Imazahra's posts with tag: traveling
InsyaAllah saya akan bertolak ke tanah air akhir Agustus ini, walau tiket belum dibeli, alias berencana go show saja, karena beberapa pertimbangan dan alasan mendesak.Dengan hormat karenanya saya memohon di PM nomor HP milik teman-teman yang berkenan ingin kopdar-an dengan saya. Mudahan kita bisa atur sama-sama jadwal ketemuan kita seasik mungkin ya. Atau Teh Ari or Bunda Wirda mau memfasilitasi ketemuan rame-rame kita, hihihihi :-DUntuk teman-teman MP-ers Jogja, Alhamdulillah sepertinya kita sudah punya forum ketemuan yang asik niy, karena difasilitasi oleh teman-teman REGOLjogja yang menggelar diskusi santai jelang malam di Cafe Banaran. Info selengkapnya saya copy paste dari jurnal rilis yang dibuat empunya REGOLjogja, Mba Tita :-)
Senangnya lagi, saya bakal ketemu sama penulis idola saya, ANDREA HIRATA, yay! I'm so excited!!!
Jadi kepulanganku kali ini tak sekedar riset semata, tapi juga insyaAllah kaya dengan silaturrahmi, kalau teman-teman berkenan ketemuan denganku... Kutunggu MP-ers semua tanggal 1 September di Jogja ya ^__^Luv,Ima
PS. Pengumuman dibawah saya copy paste di jurnal Mba Tita, empunya REGOLjogja. Link terkait: - REGOLjogja.com
- Sembari Minum Kopi Meet the Backpackers!
Undangan Ngobrol dan Ngopi Bareng "MENULISKAN KISAH PERJALANAN"
Mari kita mengembalikan ingatan pada 20 tahun lalu, pada petualangan Si Roy, tokoh ciptaan Gola Gong yang diterbitkan sebagai serial Balada si Roy di Majalah HAI. Roy adalah pemuda petualang, dengan ransel di punggungnya, menyusuri kampung-kampung di pelosok Nusantara. Kisah petualangannya menjadi serial yang hebat di Majalah HAI (yang kini sudah tidak menyediakan halaman fiksi lagi). Kesuksesan Si Roy tak lepas dari kegemaran Gola Gong backpacking ke penjuru negeri. Bahkan, Gola Gong sendiri mengakui bahwa ia terinsiprasi oleh William Somerset Maugham, sastrawan Inggris yang mengatakan bahwa jika ingin menjadi pengarang, pergilah ke tempat-tempat jauh atau merantaulah ke negeri orang, kemudian tulislah berbagai pengalaman yang ditemukan. Dan betul, setelah melakukan perjalanan ke banyak tempat, Gola Gong berhasil melahirkan sosok Si Roy, yang menjadi idola remaja di tahun 1987-an dan kini menjadi legenda.Travelling atau backpacking merupakan kegiatan rekreatif yang bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis. Pengalaman selama di perjalanan dan pertemuan dengan berbagai budaya memaksa kita untuk merekamnya dalam gambar maupun catatan. Sayangnya tidak setiap traveller/backpacker mampu merefleksikan kembali pengalaman-pengalaman itu ke dalam sebuah karya tulis, baik berupa artikel di majalah, blog, penerbitan buku, maupun novel.Belum banyak backpacker asal Indonesia yang menerbitkan buku atau novel perjalanan. Beberapa di antaranya adalah Agung Basuki (Buku: “Independent Travelling”), Sigit Susanto (Novel: “Menyusuri Lorong-lorng Dunia”), Adhitya Mulya dkk (Novel: “Travelers Tale, Belok Kanan Barcelona”), dan Andrea Hirata (Novel: “Edensor”). Sebagian travellers/backapckers yang lain lebih suka menuliskan kisah perjalanannya ke dalam blog , milis, maupun situs-situs komunitas seperti indobackpacker, jalan-jalan, dan lain sebagainya.Apapun media yang dipilih, cetak maupun online, memang tak jadi masalah. Tiap-tiap jenis media punya kekuatan yang berbeda untuk menyampaikan informasi. Persoalannya adalah, bagaimana merefleksikan kembali kisah perjalanan menjadi bacaan yang menarik untuk dinikmati para pembaca?REGOLjogja menggelar obrolan Sembari Minum Kopi yang memperbincangkan hal ini. Hadir sebagai narasumber utama adalah Andrea Hirata, karyawan PT. Telkom yang kini dikenal sebagai penulis best-seller tetralogi Laskar Pelangi, namun lebih suka mengidentikkan dirinya sebagai akademisi dan bakcpacker. Di forum ini Andrea akan berbagai kisah petualangannnya hingga ke pelosok Afrika yang banyak menginspirasi novelnya ke-3, “Edensor”. Tentu saja, untuk bisa menikmati perjalanan yang nantinya akan menghasilkan karya tulis menarik (artikel/buku/novel), dibutuhkan sejumlah persiapan teknis: bagaimana baiknya memulai perjalanan, bagaimana membuat rencana anggaran, amankah cewek backpacking sendirian, dan berbagai tips seputar backpacking yang akan disampaikan oleh Fatimah Zahra. Ima, demikian ia dipanggil, kandidat M.Phill dari Leeds University – United Kingdom ini memang gemar travelling. Sebelum mendapat beasiswa kuliah di Inggris, ia sudah keliling Indonesia. Begitu kuliah di Inggris, ia tak melewatkan kesempatan menjelajah Eropa selama 3 minggu, sendiri pula!Berminat bergabung dengan obrolan seru kami? Sempatkan bermalam minggu di Jogja pada 1 September 2007 nanti mulai jam 19.05 di Banaran Cafe, Kampus LPP Lt. Dasar, Jl. Urip Sumoharjo 100 – Yogyakarta. GRATIS, tak akan dipungut bayaran. Sebaliknya secangkir kopi dan teh akan menemani peserta obrolan. Oh ya, bahkan kami menyediakan 100 suvenir cantik untuk 100 pengunjung pertama. Belum lagi ditambah doorprize buku dari Andrea Hirata dan Penerbit Bentang serta tak ketinggalan oleh-oleh/suvenir imut yang dibawa Fatima Zahra dari Inggris.Untuk informasi lebih lanjut, bisa berkomunikasi via e-mail: regoljogja@yahoo.com atau melongok situsnya di http://regoljogja.com, telpon 0274-374006, boleh juga ke ponsel saya (pratita – 0811258438), dan bila perlu menyinggahi kantor kami di Jl. Langenarjan Kidul 13-A Yogyakarta.
Jam 9 kita semua mulai mengumpulkan nyawa lagi. Riuh rendah kesibukan kita pagi itu. Ada yang mandi, ada yang menyiapkan sarapan dadar telur dan indomie ala kadarnya plus menghangatkan sisa menu tadi malam. Masing-masing mengurus dirinya sendiri-sendiri. Jam 11 akhirnya kita semua siap menapakkan kaki keluar 'hostel' Kang Dedy. Kalau tadi malam transportasi kita dari bus station ke rumah Kang Dedy adalah taxi, maka hari ini kita disarankan tuan rumah untuk membeli South West Day Rider pass. Artinya dengan tiket ini kita bisa menjelajah dengan moda bus antar kota, termasuk ke Bath yang berjarak 13 miles dari Bristol. Menuju kota 'Mandi'Finally, aku mengunjungi Bath lagi. Bath dikenal sebagai jantung the World Heritage site di UK. Tak hanya karena umur kotanya yang sangat-sangat tua, tapi  juga dikarenakan kota ini adalah satu-satunya kota di Inggris yang memiliki peninggalan pemandian air panas alami [di musim bersalju sekalipun], makanya kotanya disebut sebagai kota 'mandi-mandi', karena pendu duk kuno nya pada masa itu memaksimalkan penggunaan sumber mata air panas tersebut dengan membangun pemandian-pemandian umum nan megah. Kota ini juga memiliki kuil/temple pemujaan bagi Dewi Sulis Minerva yang dibangun oleh bangsa Celtic yang didalamnya terdapat great Roman Baths [kolam pemandian air panas tadi]. Konon pemandian a ir panas ini sudah dibangun sejak 43 tahun sebelum masehi oleh bangsa Romawi! So, kebayang kan tuanya seperti apa! I love Bath very much! This city is really really recommended by me if you have a plan to go to UK, indeed! Kotanya compact, seharian dikelilingi juga selesai, tapi sangat-sangat tua dan mengesankan! Sisa-sisa arsitektur bergaya Romawi kuno terlihat dimana-mana memanjakan mata. Sekitar medio November tahun lalu aku sudah kesini bersama suami dalam rangkaian backpacking kami keliling selatan Inggris, cuma saat itu sudah mulai autumn dan dingin, jadi kami sepakat untuk menghabiskan waktu kami yang cuma 4 jam disana untuk masuk ke dalam great Roman Baths demi menikmati sejarah dan wujud asli si kolam pemandian air panas tersebut. Dan sungguh ajaib, airnya benar-benar panas padahal saat itu suhu udara diluar sudah mencapai 8 derajat celcius. [Kapan-kapan deh kuceritakan tersendiri lebih detil kesan-kesanku soal Roman Bath ini].  Dengan riang rombongan kami pagi itu yang terdiri dari Izzaq-London, Teh Yeyen-Bradford, Tya-Warwick, Munif- Leeds, Faqih-Birmingham dan tentu saja aku, melang kah menuju bus stop, kita akan menuju bus station terlebih dahulu. Dengan menunjukkan student card dan membayar 5 pounds 20 pence kita berhak mengelilingi South West Sommerset county, termasuk Bath ini. Jadi kita gak perlu lagi beli tiket berkali-kali dan tentu saja ini jauh lebih hemat dibandingkan kita beli tiket baru setiap saat. Tiket seperti ini memang didesain untuk turis dan local people yang tinggal jauh dari pusat kota. Kalau di Leeds biasa disebut sebagai West Yorkshire Dayrider. Mau mandi di [Bath spa] 'mandi spa' ???Tak sampai 30 menit, kami sampai di Bath! Horey! Yang pertama dilakukan tentu saja mengambil peta kecil di bus station. Dari pintu belakang bus station, kami langsung menyeberang jalan dan ternyata langsung sampai di Thermae Bath spa nya! Ini adalah fasilitas pemandian air panas modern yang sumber airnya dialirkan langsung dari Roman Baths.  Iseng-iseng aku nanya, kalau mau mandi di kolamnya ini kudu bayar berapa ya??? Si petugas bilang, "The spa session's price is begin from 20 pounds per hour!" "Ooooh...!" sambil senyum manis tak berdaya...! Berarti ada yang lebih mahal dari itu kan, misalnya kita mau berendam di kolam hangat sekitar 3 jam, berarti...? hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiy! Cabut ah! Walau konon kabarnya air panas ini berkhasiat mengobati aneka penyakit, tetap saja kantung kami akan 'sakit'. *** Kami berenam pun mulai asik photo-photo. Syukur aku sudah kesini duluan, jadi aku bisa senang hati menjadikan diri sebagai photographer dadakan. Teman-teman pun tanpa diminta riang gembira berpose di tempat-tempat menarik dan strategis. Tak lama kami sampai di situs paling terkenal, great Roman Baths. Sayangnya biaya masuknya cukup mahal walaupun menggunakan student card, 8.75 pounds. Seluruh anggota rombongan memutuskan untuk sekedar berphoto-photo diluar dan memilih mengeksplor kota Bath saja. Dari pihakku tentu saja gak keberatan sama sekali, karena aku sendiri sudah pernah masuk kedalam great Roman Baths. Di depan Bath Abbey church yang menjulang raksasa disisi pintu masuk great Roman Baths, kami sempat bernarsis ria, walau to be honest, ini masih tahap pemanasan. Saat menggila bersama belum datang! hihihihi... Mulai menggila!!!Tak lama, rombongan kami menemukan taman yang sangat cantik. Namanya juga cantik; the Parade Garden. Taman ini menghampar rapi dan asri di lembah bukit-bukit Bath dan persis bersisian dengan sungai yang mengelilingi kota Bath! Subhanallah, indah!!! Eiiiiiiiiiiiiiit, bayar dulu baru masuk, only 50 pence by showing your student card! Tumben, biasanya park di Inggris selalu gratisan, tapi gak papa, cantik banget emang tamannya ini!!!  Disinilah juga ide gila dan isengku mencuat. Gimana kalau kita berphoto ala ABG itu? Rebahan di rumput hijau, kepala-kepala saling didempetkan dan memakai kacamata hitam! Hasilnya, sungguh kocak! Hihihihihi... Puas bergaya ABG, termasuk ala ikan duyung kembar, hihihihi... ide gila lainnya mampir di kepala kami, gimana kalau para cowok ikutan topless sebagaimana bule-bule disekeliling kami... Aiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih! Ternyata ada dua orang yang bersedia m enjadikan dirinya sebagai model! Semangat 45 langsung buka baju dan kaos oblongnya, hahahahaha!  Sumpah aku ngakak pas memphoto dua makhluk ini, soalnya yang satu hitam keling dan yang satu lagi kurus menjulang, hihihihihi... Siapakah dua orang ini? Eng ing eng, mereka adalah...................................., ah! Gak jadi aja, aku udah disogok tutup mulut soalnya. Jadi maaf pemirsa, photo topless nya gak bisa ditayangkan disini, hihihihi... Silahkan bayangkan saja sendiri. <--- ternyata si empunya photo bersedia dipajang photonya! Dasar NARSIS tingkat tinggi *ketawa guling-guling deh sekarang* ^_^ Oh iya, di taman ini aku sempat asik memotret orang yang baru saja selesai menikah. Mereka berje jer rapi di tangga taman, menyiapkan diri untuk diphoto sang photographer pro. Sepertinya mereka adalah keluarga besar kedua belah pihak mempelai. Gaun putih anggun mempelai perempuan menambah aura romantis suasana kota Bath. Jadi pingin post wedding juga euy sama si Kakak, hihihi... Kelar berphoto aneka gaya dan menikmati ratusan ikan besar dan kecil mirip ikan gabus yang berenang riang bermandi matahari summer di s  ungai Bath, kami gegas menuju objek berikutnya, the Circus park dan the Royal Crescent, apartemen tua bergaya Georgian yang dibangun abad ke 18. Dari taman cantik kami kembali ke great Roman Baths, membeli sedikit souvenir dan satu potong roti baquette dengan filling tuna mayo, lezat! Dimakan sambil berjalan pelan-pelan menanjak lurus ke atas. Kami berjalan menanjak ini sekitar setengah kilometer. Cukup ngos-ngosan juga euy! Sampai diatas, gak kecewa sama sekali kok. Kami melewati taman berbentuk lingkaran bernama Circus park, mengaso sambil menghabiskan lunch kami, lalu bergerak naik sedikit ke arah kiri, kita akan langsung melihat bangunan The Royal Crescent yang sangat cantik, membentuk bulan sabit dan mengelilingi hamparan hijau rumput yang menghadap ke kota Bath dibawahnya. Terbayang asiknya orang-orang yang tinggal di apartemen tua bersejarah ini, bangun di pagi hari sambil membuka gorden kamar dan menikmati indahnya seantero kota Bath yang berkontur turun naik dan menghasilkan irama keindahan bagi mata dan jiwa. Jadi merenung...Kesimpulanku, kota Bath ini pandai sekali menata diri m ereka, tak hanya melestarikan bangunan pra sejarahnya, tapi juga menyediakan taman-taman anggun untuk tempat mengaso para turis yang kelelahan menikmati bangunan-bangunan tuanya. Yang ada, kita semakin betah berlama-lama duduk-duduk di tamannya dan menhabiskan penny-penny kita untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga. Tak lupa juga membeli souvenirs! Tentu saja turis yang puas dan kembali datang adalah sumber income kota yang luar biasa! What a brilliant idea! Fenomena semacam ini, kusebut sebagai daya jual dalam turisme; kota-kota yang tertata rapi, taman yang cantik dan bersih, akses yang mudah dan teraturnya sarana dan prasarana menjadikan Inggris sebagai salah satu tujuan utama turis mancanegara. Jujur saja, aku seringkali takjub dengan kota-kota kecil- kalau tidak malah bisa disebut sebagai desa- di utara Inggris yang sebenarnya tidak punya apa-apa, tapi mereka 'sanggup menjual' diri mereka dan menarik turis domestik dan mancanegara karena kekuatan daya jual tersebut!!!  Sementara Indonesia yang punya kekayaan alam luar biasa dan indah, begitu begitu saja di mata turis domestik apalagi internasional, karena ketidak-seriusan kita dalam 'menjual keindahan alami' tersebut. Hiks, jadi sedih... [Duh, maaf, tulisan ini jadi ngelantur kemana-mana]. Puas photo-photo, bahkan ada satu teman yang sempat tertidur segala karena kami menunggu anggota rombongan yang membeli air minum dan ke kamar mandi, kami memutuskan mengakhiri Bath city tour hari ini dan menuju Bath station kembali, going back to Bristol! Senja nanti sesampai di Bristol kami akan langsung menyaksikan the International Balloon Fiesta, tujuan utama backpacking kali ini! Lelah so pasti, but it's worthed to be enjoyed!!!
Ketinggalan bus![Friday night, 10th August '07] Ada insiden kecil sebelum kami bertiga naik bus. Izzaq anggota rombongan dari London belum sampai juga di coach station! Konon dia masih ada meeting dengan Pak Riza Sihbudi Atdikbud nya KBRI. Wah, alamat terpisah nih. Kita bertiga cemas, soalnya tinggal 10 menit lagi bus kami berangkat! National Express sangat-sangat tepat waktu. Jarang delayed, bahkan kadang-kadang berangkat lebih cepat 5-10 menit kalau jumlah penumpang sudah lengkap! Sekarang tinggal berdoa, mudahan Izzaq segera sampai! Akhirnya driver duduk manis di kursi kemudi dan mulai menyalakan mesin. Duh, Izzaq ketinggalan nih! Alamat beli tiket baru dong! Padahal yang ada ini kan funfare ticket alias tiket murah meriah yang dibeli sebulan lampau demi mengejar harga super miring. Sistem tiketnya hangus kalau kita telat! Setelah bus kami berjalan meninggalkan coach station, hp teh Yeyen berdering, Izzaq ternyata bisa naik bus berikutnya di jam yang sama walau busnya telat berangkat 10 menit daripada kami. Rupanya ada beberapa bus yang diberangkatkan bersamaan menuju Bristol! Wow, you're lucky Zaq! Alhamdulillah... National Express kami melaju membelah kota London menuju Bristol. Kami bertiga terkantuk-kantuk dalam ayunan bus. Namun yang namanya aku dan Teh Yeyen mah, biar ngantuk ngobrol jalan terus, walau kita duduknya gak sebelahan loh, hihihi... National Express yang kami naiki kali ini padat dan gak menyisakan satupun bangku untuk duduk dua orang. Walhasil aku dan teh Yeyen sama-sama duduk didekat aisle bus. Sepertinya semua orang berlomba menuju Bristol, karena mau menikmati International Balloon Fiesta yang diadakan setiap tahun. Kami pun sama-sama excited, terutama aku. Soalnya sudah sejak 2004 aku ingin sekali ke Bristol untuk menyaksikan diterbangkannya ratusan balon raksasa ke udara! Setelah menunggu tiga tahun, impianku insyaAllah bakal terwujud juga akhirnya, Alhamdulillah. Narsis tersalurkan!
Setelah dua jam duduk nyaman dalam bus, driver mengumumkan bahwa kami sudah sampai di Bristol. Akhirnya...! Aku dan teh Yeyen saling melemparkan senyum lebar. We've just arrived now!Turun dari bus sudah sekitar jam 9.30 an malam dan tak lama kami mendaratkan pantat di kursi tunggu, seorang laki-laki berwajah asia menghampiri kami. Ternyata Faqih dari Birmingham! Sip, anggota rombongan kami menjadi 5 orang malam ini :-) Tambah seru niy! Setelah mengisi perut dengan sisa bekal yang dibawa dan mencicipi pangsit enak buatan Teh Yeyen, telpon-telponan sama tuan rumah kita yang bersedia menjadikan rumahnya sebagai hostel kami, lalu tanya alamat dan ancer-ancer menuju kesana. Oke, yuk keluar. Sampai diluar kita terpana! Eh, taxi nya lucu-lucu dan bagus. Gak kaya di Leeds. Munif langsung ambil inisiatif, "Yuk photo-photo yuk!" Hahahaha, belum apa-apa jiwa narsisnya sudah minta disalurkan. "Tapi..., ntar taxi kita keburu diambil orang loh!" "Udah gak papa" Akhirnya aku, Izzaq, Faqih, Teh Yeyen dan Munif mengambil posisi siap diphoto. Yang moto siapa??? Ya gantian, hihihihi :-) Hasilnya, karena keasikan photo-photo, tiga taxi di taxi stand [tempat khusus menunggu taxi] meninggalkan kami karena diambil oleh orang lain. Aku gak bisa membayangkan kehebohan esok hari bersama rombongan narsis ini, ck ck ck! Our great 'hostel'Tak sampai 15 menit, taxi kami sampai di 'hostel' Kang Dedy. Asiiiiiiiiikkkkkkkkkkk, bisa masak-masak dan angetin sisa-sisa bekal. Makan, mandi dan bobo! Oh iya, yang bukain pintu kita bukan Kang Dedy sang tuan rumah loh! Tapi housemate nya, brother dari Nigeria. Ternyata dia moslem yang sangat ramah, walau rumahnya kemasukan gerombolan ribut dan narsis! Duh, semakin hommy saja rasanya. Rencana segera tidur tinggal rencana! Yang ada kami ngobrol-ngobrol. Mengurai kekakuan dan mengikat silaturrahim perlahan... Atur-atur tempat tidur juga. Soalnya cuma ada satu kamar. Seperti biasa, para cowok mengalah, bersedia tidur di ruang makan tumpang tindih dan kami ditempatkan di ruang tamu yang merangkap jadi kamar tidur Kang Dedy. Syukran ya Kang, sudah bersedia menjadi host backpacking kali ini, Alhamdulillah. Anggota rombongan bertambah!"Tok tok..." "Eh, Kang Dedy tuh sama Tya!" Aku jadi deg-degan nih. Soalnya aku belum mengenal Tya dari Warwick dan kenal kang Dedy pun hanya selintasan saja, sewaktu Kyai Kanjeng manggung di Leeds University dan dia datang. Juga ketemu sesaat di acara Indofest Nottingham beberapa bulan lalu. But I do believe, Cheveningers [sebutan bagi fellows penerima beasiswa Chevening-British scholarship] pasti asik anak-anaknya, kan para mahasiswa yang cerdas otak dan hatinya. Cheveningers yang pada baca ini dilarang ge-er ya :-) Kita salaman. Tya ternyata anaknya asik kok. Dan ternyata niy pemirsa, dia menyukai sesuatu yang sumpah, juga kesukaanku!!! *toss dung Say* Apakah itu? Nanti ya edisi berikutnya... Kalau Kang Dedy mah, jangan ditanya, tuan rumah yang mantap!!! Gimana gak mantap, kita dibawain ayam goreng berkantung-kantung! Kita kan pasukan doyan makan semua, huehehehe. Duh, yummy banget dah acara dinner keroyokannya. Guyub banget rasanya, Alhamdulillah ^_^ Malam ini anggota rombongan backpacking kami total menjadi 7 orang, wuih! Bakal seru niy!!! *** Going to Bath![bukan mau mandi loh, tapi ini nama kota tua Romawi kuno]. Silahkan dijenguk halaman berikutnya ^__^
Whuah! Sudah sejak Kamis minggu lalu gak buka MP. Kangen juga euy! Apa kabar semua??? Mudahan selalu dalam kasih cintaNya.
Traveling lagi, 4 hari 3 malam! Aku baru kembali lagi ke Leeds kemarin malam. Capek, pasti. Senang, lebih pasti lagi :-) Kemana saja kah aku? Tepatnya kami. Kok kami? Iya, kali ini aku backpack rame-rame dengan teman-teman Chevening award's fellows yang terdiri dari Munif van Leeds, Teh Yeyen Ros van Bradford, Faqih van Birmingham, Tia van Warwick, Mba Iim van Birmingham dan suami beliau tercinta Mas Shiro van Oxford dan si bontot adik Izzaq van London dan tentu saja tuan rumah baik hati dan suhu photography Kang Dedy van Bristol! Total jendral kita bersembilan semuanya! Seruw abizzzzzzzzzzzzzzzzz! Dan yang pasti NARSIS semuwaaaaaaah! Kecuali yang bikin jurnal ini, soalnya sibuk motretin orang-orang siy, huhuhuhu T__THaduh, acara backpacking kali ini benar-benar beda karena rame-rame itu tadi! Biasa kan aku jalan sendirian or paling banter bareng suami tercinta, kali ini heboh dan padat merayap dengan rute panjang London-Bristol-Bath-Cardiff-Stonehenge-Salisbury-Bristol-London sebagai berikut: 1st day, going to London[Friday, 10th of August '07].Berangkat dari rumah jam 7.15 pagi, jalan cepat dan Alhamdulillah sampai bus station sekitar jam 7.45. Nyempet-nyempetin ke open market, pingin beli buah untuk teman ngemil di jalan tapi ditolak mentah2 sama pedagangnya dengan alasan masih kepagian. Hihihihi, ada gitu ya pedagang nolak rejeki, ck ck ck, dasar British! Gagal beli buah, langsung loncat ke coach station dan nelpon Munif, soale doi gak keliatan sama sekali. Sempat bikin aku deg-degan dengan bilang kalo dia masih di atas bus! Gubrak! Kan 10 menit lagi berangkat! Kalo ditinggal bus gimana? Wong print tiketku ada di dia, hiks... Dasar Munif! Ternyata dia udah nyampe sebenarnya, cuma ngerjain aku aja, huh!Jam 8 on time, bus kami berangkat! We're heading to London first! Biasa, biar murah, kan ambil fun fare ticket :-)Alhamdulillah kami sampai di London sekitar jam 12.30 an, cukup tepat waktu sesuai jadwal walau jelang weekend dan musim holiday! Oke, let's go enjoying the summer holiday!
Green Park, Buckingham Palace, Westminster Abbey dan Big Ben London panas bukan main! Ck ck ck! Setelah cipika cipiki dengan tetehku yang ayu-Teh Yeyen, petualangan pun dimulai.London gak banyak berubah ternyata..., walau sudah 10 bulan lebih gak menjejakkan kaki ke ibu kota Inggris ini. Entah kenapa aku gak begitu mood jalan kali ini, soalnya panas banget dan perutku lapar, huhuhu... belum sarapan siy. Untungnya bawa bekal cukup lengkap, buka warung deh di Green Park yang gak jauh dari Buckingham Palace :-)Sambil makan sambil liatin orang-orang topless! Hihihi, kalo orang asik berjemur merayakan sinar matahari berlimpah, kita bertiga malah cari pohon besar untuk bernaung. Kelar makan, mulai melangkah santai ke arah Buckingham Palace. Mencoba mencari objek photo yang beda dari biasa, sampe ngintip-ngintip pagar gitu deh :-)Puas jeprat jepret di Buckingham palace kita berjalan pelan ke arah James Park walo sebenarnya niat awal mo ke Kensington Palace, Teh Yeyen mo liat istananya Lady Di, sayangnya kita bingung nyari bus stop nya, huhuhuhu...Nyasar-nyasar gak keru-keruan karena tak satupun dari kita megang peta (ampun deh, backpacker gak modal banget!), akhirnya kita malah menyasarkan diri ke Westminster Abbey! Itu loh, salah satu situs penyimpanan benda rahasianya Da Vinci Code! Asik!!! Soalnya aku selalu gak sempat kesini setiap kali ke London. Sayangnya pas mo jelajah situs si Da Vinci Code ini, udah keburu mo ditutup! Ah tanggung! Kapan-kapan aja deh :-) Disamping Westminster Abbey, jalan sekitar beberapa meter, kita udah sampe bagian belakang Parliament House dan sempat tanya-tanya dan ngobrol sama polisi penjaga gedung pejabat satu ini. Well, as usual, walau kita cuma tanya-tanya bagaimana cara menuju Kensington Palace itu-padahal aku udah pernah kesitu sodara-sodara, tapi lupa, ihiks!-si pak polisi menjawab dengan ramah banget. Aku nyempetin minta izin moto dia juga, hihihi...
Okeh, lanjut! Karena batal ke Kensington Palace nya Lady Di, kita mutusin mendekat ke arah Big Ben dan London Eye. Biasa, mo motret-motret lagi. Nyampe sana rasanya gak bisa bergerak lagi! Manusia tumpah ruah! Dengan segala warna kulit, gaya dan bahasa! Benar-benar deh! Sepertinya kapanpun London Eye, Big Ben dan Parliament House adalah trio, which are the most visited by the tourists!Obrol-obrol bertiga, keknya kita kudu balek niy ke coach station, sudah jam lima sore dan belum sholat! Kudu wudhu dan siap-siap menuju Bristol! *** Silahkan baca bagian kedua di halaman berikutnya ^_^
Pernah mendengar namanya??? Kalau belum, coba tonton film tentang dirinya, "Miss Potter." Di Indonesia juga sudah diputar kan ya filmnya :-pFilm yang bertutur pelan dan halus tentang perjuangan seorang perempuan Inggris di pertengahan abad ke 19 (1866-1943) mewujudkan impiannya: menerbitkan bukunya sendiri. Beatrix tentu saja harus bersusah payah meyakinkan keluarganya, terutama ibunya yang kolot dan tidak menganggap penting arti sebuah buku. Belum lagi perempuan pada masa itu dipandang sebelah mata oleh sistem patriarki Inggris yang kental saat itu.
Tapi syukurlah, sang ayah Beatrix sangat memahami hasrat dan bakat terbesar anaknya, menjadi penulis buku dongeng anak-anak.Silahkan teman-teman tonton sendiri deh filmnya, gak rugi kok! Kalau semua aku ceritakan disini, nanti jadi resensi film deh ^_^Oke deh, sedikit bocoran ya: alur ceritanya biar lambat tapi bagus. Setting alam Inggris masa lalunya apalagi, ehm, indah! Plus semangat dalam film yang coba disampaikan: jangan pernah berputus asa mengejar mimpimu, semesta akan membantu mewujudkan impianmu...!!!***60 tahun sudah berlalu sejak Beatrix meninggalkan dunia fana ini, tapi jejaknya ada dimana-mana. Buku-bukunya-yang paling terkenal tentu saja seri Peter Rabbit, sudah diterbitkan dalam 35 bahasa dan dicetak ulang lebih dari 15 juta copy, sampai hari ini! Luar biasa!!!Dongeng-dongengnya dan lukisan cat airnya tentang persahabatan binatang kecil mungil seperti kelinci, bebek, babi, ayam dan lain lain berhasil menciptakan senyum dan imajinasi indah dalam kepala anak-anak. Menjadi pengantar tidur dan penghidup nilai-nilai kebaikan dan membentuk karakter anak-anak yang tekun membaca buku-buku tersebut.Dan konon katanya, Beatrix semakin produktif menulis setelah dia membeli tanah di Lake District, tepatnya di Hill Top-Sawrey. Desa kecil di Cumbria ini dulunya menjadi tempat berliburnya semasa masih kecil. Di film itu digambarkan, bagaimana keindahan alam Lake District menginspirasi Beatrix untuk melukis dan mengarang 'sahabat-sahabat imajiner'nya yang kemudian menjadi seri dongeng abadi "Peter Rabbit". Royalti yang didapatnya selama menulis dan menerbitkan buku-bukunya membuatnya mampu membeli lahan ini dan bahkan akhirnya menjadikan dirinya sebagai seorang conservationist, kar ena ia membebaskan puluhan kilometer lahan cantik di Lake District dari tangan serakah sekelompok pengusaha kaya setempat yang ingin merubah kawasan tersebut sebagai daerah industri.Sebelum dia meninggal, dia berwasiat: mewariskan seluruh lahan yang dimilikinya untuk dikelola oleh National Trust (sebuah organisasi charity yang bekerja untuk konservasi situs bersejarah di Inggris) sehingga dia yakin Lake District akan tetap terjaga kealamiannya bahkan setelah ia mati.Beatrix bilang, "Teman-temanku dan alam raya yang cantik ini sudah hidup berbilang tahun disini dan merupakan kesatuan ekosistem, tolong jangan dirusak dengan pembangunan pabrik(industri) karena ini adalah keindahan alam yang diberikan Tuhan."Wow, perempuan yang menginspirasi bukan! *** Nanti sore, aku akan meluncur ke Lake District sampai hari Ahad (3 hari dua malam), menapak tilasi keindahan alam yang menginspirasi Beatrix Potter menjadi penulis anak-anak yang melegenda!Kata panitia, kami akan banyak hiking loh, jadi aku sekarang sibuk berdoa mudahan cuaca disana bagus, amin amin amin...InsyaAllah cerita-ceritanya akan kusambung kalau sudah kembali dari Lake District, sekarang kudu packing nih ^_^
PS. Photo-photo kali ini diunduh dari Om Google.

Siang ini, sekitar jam 1.30 PM aku disapa adik MP-er di Mesir lewat Gtalk. Dia bilang:"Kak, tadi aku mimpi... kita bertemu loh! Kakak datang ke Mesir""Lalu kita rihlah (plesir) ke Aswan""..." I'm speechless. That's one of my big dreams, to visit the site which has a great relic of ancient Egypt!"Amin amin amin..." I replied to him.Is this mean one of my dreams will come true shortly??? I wish ya Rabb...
PS. Photo is taken from here. This picture shows Sphinxes in rising waters at Aswan
For warming up: To know further what, where and how Aswan is relating to ancient Egypt, please have a look at this adventure website --> http://www.dignubia.org/. This website is not only full of information about Nubian's people, goddes and villages, but also full adventure of exploring the science of archeology, especially on ancient Egypt! Really interesting site, indeed!
 Perjalanan backpacking ke Selatan yang tak terlupakan! (12 November 2006)
Batu-batu tua ini memiliki daya magnet luar biasa buat si Kakak. Sejak kuliah semester awalnya di UGM, dia mengagumi keunikan dan sejarah tuanya, dan bercita-cita ingin mengunjunginya, di suatu masa. Sementara aku merasa biasa-biasa saja. Ah, cuma batu ini fikirku!
Saat kita mulai excited mau memasukkan Stonehenge sebagai salah satu tujuan backpacking kita ke Selatan England, memoriku sedikit menghangat karena dulu pernah membaca komik Jepang berlatar belakang sejarah Stonehenge dan manusia berkekuatan supranatural yang memiliki aktifitas ritual tertentu di lokasi itu!
Sesampai di situs ini, ternyata aku sama terpananya dengan si Kakak!
Batu-batu yang masih tersisa dan berukuran sebesar empat kali ukuran manusia setinggi 180-an cm ini meruapkan bau masa silam yang kuat.
Konon batu-batu ini sudah ada sejak 3100 tahun SEBELUM MASEHI!!!
Entah bagaimana ceritanya di padang rumput seluas ini tiba-tiba ada batu-batu raksasa berdiri dan membentuk formasi tertentu. Sementara disekelilingnya, padang rumput menghampar bermil-mil luasnya tanpa ada sebongkah batu besar apapun.
Banyak teori ilmuwan yang dikemukakan, dari sejak teori meteor jatuh sampai bencana alam dijelaskan panjang lebar, tapi silahkan dibaca lebih lanjut saja DI SINI.
Begitu masuk pintu utama: kami berdua sama-sama tenggelam dalam keasikan mendengarkan kisah masa lalu yang telah direkamkan pada sebuah benda elektronik berbentuk tongkat panjang.
Kami hanyut dan terlempar... melayang jauh ke ribuan tahun silam! menatap batu-batu neolithic sekaligus megalithic yang dipayungi langit sangat-sangat rendah dan awan menyerak, bergumpal, membiru... aura magis semakin mencuat.
Pencahayaan sang matahari yang alami dan kuat berkali-kali hadir, di musim gugur yang dingin. Dramaturgi masa lalu semakin terpancar kuat. Hanya batu-batu bisu, tapi entah kenapa seperti 'berkisah' pada kami.
Telah berlangsung jutaan upacara pemujaan: pada dewi ibu, dewa matahari dan bulan.
Alasan dibangunnya pun beragam: konon sebagai wasilah untuk memuja pencipta alam hingga sebagai tempat upacara pengorbanan anak manusia demi kepentingan penguasa haus darah.
Buat kami sendiri: inilah salah satu tanda Maha Besarnya Sang Pencipta Alam Raya Kun fayakun, maka jadilah!
Langit semakin hitam, kami harus kembali pulang. Good bye Stonehenge, good bye Wiltshire... Photo merupakan koleksi pribadi dari sini.
Tahukah anda, bahwa:
- Stonehenge dibangun dalam tiga fase penting. Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950), Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun lampau. Fase pembangunannya dibagi menjadi tiga fase utama, yang dibagi-bagi sebagai berikut: fase I, fase II, fase IIIa, fase IIIb, dan fase IIIc.
-
Dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge, hal ini menunjukkan bahwa monumen tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari pengangkutan batunya sendiri dari tempat lain, sampai tahap pengukiran pada setiap batunya. -
Berbagai spekulasi tentang alasan berdirinya Stonehenge sendiri sangat beragam, mulai dari sebagai tempat pengorbanan manusia, kuil, pekuburan, alat untuk menentukan musim sampai alasan astronomi seperti pengukuran periode gerhana matahari dan bulan. -
Seorang professor Astronomi, Gerald Hawkins menyatakan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Menurutnya, "Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu,maka anda pasti dapat menyimpulakan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu". Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge. (Dari berbagai sumber).
Jujur, ini kopdarku yang pertama dengan MP-ers yang tinggal di Indonesia. Setelah ngempih sejak awal 2005! Dan siapa sangka, ternyata pertemuannya malah bukan di Indonesia.
Aku deg-degan banget. Ini kan kopdar MP pertama yang cukup banyak, dan aku jadi nyonya rumah *karena beliau-beliau akan menginap di rumahku*
Kalau tahun 2005 dan 2006 aku lah yang menjadi tamu bagi MP-ers yang kusambangi di daratan Eropa *Hallo Mba Sikrit, Mba Anky, Mba Ira, Mba Windy dan Mba Dewi* ^_^
Aku tidak punya beban sama sekali. Kalau sekarang, huh! Aku setengah grogi dan takut. Takut mereka gak berkenan dengan menu masakan sederhanaku. Takut dengan rumah sewaan mahasiswi kere yang seadanya ini tak membuat nyenyak tidur mereka. Takut kurang melayani dengan baik. Ttakut akunya terlalu cerewet *hehehe, kalo ini bawaan orok siy* Judulnya takut segala-galanya.
Niwey, setelah sekian belas PM-PM yang panjang terutama antara aku, Mba Tita, Mas Yanu, Mba Abby dan Mba Dyah, jadilah sebagian kita bertemu hari ini.
***
Leeds
Aku berangkat dari rumah jam sembilan. Aku kesiangan. Haduh! Aku gak mungkin lagi naik bus, karena bakal lama banget nunggunya di halte. Today is saturday, bus datangnya setiap setengah jam sekali, whuaaaaaaa!!! Bakal terlambat dan ditinggal coach. Gak lucu banget kan...
Mau tidak mau, I should run, run and run! Berlari sekitar 5 kilo kalau tidak mau ketinggalan bus. Padahal bus ku berangkat jam 9.30. Oh, I was hopeless. Can I make it???
Then I was run..., run... and still run!!! As quick as I can!!!
Finally, aku sampai bus station jam 9.21. Pyuh! Not bad! Walo kakiku sakit, huhuhu. Tak apa, demi kopdar MP, hahahahaha.
Dalam bus aku batal tidur. Kenapa? Aku duduk sebelahan dengan gadis Malaysia yang hangat dan ramah. Kita cocok ngobrol apa saja. Akhirnya satu network lagi dibangun, horey!
***
Manchester
Jam 10.35 tepat aku sampai di Manchester coach station. Pyuh, setelah hampir dua tahun gak keliling-keliling Manchester lagi! Bukan apa-apa. Aku sering banget ke Manchester, tapi bukan ke city center nya. Aku kesana hanya numpang lewat bandaranya, untuk penerbangan ke berbagai kota di seluruh dunia.
Tentu aku jadi seperti anak hilang. Celingak celinguk gak karu-karuan. Memalukan! Untungnya gadis Malaysia ini juga akan menuju Piccadily Station, tempat dimana Mba Abby dari Lancaster, plus Mba Tita dan Mba Ywed berjanji bertemu denganku.
Setelah aku berpisah dengan si gadis Malaysia, mataku mulai berputar, mencari sosok-sosok MP-ers. Tak lama tengok kiri kanan, ada seseorang berteriak:
"Ima, Ima... hey!"
Aku menoleh cepat. Ternyata Mba Abby. Wow, sama cantiknya seperti aslinya loh!
And you know what? I just felt that I've already knew and met her from long long time ago. I think Multiply is a miracle, indeed. MP makes me feel so close to everybody, eventhough I've never met them! This is sooo amazing!
Hasilnya, aku dan Mba Abby udah nyerocos aja, bahkan kadang-kadang saling berebut bicara. Wahahaha, MP-ers banget gak siy ^_^
Sekarang tinggal menunggu bertemunya kami dengan dua MP-ers lainnya: Mba Tita dan Mba Ywed. Katanya mereka masih menitipkan luggage nya ke locker. Uh, aku masih merasa deg-degan niiiiiiiiiy T_T
Dari jauh aku liat seseorang, sama persis seperti kesehariannya yang diperlihatkan di MP. Perempuan ayu berwajah Jogja banget, Mba Tita pasti! Dan disampingnya pasti gadis cantik dan langsing dari Jakarta, Mba Ywed. Kami langsung bersalaman hangat dan berpelukan. Again, another miracle. I just felt that I met my big sista!
Mba Tita itu pembawaannya tenang, agak berbeda dengan di MP, yang keliatan ndagelnya, hahaha. Atau Mba Tita keliatan kalem karena pengaruh jetlag kali ya, hihihihi *kesimpulan seorang adek yang kurang ajar*
Kalo Mba Ywed, wah! Belum berani komen, soalnya kita kenalan di MP nya pun baru seminggu ini, setelah aku dikenalkan pada beliau sebelum mereka terbang kesini.
***
Dan meluncurlah kami ke tujuan masing-masing.
Loh? Jadi kopdaran gak niy??? Kopdaran kali ini agak antik dan rumit, plus seru! Banyak adegan seek and hide! Ceritanya ntar aje ye, jilid dua, huehehe...
Karena Mba Ywed membawa rombongan kecil pemenang sebuah kuis Indosat maka beliau harus bertugas dahulu membawa pasukan tersebut ke Manchaster stadium di Derby. Sedang aku, Mba Tita dan Mba Abby akan berjanji bertemu dengan MP-er Manchester asli Solo yang aku sendiri pun belum pernah bertemu dengan beliau. Walau namanya sendiri sudah sangat terkenal di milist PPI UK dan the Jakarta Post. Dia pendatang baru di MP, walau katanya *menurut pengakuan beliau loh ya* sudah lama 'mengamati MP' sejak setahun lalu.
Orang satu ini asik loh! Medhok banget dan kalo ngomong seru! Dan ternyata nih ya, temannya beliau, ternyata temanku juga! Dan temannya Mba Tita, ternyata ya temanku juga, yang juga ternyata temannya wong Solo siji iku. Whuaaaaaaa, dunia menjadi semakin 'sempit' karena MP! Siapakah beliau???
Ah..., aku bobo dulu ya pembaca, udah ngantuk berat. Besok kudu bangun pagi-pagi sekali. Kami akan melanjutkan perjalanan ke kota tua nan eksotis: York.
Pintu rumahnya sangat tua. Bahkan kuno. Sepertinya dibuat dari kayu jati atau oak tua. Sekilas seperti pintu dungeon atau penjara bawah tanah karena ukirannya yang sangat minim dan kaku.
Pelan kugeser pintu tua itu. Mataku langsung menjelajah suasana didalamnya. Aku seperti dilemparkan ke masa silam oleh segala artefak yang ada dalam rumahnya. Langit-langitnya sangat tinggi. Berhiaskan kaca-kaca berukir tembus pandang dan berwarna-warni. Disisi kiri kanan terlukis lambang-lambang kebangsawanan khas Inggris di atas keramik berwarna warni. Ingin kusentuh, tapi terlalu jauh dari jangkauan tanganku yang pendek.
Ornamen dalam rumahnya sangat khas Inggris abad ke 13. Luas dan lapang. Ini juga rumah peribadatan, tentu saja dikiri kananku dipasang bangku bangku tua berjejer memanjang. Tampak sangat kuat. Dari informasi yang kubaca di SINI, bangunan ini sudah berdiri tegak sejak tahun 1210. Pelan langkahku menapak. Aku tak ingin mengganggu dirinya yang sedang beristirahat.
Sebelum aku menemuinya, aku sempatkan diri untuk menyapa pengurus rumahnya. Mereka punya tugas masing-masing dan berdiri di tempatnya masing-masing. Senyum manis kulempar dan berbalas senyum tulus dari laki-laki tua berwajah teduh yang menjaga pintu penghubung ke ruang istirahat William Shakespeare.
Saat kumasukkan beberapa coin mata uang Inggris dalam donation box, dia berucap lirih,
"Thank you darling for your generosity".
"You are welcome", sahutku pelan.
Sekali lagi aku mengedar pandang! Didepanku berdiri gagah altar pemujaan. Rupanya rumah peristirahatan sang maestro juga merupakan gereja kecil bagi penduduk sekitar dan turis yang ingin mengheningkan cipta sesaat dan memanjatkan doa.
Shakespeare diizinkan 'berteduh' disini karena semasa hidupnya dia menyumbangkan pajak penghasilannya untuk rumah ibadah ini sebesar 440 pounds. Sangat besar untuk ukuran zaman itu. Wow, dia sangat generous ternyata!
Pandangan kuedarkan ke sekeliling. Disebelah kiriku, tepatnya disamping kiri atas kepalaku, terlihat patung Shakespeare sedang menatap tajam ke arah ranjang peristirahatannya. Ditangan kirinya tergenggam erat sebuah pena berbulu angsa dan tangan kanannya menggenggam selembar kertas yang siap ditulisi. Matanya sangat cerdas, seperti aliran syair dahsyat dalam maha karyanya, Romeo and Juliet, Julius Caesar atau Hamlet.
Aku ucapkan salam didepan ranjangnya,
"Selamat siang tuan, apa aku mengganggumu...?"
"Oh, tidak sama sekali..." senyumnya mengembang.
"Terima kasih sudah menerimaku di rumahmu, nyaman sekali". aku menyahut senang.
"Just feel free..., silahkan dinikmati..." dia duduk diujung ranjangnya.
"Will, aku pengagum karya-karyamu. Gaya ungkapmu luar biasa indah..., bahkan sampai sekarang, sedikit sastrawan Inggris lainnya yang bisa menandingi!" aku yakin mataku berbinar-binar saat mengucapkannya.
"Ah, terima kasih untuk compliment nya". sahutannya terdengar bersahaja.
"Aku kagum pada aktifitas senimu selama di London disepanjang tahun 1592 sampai 1604. Kamu seniman serba bisa..., ya aktor, ya penulis script (naskah drama), ya penyair sekaligus penulis drama tragedi terkenal Romeo and Juliet yang menyejarah itu. Apa rahasianya kalau aku boleh tahu?".
"Rahasia? Aku tidak punya rahasia. Aku hanya menulis dengan hati. Aku mengamati sekelilingku. Kehidupan masyarakatku. Ketimpangan-ketimpangan sosial yang ada. Aku gelisah, lalu kutuangkan di atas kertas, dengan hati. Itu saja..." sahutmu lembut.
"Berarti, seandainya sekarang kamu masih bisa menulis, kamu juga akan menuliskan drama beberapa babak kisah tragis dunia saat ini? Dimana penguasa serakah di barat ingin menguasai bahkan mengangkangi dunia timur dan dunia timur 'membenci' barat, kadang-kadang tanpa pengetahuan yang cukup?"
"Iya, aku akan menuliskannya. Aku membenci perang dan dendam di muka bumi, atas alasan apapun! Sebagaimana aku menuliskan kisah tragis keluarga Montagues dan Capulets yang mengalirkan darah tak berkesudahan...". Jawabannya terdengar tegas.
"Terima kasih Will..., terima kasih untuk keramahanmu menerimaku disini dan menjawab kegelisahanku atas dunia hari ini..."
Dia tersenyum sekali lagi.
"Aku pamit dan kapan-kapan aku akan mengunjungimu lagi..." aku melambai dan memberikan senyumanku.
Shakespeare menatapku dan mengangguk. 
Beberapa langkah, aku terhenti..., lalu berbalik. Aku teringat belum meminta izinnya untuk berphoto bersama. Ajudannya yang berdiri disampingnya kutanya,
"Sir, may I take a picture with him? tanyaku sambil menunjuk Shakespeare's grave.
"Help yourself darling..." sahutnya ringan.
"Thank you Sir..." ujarku senang.
***
*Dialog yang dibangun dalam tulisan ini adalah dialog imajiner ku saat aku mengunjungi makam William Shakespeare di Stratford upon Avon pada tanggal 24 Maret 2007.
-
A glooming peace this morning with it brings;
-
The sun for sorrow will not show his head.
-
Go hence, to have more talk of these sad things;
-
Some shall be pardon'd, and some punishèd;
-
For never was a story of more woe
-
Than this of Juliet and her Romeo.
-
(from Romeo and Juliet)
Sambungan kisah dari SINI ^_^
Keluar dari mobil, kami langsung disambut adegan domba-domba berbulu putih tebal yang merumput dengan damai di kiri kanan jalan setapak berpagar besi menuju Temple Newsam. Seperti ketombe saja penampakannya! Melihat pemandangan ini saja hati rasanya sudah sangat nyaman dan bahagia. Ternyata untuk menjadi bahagia dan nyaman itu sederhana saja ^_^
Temple Newsam ini sebetulnya farm (peternakan maha luas sebesar 1500 acres atau setara dengan 600 hektar) sekaligus taman dan hutan yang dulunya dimiliki oleh Capability Brown di abad ke 18. Lalu temple ini kemudian dimiliki oleh keluarga Ingram lebih dari 300 tahun, makanya ada juga mansion (rumah besar)nya di tengah-tengah farm luas ini. Dalam mansion nya sendiri konon terdapat karya-karya seni berkelas yang sangat kaya dan beragam.
Kita memutuskan untuk gak masuk ke dalam mansion karena aku dan Fely baru saja sebulan lalu 'menghamburkan' uang *karena fee entry mahal bo!!!* untuk masuk ke salah satu castle terbesar di Inggris, yaitu Warwick castle. *Cerita petualangan di Warwick castle nya menyusul ya* :-p
Sekarang sih farm ini milik Leeds city council dan disulap jadi peternakan dan pengembang biakan sekitar 400 binatang plus surga bagi pecinta bunga-bunga seperti aster, chrysant, aneka mawar dan lavender. Sayangnya kemarin panas banget dan kita lupa gak mampir ke information center nya dulu. Jadi jalan-jalan kemarin kurang terencana dengan baik.
Back to Temple Newsam, karena kita memutuskan gak masuk ke mansion, rose garden dan farm nya juga *sayang duit, masa 3 pounds dikeluarkan hanya untuk melihat-lihat sapi, kambing, domba dan babi, iiiiiiiiiiiih, di Indonesia juga ada!* kita semua setuju untuk menjelajahi woodland nya yang maha luas itu.
Oh oh oh! Bunga-bunga spring liar sudah bermekaran dengan cantiknya! Sebagian malah sudah layu saking panasnya matahari dua hari terakhir ini, hiks...
Aku, Fely dan ibu kegirangan berphoto-photo segala gaya di seluruh penjuru berbunga. Bunga-bunga liar yang mekar mostly adalah Daffodil (putih dan kuning), Cherry blossom dan bunga mirip bunga kertas, aku gak tau namanya. Ssst, aku juga sampai jungkir balik ditambah adegan rebahan segala ketika memphoto si 'putih'. Pokoknya gak mau rugi judulnya, huehehehe 
Sisanya kita berjalan-jalan saja menikmati hangat matahari yang melimpah ruah dan pemandangan menghijau di seluruh penjuru, termasuk danau dan angsa putihnya. Khas Inggris country side banget dah ^_^
Saat matahari makin membara, kita memilih berteduh dibawah pohon besar. Nah, ini juga yang membedakan turis Asia dengan turis lokal. Kalau mereka memilih berjemur, kita justru memilih 'ngeriung' dibawah pohon, huehehehe ^_^
Bekal segera dibuka, lalu menikmati lunch di alam terbuka sambil bercanda dengan si cantik Olive. Subhanallah nikmatnya. ***
Total kita cuma menghabiskan 3.5 saja di Temple Newsam sejak jam 10.30 pagi. Matahari terik berdansa! Pipi Olive memerah bagai tomat dan kita mulai kehausan. Padahal sudah di'sogok' ibu dengan es krim lezat loh, huehehe. 
Pemandangan sekitar ternyata semakin 'hot'. British people berhamburan, muncul dari arah mana saja. Suara manusia terdengar dimana-mana, tanda pengunjung tambah banyak saja. Banyak yang cuma pakai tank top seksi atau malah bikini saja. Yang laki-laki malah telanjang dada, karena panas cuaca, huahuahuahuahua  *** Sebelum aku dan ibu didrop di City center sama Kang Aziz, kita diajakin mampir ke rumahnya yang asri. Duh, adem banget! Apalagi backyard nya besar, menghijau karena rumput gajah dan ada mainan seluncurannya!
Ssst, aku tadi sempat mencoba seluncuran itu sambil mendudukkan Olive di pahaku. Dia sampai ngakak-ngakak kesenangan dan minta diulang terus. Tante capek ya Sayang :-p
Sorenya, sekitar jam 4 Fely diantar ke rumah duluan dan aku sama ibu di dropped di City center. Aku gak beli-beli siy, cuci mata aja keluar masuk Debenhams, Topshop, Next, Marks and Spencer. Sudah berbulan-bulan euy gak keluar masuk toko begini!
Diujung senja, window shopping kita ditutup dengan minum Smoothie yang terdiri dari campuran strawberry, papaya, orange, pearl gum, honey dan yoghurt. Segaaaaaaaaaaar ^_^ Album photo picnic kita kemarin silahkan di'intip' di SINI ^_^
[Diary tanggal 15 April 2007] Trrrrrrrt, trrrrrrrrrrrt! Uh, siapa sih sms pagi-pagi begini? "Good morning Ima, jangan lupa bawa bekal lunch or we just pop in to Tesco, ngirit dikitlah, food little bit expensive at Temple Newsam. Mpe ketemu jam 10 nanti". Oh my God, iya iya, hari ini kan aku mo jalan-jalan sama Kang Aziz plus anaknya Olive si baby lucu umur 15 bulan, Fely dan ibunda Sapto. Aduh duh! Tapi badan kok masih remuk redam ya? Huhuhuhuhu, kemarin abis masak-masak dan menerima tamu siy. Ceritanya kita open house kecil-kecilan karena salah satu penghuni rumah ini, yaitu adinda Sapto sedang kedatangan ayah bundanya jauh-jauh dari Indonesia. Sang ibunda ingin berbagi kesenangan dengan teman-temannya Sapto dan warga Indonesia. Jadi kemarin Sabtu kita masak Rawon dan kawan-kawannya. *Uh, aku benar-benar lupa photo-photo Rawon dkknya itu* Tapi sumpe! Rawon nya segeeeeeeeeeeeeeeeeer banget. Apalagi cuaca cerah berangin kemarin Sabtu itu, jadinya asoy. Walhasil, aku baru sukses istirahat jam 12 malem Sabtu itu karena kudu menemani tamu, bersih-bersih dulu plus mandi-mandi dan leha-leha menghilangkan penat seharian, dan sms dari Kang Aziz tadi membuatku gedubrakan lari ke dapur! *** Waktunya udah gak cukup nih masak yang aneh-aneh. Aku cuma bikin mie goreng ditaburi abon, telur dadar, goreng kerupuk dan angetin bakwan jagung sisa teman makan si Rawon semalam . I thought those will be enough for all of us.Buru-buru mandi dan bingung pas milih-milih baju. Pinginnya yang terlihat casual tapi cerah, biar sesuai dengan cuaca diluar sana. Katanya cuaca hari ini bakal mencapai 23 derajat celcius! Waks??? Udah kek summer dong! Mari kita buktikan sodara-sodara! ***
"Fely, nanti ibunda Sapto duduk di depan dampingi Kak Aziz ya...?" aku meminta persetujuan Felycia sebelum kita semua masuk dalam mobil. "Ok..." diringi anggukan Fely. "Eits, Ima didepan aja, soalnya kudu baca peta...!" Kang Aziz tiba-tiba sudah disamping kami. "Heh...???" aku agak bingung! Seumur-umur di UK belum pernah jadi navigator! Dan setahuku, aku paling gak bisa baca peta, huhuhuhu T_T "Gampang kok..., ntar kamu tinggal baca print-an road direction yang udah kusiapin..." sahut kang Aziz lagi. "Hmmm, aku bisa gak ya Kang...???" Sumpah! Aku tetap aja gak PD, wong belum pernah jadi navigator je!!! "Fely, kamu mau duduk didepan?" aku masih mencoba menyelamatkan diri. "Duh Mba, aku paling gak bisa baca peta!" Fely menyahut tangkas! "Oke deh Kang, aku coba... tapi, kacamata kudu dibawa niy...!" Aku balek lagi ke rumah dan mengambil kacamata. Just FYI, aku tuh males banget pake kacamata minusku, huhuhuhu, jangan ditiru ya ^_^ *** Angin semilir dan nyaman. Langit cerah bukan main. Hampir-hampir gak berawan. Kang Aziz santai menyetir mobilnya dan aku duduk manis disampingnya sambil sesekali membaca print-an direction menuju Temple Newsam.  Ternyata Inggris ini benar-benar rapi sekali petunjuk lalu lintasnya. Aku yang seumur-umur gak pernah belajar nyetir mobil dan pay attention terhadap rambu-rambu dan penunjuk jalan saja merasa nyaman mengikuti petunjuk-petunjuk di jalanan yang terpancang jelas di setiap tikungan dan round about! Hopla, akhirnya kita sampai Temple Newsam juga. Setelah melewati sekitar 9 kali round about dan belok kiri kanan! Hey, I'm the navigator. In fact, it's not as difficult as I thought before. Hehehehe, PDku mulai tumbuh nih ^_^ *** Cerita bersambung ke SINI ^_^
| |