indahnya deh!* Bus kami akan berhenti di Spean Bridge untuk memandang dan memotret keindahan si Ben Nevis ini. Mudahan lokasi stop kami akan benar-benar menyajikan pemandangan yang dahsyat seperti iklannya. Tunggu saja photo-photonya ya ^_^

Nah, habis dari jembatan ini, kita katanya akan meluncur sepanjang Caledonian Canal menuju Loch Ness (danau Ness) dan Urquhart Castle. Katanya disini kami akan punya cukup banyak waktu untuk menikmati kastil yang dibangun di abad ke 12 ini sambil berlayar di atas danau Ness dengan kapal pesiar kecil.

Sehabis menikmati Loch Ness, kami akan berbalik alias homeward journey melalui Grampian Mountains, Blair Castle dan Pitlochry. Tak lama sampai Edinburgh lagi deh ^_^ Pyuh, bakal menjadi one day tour yang panjang! 14 jam bow! Mudahan terbayar capeknya nanti dengan kedahsyatan pemandangan highlands!

02/11 Nah, kalau hari Kamis ini rencananya kita mau ke Inverness, ibu kotanya Highlands, tapi kita maunya jalan sendirian aja, gak pake tour seperti hari sebelumnya. Kita kepingin mengeksplorasi kota antik di daerah paling utara nya Scotland on our way! Ini bakal seharian juga dan teteup, kita kembali lagi malam harinya ke Edinburgh, karena base camp kita bakalan disini.

03/11 Masih belum tahu hari itu mau kemana. Yang pasti kita bakalan mengubek-ubek Edinburgh seharian penuh. Mengunjungi Edinburgh Castle, menyusuri jalan setapak Royal Mile yang merupakan old town nya Edinburgh, sampai mentok ke rumah peristirahatannya Ratu Elizabeth selama musim panas, The Palace of Hollyrood house. Diujung istana ini, naik melalui tangga-tangga tersembunyi, kita kudu sampai ke Carlton Hill karena tak hanya National Monument bersemayam disini, tapi juga Edinburgh view nya dahsyat banget katanya! *hasil ngintip-ngintip blog orang lain*.

Kalau sempat, mau disambung keluar masuk museum yang bertebaran disepanjang Royal Mile seperti National Gallery of Scotland, Royal Museum of Scotland, Scottich Parliament, Museum of Edinburgh, Museum of Childhood, Museum of Fire, Museum of Scotland sampai Scottish Tartan Museum. Hm, banyak bener yak museumnya, keknya kudu dipilih satu atau dua aja *huhuhuhuhu, aku pecinta museum siy*.

04/11 Hari terakhir, pinginnya siy mengunjungi Stirling, menengok Castle cantiknya dan memanjat Wallace Monument nya :-) Kalo sempat yak! Sore nya sudah kudu mengejar train kita, kembali ke Leeds.

***

Istirahat seharian penuh di Leeds, mengisi kekuatan di hari Ahad, lalu itinerary kita akan disambung, penjelajahan Inggris Timur, Barat dan Selatan:

06/11 Start jam 5.20 pagi di Leeds coach station, perjalanan conquest Britain nya menuju London! Mau ubek-ubek London lagi, belum puaaaaaaaas! Kota sibuk, luas tapi cantik! ^_^

07/11 Belum pesan tiket kemana-mana. Rencananya mau diputuskan on the day, bisa ke Greenwich atau ke rumahnya Shakespeare, Stratford upon Avon. Diputuskan pas hari H nya aja, soalnya dekat siy dari London.

08/11 Mungkin ubek-ubek London lagi, atau istirahat di apartement nya teman ajah ^_^

09/11 Kita mau ke Cardiff, ibu kotanya Wales! Yippiy, ini impianku sejak 2004 lalu. Wales masih bagian nya Inggris, tapi orang-orang lokalnya menggunakan bahasa Welsh selain English. Udah pernah ke Utara nya Wales siy, Conwy, tapi tetep penasaran pingin ke  ibu kotanya di Timur selatan.

10/11 Hari itu kita mau ke Cambridge, pingin menyusuri canal-canal nya yang terkenal dengan ber-punting ria. Punting ini mirip gondola nya Venice, walau wujudnya lebih sederhana! Tak apa lah belum sempat ke Venice, berpunting di Cambridge pun cukuplah!

11/11 Kita mau mandi-mandi ke Bath, eh salah! Maksudnya kita mau mengunjungi salah satu kota Roman tertua di Inggris. Katanya niy, suasananya mirip-rip sama salah satu kota di Italy. Ya udah deh, daripada gak kesampaian ke Italy, ke Bath dulu deh. Tunggu ajah photo-photonya yak ^_^

12/11 Kita akan menuju ke beberapa abad silam, Stonehenge. Sekali lagi, Stonehenge!!! Huihihihihihi, norak yak! Abisnya, ini juga objek sejarah yang benar-benar pingiiiiiiiiiiin banget kita kunjungi! Hmmm, can't wait more!

Malamnya, kita sudah kudu balik lagi ke Leeds, karena suami paginya menguli lagi :-D

Tau siy sekarang sudah masuk Autumn, cuacanya ya begitu deh! Tapi kalau ditunda-tunda terus, kapan lagi? June-September kemarin sudah mengantongi Schengen visa, tapi gagal  perjalanan ke Eropa nya *cuma sempat ke German menjenguk tante Sefa dan Mba Ira sekeluarga* karena aku dan dia sama-sama sibuk, hiks!

Doain perjalanan kami selama dua minggu nanti asik-asik aja ya teman, terutama fisik kita berdua, tahan banting sama horrible weather nya Inggris ^_^

PS. Loch Lomond picture, diculik dari google images!


Blog EntryMP-ers America, I am comiiiiiing!Jun 12, '06 8:21 AM
for everyone

Dulu sekali aku gak pernah membayangkan, bakal menjejakkan kaki ke berbagai negara dengan mudah, murah bahkan gratis!!! Anggapan kanakku terpeta di otak; Jalan jalan ke luar negeri adalah hak dan kemewahan yang hanya dimiliki orang yang teramat sangat kaya, terutama yang 'dekat' dengan ORBA (Orde Baru), huehehe,no offense please :-)

Tapiiiiii, namanya mimpi tetap dipelihara dong! Sebab di setiap remeh temeh mimpi, ada malaikat tentara Tuhan yang melihat *mungkin turut mendoakan mimpi kanakku* dan semangat yang menggumpal dari dari hari ke hari. Ini keyakinanku, hingga kini.

Alhamdulillah, satu persatu mewujud. Perlahan tapi pasti, seiring persangkaan baik kita pada Sang Pengasih. Dia pernah bertutur dalam hadits Qudsi; "Aku berdasar persangkaan hambaKu". Hadits Qudsi ini kuingat dan kutanam dalam benakku, melumpur dan menumbuh bersama do'a do'a...

Subhanallah..., 10 negara sudah kugenapkan, dan InsyaAllah tanggal 16 June ini akan segera bertambah.

Rencananya, tepat pukul 10.30 pagi, aku akan bertolak dari Leeds Bradford Airport menuju Washington DC, dengan nomor penerbangan 4859 BMI menuju Heathrow, London lalu disambung dengan penerbangan bernomor 925, Boeing 777. Diperkirakan mendarat di Washington DC sekitar jam 7 malam di 17 June 2006.

Kali ini aku berkesempatan menjenguk America karena akan mengikuti training "Leadership for Social Justice" di National Shrine of The Immaculate Conception 400 Michigan Ave, NE, Washington, DC. Selama seminggu insyaAllah aku akan ada disana. (Ada MP-ers yang di DC gak yah?) 

Sisanya...? Travelling ala backpacker lagi dong   Namanya juga mahasiswa dengan beasiswa terbatas tapi bersemangat bebas *grin*

Siapa mau ikuuuuuuuuuuuut???? Huehehe, maksudku, siapa yang mau ketemuan sama aku ya di setiap kota yang ingin kujelajah??? Syukur-syukur ada yang bersedia menampung musafir 'papa' ini. Mohon tanggapannya disini atau please PM saya ya...

Kali ini musafir kelana ingin taklukkan America, sampai tanggal 5 July insyaAllah! Mohon bantuannya ya Teman-teman, terutama MP-ers America tercinta!

Jujur aku agak-agak takut sebenarnya, karena Amerika pasti berbeda sama sekali dengan Europe?!!! Iya gak sih? Hiiiiiy, agak bergidik niy, jalan sendirian insyaAllah.Suami belum bisa terlibat karena pekerjaannya, namun restunya kudapat.

O iya, konsep travelling kali ini agak-agak nekat, tanpa itenerary rapi seperti backpacking keliling Europe setahun lampau. Seiring waktu, gaya travellingku boleh dibilang menjadi gaya travelling Ian Wright dari Globe Trekker, dia bilang;

"If you spend too much time thinking about it, then you miss it! Things come. Keep looking, meet different people, and exchange ideas. There is no rule."

"The first step is in your head. So don't think about it, buy a flight ticket tomorrow and then worry about it on the plane. This is the hardest step."

Bagiku, travelling menjadi sangat wild and interesting justru karena spontanitas yang mengalir menggelegak di site yang sedang kita tuju dan disaat kita datangi. Didalamnya ada aroma petualangan yang kental, memenuhi haus jiwa avounturir ku :-)

So, untuk memuaskan jiwa bertualang ini, aku putuskan menjajal tiket terusan USA rail pass milik Amtrak. Selain alasan murah, aku ingin menikmati perjalanan itu sendiri. Kuberharap, di train sendiri aku bakalan ketemu teman-teman baru yang asik seperti tahun lalu  

Tentu saja, route perjalananku harus kubuat seefektif mungkin dan tidak zigzag, untuk menghemat waktu. Walau tak menutup kemungkinan kalau akhirnya terpaksa menggunakan plane mengingat Amerika is so gigantic!

Ps:

  1. Photo diatas adalah jalur USA Rail Pass.
  2. Kalau teman-teman MP-ers Amerika tak keberatan, mohon pm saya nomor telpon or mobile yang bisa saya hubungi, terima kasih. Untuk yang sudah bersedia ketemuan dan menjadi tuan rumah, saya sangat-sangat berterima kasih. Ketemuan kita pasti serrrrrrrru!
  3. Hayyo, Mp-ers yg bukan di Amrik yg dari tadi pada ngintip jurnal ini, boleh kasih masukan juga loh! Aku soalnya 'buta' sama sekali soal Amrik niy :-(


Blog EntryA long journey episode: 34 DamrakAug 27, '05 6:44 PM
for everyone

4 August 2005

Part I

Kubangun jam 6:30, bahkan setengah jam lebih awal sebelum weker ku berdering! Hebat...! Padahal kemarin malam hingga dinihari (tepatnya jam 3 malam) aku masih disibukkan dengan browsing train schedule ke Amsterdam - Paris dan si Asia Compass yang akan kudatangi hari ini.

Soal sightseeing ini, aku sempat mumet juga, karena tidak menemukan pilihan sightseeing tour yang sesuai dengan selera dan ketersediaan waktu yang kupunyai hari ini :-(

Setelah diskusi sesaat dengan Mba Eva, kupikir aku harus menurunkan nafsu discovering untuk bisa mengunjungi sebanyak mungkin kota-kota yang bisa kudatangi. I should consider the length of time I have and my former schedule already made, ck...!

Apa daya, demi negara-negara lain (dan terutama Paris), ku harus memilih hanya menjelajahi secuil Amsterdam, desa De Zaanse Schans, Volendam and Marken. Of course Ima, kamu hanya punya satu hari!

Now here I am, on the train going to Amsterdam Central station ^_^(Ditulis ketika kereta ku berhenti di Duivendrecht station).

***

Part II

(Arrived at Amsterdam Central station)

Pagi ini cerah. Angin berhembus sepoi-sepoi menyapu wajahku yang tadi terkantuk-kantuk di atas train, dari Utrecht menuju Amsterdam.

Pelan kulangkahkan kaki menapak Amsterdam Central station. Berjalan lamat-lamat sambil mengamati sekeliling. Membaca situasi dan melihat-lihat mencoba menemukan sign menuju City centre. Hari yang sibuk, karena semua orang terlihat lalu lalang tak peduli pada musafir kebingungan seperti ku kini.

 

Kuputuskan aku harus keluar station dulu. Terlalu ramai di dalam dan membuat hatiku semakin bingung! Sampai di luar, semakin kurasakan udara segar, terlepas dari kepungan lalu lalang ribuan manusia.

 

“Ah, nyaman…”, gumamku halus.

 

“Hey…, ini Amsterdam! Kamu sudah tiba di ibu kota the Netherlands lho! Berani ya kamu jalan sendirian akhirnya!”, pikiranku bicara pada diriku sendiri. He he he he, tetap saja aku tidak bisa diam ya, walau kujalan sendirian.

 

“Ima, hati-hati dan mawas diri, jangan pernah minta tolong orang asing untuk mengambilkan photo dirimu…, salah-salah camera mu yang malah dibawa lari. Disana banyak copet, jangan pernah lengah!”,  kembali terngiang kata-kata Mba Eva tadi pagi, ketika melepasku pergi di Utrecht central station. Dia bahkan sempat bersikeras ingin mengantarku sampai ke Asia Compass travel agency itu, meeting point untuk memulai sightseeing tour ku! Dengan halus kutolak permintaannya. Bukan ku tak senang ditemani, senang sekali malah! Tapi aku jadi tak memulai perjalanan mandiri ku dong! Apalagi Mba Eva pun hari ini bekerja seperti biasanya.

 

Hmmm, hal pertama yang harus kulakukan sekarang adalah mencari dimana kah si Asia Compass berada? Yang mengaku sebagai the best of Hollands Excurcions itu. Alamatnya ada di 34 Damrak. Berarti mau tak mau aku harus bertanya pada seseorang sebelum kaki ini melangkah terlalu jauh dan … nyasar!

 

Pertama kusapa seorang perempuan muda, keliatannya dia seorang karyawan perusahaan, karena penampilan perlente dan rapi membungkus tubuhnya. Dia bilang, “Just  go ahead, cross the street in front of you, that’s Damrak!”. Okey, sounds easy! Kulangkahkan kakiku sesuai sarannya. Sampai di perempatan di depanku, kutertegun..., it’s not really easy, because there are three ways in front of me, which one I should chose then…?”

 

Lagi-lagi kuterpaksa bertanya, daripada aku nya nyasar! Tepat disampingku berdiri, ada seorang ibu yang menoleh dan tersenyum ramah padaku. Aha…, bertanya pada beliau saja ah. Kumendekat lagi padanya dan menanyakan pertanyaan yang sama. Jawabnya,

 

“…, &%#*@#^&%$#.......”

 

Duh, dia ternyata tidak bisa berbahasa Inggris, tapi tetap ingin memberikan jawaban karena sudah kusodorkan alamat  dan peta kecil di tanganku. Dengan bahasa yang asing  terdengar di telingaku, dia menunjuk arah yang berlawanan dari jalan di depan kami. Kuikuti arah tangannya, ternyata dia menunjuk kembali ke arah station. Waduh, aku jadi tak yakin dimana Damrak itu berada. Setelah mengucap terima kasih ke ibu muda itu, bergegas kumelangkah kembali ke arah station dengan setengah ragu.

 

“Hmmm, sepertinya aku harus mencari orang yang tepat untuk bertanya, supaya gak nyasar dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari alamat penyelenggara sightseeing tour ini”.

 

Dengan resah kutatap sekeliling…, kota besar ini asing sekali bagiku. Apalagi aku jalan sendirian, di kota yang terkenal banyak copetnya pula! Tiba-tiba kuteringat tips yang diberikan lonelyplanet.com. Bahwa di setiap kota yang baru saja kita datangi, berusahalah mencari tourist information centre atau yang sejenisnya. Ya, ini ide terbaik!

 

Segera kulayangkan pandang ke sekeliling dan mencoba mencari tanda-tanda dimana tourist information itu berada. Ternyata dari tempatku berdiri sekarang, hanya jarak 10 langkah di depan mataku, berdiri gagah si tourist information centre itu. Ooooh..., stupid Ima! Persis keluar dari pintu station, si  pusat bertanya itu ada! Kenapa kamu lupa tips terpenting ini Imaaaaaaaaaa!!!

 

Setiba di kantor itu, “…, hiks…,” aku kecewa, kantor nya masih tutup! Ada laki-laki berdiri di depan pintunya, kutanya dia, “Jam berapa kantor ini akan buka ya?” Dia lagi-lagi menjawab dengan bahasa asing yang tak kumengerti. Jika didengar mirip ibu muda tadi, Italiano!!!

 

Duh, kepada siapa lagi harus bertanya? Aku gak mau bertanya ke sembarang orang, nantinya malah tambah tak jelas. Hampir kuberbalik arah menuju station kembali, kalau kemudian mataku tak tertumbuk pada plang lain yang menunjuk ke arah bangunan bertuliskan Information Centre. He he he, lucu! Ternyata ada dua bangunan hampir berdampingan sama-sama bertuliskan information centre! Syukurlah, akhirnya ditempat itu kubisa bertanya, karena sudah buka dan yang terpenting, mereka berbahasa Inggris akhirnya!

 

Di sini sekarang aku berada, Asia Compass –Travel Agency, 34 Damrak!


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help