Imazahra's posts with tag: poem

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag poem
Blog EntrySejenak BerhentiMay 8, '08 4:03 PM
for everyone
Teman,

Pernahkah kamu terlibat begitu jauh
pada sepenggal kisah seorang musafir kehidupan?
hingga kemudian emosimu pun menghunjam
dalam rasa bernama:
kepedulian atas nestapa yang maha dalam

Aku pernah
tak hanya sekali
bahkan berkali-kali

Hingga kusadari
semua bukan tanpa rencana Sang Maha Tinggi
'kebetulan-kebetulan' yang kukira adalah tetirah sejenak dari hidupku sendiri
sungguh adalah kepastian yang berjentera turun dari petala langit
sebagaimana rencanaNya sejak alam azali

Dan di senja yang lalu
lembaran nestapa itu berulang
Ia rentakkan kabar lewat angin utara
Ia tumpahkan segenap kepahitan jiwa
untuk kupunguti hikmahnya
dari kolam airmata
yang menggenangi sejarah nasibnya

Aku dalam hening
sejenak berhenti:
untukmu...

Blog EntryBerbalas puisiJul 14, '07 9:32 AM
for everyone
Aku penyuka puisi-puisi Mas Agunks. Walau gak setiap saat mereply di rumah beliau :-) Entah kenapa, menurutku puisi beliau padat tapi tetap indah. Tanpa banyak kata, puisi-puisi beliau sampai ke hatiku...

Entah kenapa juga, disaat kalut-gundah, aku merasa lebih mudah berpuisi. Aku bisa menyampaikan resahku tanpa pembaca perlu tahu lebih detil apa saja yang kuresahkan. Puisi buatku adalah ruang untuk melepaskan 'gumpal-gumpal' atau 'kusut masai' benang masalah yang sedang kuhadapi. Setelah menuliskannya, hatiku lebih nyaman...

Berpuisi buatku adalah terapi jiwa :-) Aku gak peduli puisiku bagus apa enggak, yang penting aku bisa bermain bahasa ^_^

Nah, kali ini aku meng-copy salah satu puisi Mas Agunks, yang kemudian dibawahnya kureply dengan sebait puisi juga.

Selamat menyelami kawan ^__^


BATANG BUNGA YANG MELENGKUNG

batang bunga itu melengkung
meski bukan milikku
tapi lengkung batangnya yang berbunga
menghiasi dan mengharumi halaman rumahku

orang-orang berdatangan dan memuji
"ah, indah nian kebunmu ini.
pasti engkau orang yang berbahagia."

"kamu salah.
aku berbahagia karena aku sadar dengan apa yang kumiliki.
aku sadar, bunga itu tidak berakar di sini, di tanahku."

Sleman, Mei 2000

Dibawahnya, aku mereply dengan puisi pendek:

Batang yang melengkung indah
ke pekarangan rumahmu

barangkali pertanda
bahwa sebagian saripati akarnya
menyimpan rindu sunyi
pada tanah gembur
dalam hatimu...


Silahkan disambung berbalas puisinya disini, teman ^_^

Blog Entry...dan nafas terhenti...!Jul 11, '07 1:15 PM
for everyone

....dan
matahari menyengat
hingga melelehkan otak

...dan
bulan menghitam darah sangat
hingga membutakan mata

...dan sekonyong-konyong
keping galaksi menghambur cepat
menyedot dan menabrakkan
matahari dan bulan

...dan
nafas kehidupanku terhenti!


PS
Photo dijemput disini.

Blog EntryMata-mataApr 2, '07 6:10 PM
for everyone

Ini rumahku...

tempatku bercengkerama dan mengukir kisah

Disini aku nyaman menulis semesta

tentang keseharianku yang sederhana dan persentuhanku dengan sesama

Kalau kamu tak suka

tak usah dibaca dan tutup saja pintunya,

karena aku juga tak pernah mengundangmu masuk!

Aku tersentak di hening siang!

Sekonyong-konyong kamu sengit,

"kamu pembohong, kamu penipu dan kamu ternyata perempuan berhati buruk seperti yang selama ini dibisikkan banyak perempuan lain dibelakangmu..."

Hey, aku sudah turuti pintamu, bayu yang mengganggumu sudah ku'sembunyikan'.

Walau jujur aku tidak mengerti dimana letak ''pelanggaran asasi' itu.

Pun, bagaimana caraku 'menyembunyikan' adalah hakku!

Katamu ini juga pelanggaran literasi. Oke. Sepertinya aku harus kompromi.

Tanda-tanda yang tak kau suka sudah kuhilangkan, bahkan semua menjadi 'tanpa wajah'!

"Aku tidak suka caramu 'menyimpan', hapus saja"

Maaf, ini semestaku! Aku 'melahirkannya dengan susah payah'

"Kenapa kamu diam saja, aku benar-benar marah! Kamu perempuan pendusta"

Maaf, aku gagap bicara. Aku terlalu takjub dengan kutuk sihir dan tusuk mantramu.

Hatiku jelas berdarah , memerah dan kental.

Untuk semua 'mata-mata' pengintip rumahku, semestaku

Akulah angin bisu dan berserah pada usapNya,

dan kamu... berbuatlah sesukamu!


Blog EntryMenapaki Usiamu ShantJan 21, '07 9:10 AM
for everyone

Menapak:

tilas usia mu sahabat

yang semakin dewasa

dan matang karena cinta

juga kasih sayang tak bertapal

di atas bara waktu.

 

Hari-harimu yang memayah

karena kau sedang mengandung buah hatimu

walau penuh bulir kesadaran

dan kesabaran semesta.

 

Setelah kita berkawan maya

dua tahun terakhir ini

Hidup semakin kuselami dalamnya 

lautan kasih & persaudaraan kita.

 

Dan pintu Ilahi pun terkuak

dengan aura mata batin yang bening

setelah ku melewati kesendirian

dan kesepian yang hening.

 

Ternyata tak ada yang lebih nirwana

dan membahagiakan dalam raya ini,

selain tulusnya berbagi pada sesama

Dan penyerahan diri padaNya

tanpa selembar pun topeng dunia!

Happy Milad Shanti Saptaning. May Allah always bless and love you, amin.

Photo diculik disini


Blog EntryIsak kuJan 6, '07 12:33 PM
for everyone

Tuhanku Allah

Hamba mengerti lara yang Kau beri

Adalah ujian kasihMu

Menuju tangga mihrabMu

 

Hamba tahu jalan itu tak lempang

dan berliku

pun ditengahnya Kau selipkan onak nestapa

Sebagai cambuk jiwa

 

Tapi Tuhan

Badai ini bergulung dahsyat

Bahkan hampir menelan raga jiwa

Suratanku kah aku tenggelam?

 

Tuhan, ini isak ku

Aku tak mau dustakan KasihMu

Ku tetap berharap pada buhul cintaMu

 

Seiring deras tangisku

Jemputlah aku

Meniti cahaya bintang-bintang

Mereguk ketenangan arasy Mu

di pertiga malamMu

"Wa tathmainnu quluubuhum bidzikrillahi, alaa bidzikrillahi tathmainnul quluubu -Dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingai Allah-lah hati menjadi tenteram"

Bisik lirihku: 5:30 PM, picture taken from Google


Blog EntryKolam airmataOct 12, '06 4:28 PM
for everyone

Leeds, 12 October, 2006

 

Seorang perempuan menangis

meneteskan butir butir bening

menggenangi jiwa

membentuk kolam kisah:

retak kaca, benang merah yang putus, tusuk duri tak berujung

:

aku mengaca

tenggelam didalamnya!


Blog EntryPurnama RamadhanOct 11, '06 3:20 AM
for everyone

Ramadhan ke 16

dirayakan purnama terang dan penuh

menggantung ayu di antara awan

jelang malam Nuzulul Qur’an*

 

Purnama malam itu berwarna putih keperak-perakan

bulat, besar dan tersenyum di hadapanku

bahkan seperti ingin diraih tanganku

 

nafasku pun tercekat, melambat,

ia tampak turun menyentuh jalan

indah... Subhanallah!

 

Ia

menyapaku:

Kenapa sendu?

Aku terdiam menatapmu lamat!

 

Jam semakin menujah malam

aku pamit undur

meninggalkan si cantik

 

Angin mendesir

seiring kayuhan sepedaku

daun dan ranting menguning, luruh menjuntai

menguatkan aura duka yang menyelinap gesit

 

Pohon-pohon sepanjang jalan

terlihat bagai manusia mencangkung

menyapa, mengajakku mengadu

 

Maaf, gerimis ini tak perlu kau tahu

cukup kuselami sendiri

bersama bayu

yang menyaput purnama

 

Rabb,

pintaku,

dengarkanlah lirihku

diantara sujud sujud tarawihku.

 

* Catatan menjelang Nuzulul Qur’an yang sepi-sepi saja disini, tak seperti di tanah air yang dirayakan secara khusus dan khusyu’. Catatan ini ditulis tanggal 8 October lampau, terilhami purnama yang bulat, besar dan terang.

** Photo koleksi pribadi, "Purnama di Chapeltown". Sayangnya hanya direkam dengan digicam tua, jadi gak bisa menangkap keutuhan purnama!


Blog EntryAutumn menyapa RamadhanSep 19, '06 7:56 PM
for everyone

Dingin,

Terdengar lagi gemeletuk gigiku…

dan angin utara perlahan berhembus

menyusup kebalik jilbabku

 

Surya melambatkan tebar cahayanya:

Lebih senang berlama-lama di peraduan

dan bersegera meninggalkan lazuardi kesepian kala senja

 

Srrrrrrrrrrrrrrr….

Suara angin bersenandung riang,

bercanda mengejar daun daun kekuningan

Lalu terduduk kelelahan dalam  tawa sambil hempaskan diri

merata di tanah setapak, bukit dan taman kota yang kecoklatan

 

Kesyahduan tersendiri;

Kota yang melindap

Penghangat ruangan yang gegas dinyalakan

Pohon pohon tua yang perlahan meranggas,

istirahat mengambil nafas

pun mengizinkan dedaun meluruh

bersama kenangan masa lalu

 

Autumn selalu hadirkan warna dan ibroh:

Meluruh, mengelupas kulit ari, berkali-kali

Mengenyahkan daki daki hati

Melepaskan seluruh luka

yang tak patut bertahan di dalam sana

Merusak jiwa!

 

 

Leeds 3:08 PM 5 September 2006

Selamat datang Ramadhan dijelang Autumn

 

*this poem is dedicated to Uni Desti and all my beloved friends who are going to celebrate Ramadhan kariim this year.

** photo taken as usual, from google.


Blog EntryHai kamu! Sep 6, '06 4:31 AM
for everyone

Hai, hai!

Ya kamu!

Menolehlah kesini…

 

Aku terkenang-kenang mimpi semalam

Berwarna warni, seperti kupu-kupu yang beterbangan

dan sontak ku ingat kamu!

 

Angin berbisik sendu di telingaku…

Apa…?

Setitik duka berjelanga di hatimu?

 

Kutitip rangkaian doa yang dibawa terbang kuda sembrani

Tolong jatuhkan saja ke pangkuan

sang pemilik lara disana!

 

Kamu membaca ini kan?

Kuharap kamu sekarang bisa melukis senyum

Di bibir ikhlasmu itu:

Tariklah segaris saja untuk dunia...

 

Dan semua akan tersenyum untukmu, sungguh!

©imazahra 2006

 

PS.

Senyum Ilhan diculik disini ^_^



Blog EntryBola itu BundaaaaaaaaaarJun 9, '06 6:40 AM
for everyone

Ball…

Bola ditendang

 

Ball…

Bola melayang

 

Ball…

Bola disundul

 

Ball…

Bola menyundul awan

 

Ball…

Bola terbang melewati langit

 

Ball…

Matahari ditabrak dan jatuh

 

Ball…

Goooooooool!

 

Ball…

Bulan jadi pemenang…,

 

sekonyong-konyong... PRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT!

Bola itu bundaaaaaaaaaar!

 

Ball…bull… ball…

Bulan melakukan pelanggaran

 

Ball…

Bintang sebagai wasit mengadili

 

Ball…

Tak ada pemenang kali ini.

 

 

Ps.

Suka bola *maksudnya menonton dan bersemangat* menjelang perempat final saja. Puisi ini ditulis karena terkenang 'ajaibnya' Korea di World Cup lalu :-)

Selamat menikmati permainan bola yang bundar itu ya, di setiap gelindingnya ada permainan nasib, trilyunan uang, sandiwara politik dan pertemuan bangsa-bangsa. Aneh. Kita bisa bermain damai dan sportif karena ulah si bundar! Ternyata manusia yang berbudi tunduk pada si bola tak bernyawa yang bundar... hidup bola!!!

 

Btw, kamu menjagokan siapa kali ini?



Blog EntryUntuk Ladydayeuh :-)May 22, '06 3:14 PM
for everyone

Teteh sayang...,


Usiamu menjelang lagi
di titian warna pelangi pagi,

yang menyembulkan kecantikan bunga-bunga
entah kuntumnya yang keberapa

Kupastikan ia mekar dan mewangi
disisa usiamu yang indah
karena selalu berbagi

 

Kau tau Teteh...?

...atas nama cinta
kuntum tulusmu

telah menyentuhku...
merubahku...
mendewasakan kedirianku...*

Teteh...,


jika manusia diluar sana meng-onak duri hatimu
mengertikah kau,
semuanya sirna belaka;


karena bunga kasihmu
menyebarkan harumnya ke semesta!

lalu semesta pun menyanyikan kidung terindahnya

 

:untuk cinta kasihmu. 

 

*Pertemuan kami (yang baru sekali) di Bandung medio 2003, sungguh menginspirasi pilihan-pilihan hidupku dan merubah tapak kaki sejarahku! Terima kasih yang tak terhingga, hingga hari ini. Happy birthday Kakakku :-D Mudahan kasih Tuhan tercurah untukmu selalu..., amin.

Love U always!



Blog EntryDia, rumah terbuka!Jan 3, '06 7:24 PM
for everyone
Kubaca laku seorang Ibu
lewat rumah terbukanya
kulihat keping-keping kaca kasih, berbunga cinta
untuk tetirah tiga mutiara jiwa

Dia buai anak-anaknya seiring desau angin,
lengkung langit biru, terbang kupu-kupu
ditengah serakan buku-buku, daras al-Qur'an dan suami terkasih

Rumah hangat itu bersinar
oleh celoteh dua kakak yang terkagum-kagum
pada sang adik mungil hadiah Tuhan

Diantara titian lelah tak berujung
menimang buah hati
Dia sempatkan sapa sahabat-sahabat terkasih
berbagi kisah, kue hangat, masakan sedap
dan warna hidup;

Merah yang bersemangat
Biru lazuardi menenangkan
Kuning sang kecerdasan
dan Lembayung yang tunduk pada Ilahi
... disela goresan pena tak berujung miliknya!


***

Mba Mamiek sayang..., happy Milad yang ke ... di 3 January 2006 ini :-)
Mudahan berkurangnya usia, membuat Mba lebih bijak dan diberkahi Rahmat dan Rizki berlimpah dari Allah Azza wa Jalla, hingga makin banyak lagi percikan rahmaan dan rahiim yang tersebar untuk sesama, amiiiiiiin.

Photo dicomot disini


Blog EntryMuhasabah, sambut matahari 2006Dec 31, '05 7:00 PM
for everyone
Bulir salju menari bagai kunang-kunang,
ditimpa temaram lampu jalanan
di luar jendela kamarku

Sunyi kini
terbanding riuhnya City center, Town Hall, Millenium Square
dan pub-pub beraroma bir dan hiruk pikuk mainan dunia

5 detik lagi tahun berganti baju
dan satu setengah tahun kuhabiskan usia
di kota dingin ini

Bukan..., bukanlah keriaan diluar sana
yang kuinginkan, berbaur bersama orang-orang mabuk
yang lupa diri, bersenang-senang
seakan hidup ini abadi!


Aku tercenung lalu merenung
jelang 5 detik ke depan
usia ini berkurang lagi!
Dan cukupkah sanguku nanti???

Teringat kembali
tutur Nabi Mulia SAW puluhan abad silam,
agar selalu mawas dan menghisab diri;

"Manfaatkan lima waktumu sebelum datang lima waktu yang lain"
"Isi dengan berguna masa mudamu sebelum datang masa tuamu"
"Pergunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu"
"Masa kayamu sebelum datang masa miskinmu"
"Masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu"
"Manfaatkan seluruh hidupmu sebelum datang matimu"

Aku tersentak!
Dentuman kembang api memerah di luar jendela
menyapu langit dengan warna-warninya
menandai 2006 di kota ini,
"Bismillah, ku berazzam tuk cipta kebaikan!"

*picture just taken recently, from our window at the 3rd floor!


Blog EntryI.B.UDec 22, '05 8:31 PM
for everyone
Ibu...
Dari rahim garba mu yang kokoh
bermula kisah anak manusia

Ibu...
Lalu bermilyar kesabaran kau ukir
mencipta kasih
menyebar cinta
menumbuhkan manusia

Ibu...
Berpeluh meniti waktu
Menyulam kebajikan
dan bersabar menanam benih
Demi anak-anak manusia

:  maka Ibu...
pun dunia dan seisinya
menyesaki jagad semesta
tak kan sanggup memenuhi
bejana cintamu

Bersama do'a dan bakti
kutumpahkan dalam bejana kasihmu
sejumput kata:
"Terima kasih melebihi luas mayapada
dan Selamat Hari mu, Ibu"

dirangkai diujung malam, 22 December 2005
Untuk Mama di 'alam sana' dan seluruh Ibu di dunia!


Blog EntrySecangkir teh InggrisDec 21, '05 6:32 PM
for everyone
Dalam secangkir teh
temani gundahku sobeki pinggir kertas
mendaras kabar yang dibawa angin timur

Dalam secangkir teh
kuhitung pelan detak jantungku
sambil menata hati

Dalam secangkir teh
yang diaduk-aduk waktu
berjelaga karena rindu
meneteslah airmata syukur
dalam cangkir teh dinginku
5 Januari 2006
Kau akan menggenapiku!


*terinspirasi oleh style dan ajakan Mas Agung KS untuk membuat puisi kolaborasi.


Kisah dibalik puisi:
(ditulis pukul 03.00 AM, 5 Januari 2006)

Puisi ini lahir tatkala 28 November lampau aku mendapat kabar dari yang terkasih. Dari mulutnya mengalir warta manis, "Sayang, tak lama lagi penantian dan asa penuh bunga milik kita, akan segera terwujud".

Aku melayang, buncah haru dan bahagia menyeruak bersamaan.... Bagaimana tidak, kami sudah mengikat janji di hadapan Allah untuk hidup bersama, saling mengasihi, saling memberi kebaikan dan mau menerima kekurangan sebagai pendewasaan hidup, diikrarkan sepenuh hati, disaksi orang tua dan sanak famili terkasih pada 15 Mei 2003 silam.
 
Ah..., memoriku terbang meninggi, pada wangi melati yang menutup hijabku, pada warna putih kebayaku dan pada senyum ikhlas tawadhumu... Lalu suasana hening yang menyergap semesta ketika kau bersaksi akan menjalani Miitsaaqhan ghaliidzha (ikatan yang kokoh) itu denganku. Disaksi orang tua dan keluarga besar kita, dan barangkali Abahmu dan Mamaku dari 'rumah' mereka.

"Asyhadu alla Ilaaha illa Allah, wa asyhadu anna Muhammad ar-Rasuulullah..." teguh kau ucap syahadat memulai janji, berharap Allah dan RasulNya berhadir menyaksikan penyatuan dua jiwa ini, dibawah ridhoNya, insyaAllah.

Hari berputar, dan status kita yang semula orang asing sama sekali, berubah sempurna menjadi "engkau pakaian bagiku, dan aku pakaian bagimu". Tawa, tangis, canda, percik api sebagai pemanis mewarnai usia muda pernikahan kita. Belajar bersama, memahami kefanaan dan kedhoifan diri.


Hari terus berlari, seiring bersilihnya bulan dan matahari. Hingga purnama ke empat, Allah memberiku ujian sekaligus nikmat. Aku dihadiahiNya kesempatan mengecap pendidikan lebih tinggi, yang bahkan tak akan mampu kuraih diluar nalar logikaku sendiri. Melalui jalanNya yang digariskan, dengan berat aku harus berucap,

"Kakak, Ima mendapatkan surat pengumuman dari IIEF, Ima berhasil melewati seleksi tahap akhir dari program beasiswa mereka, dan Ima harus berangkat bulan depan ke Jakarta, untuk mengikuti training bahasa selama 6 bulan, apakah Kakak....," terputus kalimatku, tak sanggup lagi jiwaku meneruskannya, akankah kudurhaka?

Hening sesaat....,

"Sayang, apakah kamu lupa, bagaimana dalam bulan-bulan terakhir ini aku dampingi kamu dan kubantu apapun keperluanmu demi memenangkan mimpimu melihat dunia?"

Airmataku jatuh, teringat kembali di hari Desember yang dingin, dalam deras hujan dia tunggangi sepeda motor tuanya dan mempostkan formulir isian tahap akhir yang harus kukirimkan hari itu juga. Demi sayangnya agar sang istri tak berhujan-hujan, dia rela pergi sendiri dan mengantarkan amplop bernama sang nasib!

Siapakah aku? Istri yang meninggalkan suami diawal perkawinan demi meraih mimpi? Siapakah aku, perempuan berhati keras lagi terasing dengan dirinya sendiri?
Siapakah dia, seorang suami yang sepenuh hati rela melepas halalnya 'surga'?
Siapakah dia, yang selalu bangun ditengah malam ketika istri gelisah dan resah dalam belajarnya?
***

Tak sampai 6 bulan kuhabiskan, tanpa direncana dan diduga sebelumnya, bagai petir tiba-tiba membakar ranting pohon, aku mendapatkan surat bertubi-tubi dari funding di belahan bumi sana dan Leeds University UK, bahwa bulan depan aku harus memulai kuliah!

Belum kutata hati menghabiskan masa 6 bulan hidup terpisah dengan belahan jiwa, sudah datang lagi amanah untuk segera bertolak ke negeri antah berantah yang tak kukenal sama sekali. Aku ini anak desa udik, yang bahkan selalu terpana dan masygul menatap kehidupan metropolitan Jakarta, apalagi disana? Sendirian..., tanpa siapapun yang kukenal?

Tercekat, keluar kata, "Ka, seperti apa ini? Langkah apa yang harus aku ambil? Aku sudah berusaha meminta agar keberangkatanku ditunda tahun depan saja! tapi kenapa yang terjadi malah sebaliknya??? Aku harus bagaimana....? pucat pasi wajahku, gemetar dan basah hatiku.

Sebuah tangan hangat meraih kepalaku dan meletakkannya didadanya. Detak jantungnya kudengar jelas, "Sayang..., kesempatan tak akan datang dua kali, berkali-kali. Bisa jadi di tahun depan calon penerima beasiswa kemampuan akademisnya jauh melebihi Ima saat ini. Inilah masamu, pergilah... selanjutnya akan kita  fikirkan dan tata  di belakang hari..."  tenang  kau elus hatiku, kau besarkan jiwa keberanianku.

Sekali lagi, perpisahan itu terjadi, menyakitkan... merobek-robek kesadaranku, entah denganmu. Tak ada pilihan lain dan harus dilangkahi, karena azzam telah dipancangkan. Soekarno Hatta saksi bisu, saat aku memelukmu untuk terakhir kalinya, seakan tak ingin kulepas untuk selamanya. Aku sudah tak mempedulikan orang-orang yang terheran-heran melihat kita berdua. Barangkali mereka berfikir aku akan dikirim ke mahkamah kematian, untuk terpenjara selamanya.

Bengkak mataku saat mendarat di Leeds Bradford airport. Disapa pucat kota Leeds, dingin menusuk, dan tak seorangpun yang kukenal.

Bulan pertama, kedua, ketiga... Hampir tiap malam kuhabiskan poundsterling untuk mendengar rinai kasihmu, nasehatmu dan pertengkaran-pertengkaran kecil milik kita. Betapa menyiksa! Mendengar suaranya, tapi sama sekali tak bisa melihat raut wajah belahan jiwa kita.

Kalender dinding sudah ratusan kali kusobek, tanpa lelah tapi diiringi debar di dada, akankah kita bersama lagi? Kapan...? Sulitnya visa dan besarnya uang jaminan yang belum sanggup juga kita kumpulkan, perak rupiah dan coin penny!

Ditengah-tengah assignment yang diberikan dua supervisors, summer berlalu, autumn, winter, spring dan summer kembali datang, tanda-tanda akan menyatunya 'dua pakaian' ini belum jua menerang.... Gelisah, perih, kadang kosong bergoyang dalam lubang hati.... menghitung tak jelas jalinan hari, tik tok tik tok tik tok! Detak jam kamarku seperti irisan pisau yang menyayat kesunyian.

Hanya keajaiban Allah kembalilah yang terjadi, tiba-tiba saja tanah warisan Kai untuk keluarga besar laku terjual. Dengan kasih dan ikhlas, Kaka, Ading, Mama, Gulu, Angah, Acil, sanak saudara, merelakan uang hak mereka dipinjamkan sementara pada kita.

  Bergegas kita ajukan visa. Seminggu berlalu, menjerat jantungku, mengiris-iris sukma kesadaranku. Diiringi doa-doa sunyi di sepertiga malam, bercucur tangis  mengharap izinNya menyatukan dua pecinta.
***

Alhamdulillah, di hening malam kutulis jurnal ini berlinang air mata syukur, dia yang terkasih akan kujemput nanti malam, doakan Kakak mendarat mulus di Manchester Airport pukul 18.15 PM, insyaAllah.

Mohon iringi langkah saya sore ini sahabat-sahabat MP-ers tercinta, mudahan kami, sepasang anak belia yang merajut mimpi untuk bersama, Bismillah..., bisa mencipta Sakinah, Mawaddah wa Rahmah berkali-kali, amin...



Photo AlbumUntuk Anak Manusia di 19-9-05 (6 photos)Sep 18, '05 8:41 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

BUNGA YANG MEKAR BULAN SEPTEMBER:

DIKECUP MENTARI PAGI
DALAM USAPAN EMBUN MALAM
DISELIMUTI DEBU KESUNYIAN
DAN MASIH DALAM PELUKAN ANGIN

KAU...
MENIMANG KUMBANG
MEMBELAI KUPU-KUPU

ADA YANG BERDENTANG ...
DENGAN CEPAT DAN TERUS MELAJU
ALARM WAKTU YANG BERDENYUT TANPA DIMINTA
TANPA MENUNGGU KEHENDAK KITA

DETIK-DETIK KE MENIT-MENIT MENUJU JAM-JAM
MENJADI SAKSI KELAK ATAS SEMUA PERBUATAN
BERBICARA TANPA HENTI
SEPERTI SAAT INI MELAJU TANPA DIMINTA

DALAM SATU WAKTU
DI BULAN SEPTEMBER

... SELAMAT ULANG TAHUN Kakakku PATRICK!
... SEMOGA PANJANG UMUR
... SENANTIASA DALAM KASIH ALLAH,
JUGA CINTA Kak ITA dan ILHAN..., jantung hatimu.

Dari aku yang mendo'a, saudaramu di seberang!



*photo diambil dari koleksi pribadi ketika tetirah di rumah mereka medio Agustus 2005

Blog EntrySekuntum doa untukmuJun 1, '05 3:50 AM
for everyone

June 1, 2005

Sayangku,
 
Hari lahirmu berulang,
yang ke 30 hari ini,
Sebuncah permohonan maaf Dinda
sebab tak disisimu kini...
 
Andai waktu dan ruang sanggup kupeluk,
ingin saat ini jua mendampingi Kakak,
Ucap syukur atas jutaan nikmat Allah
yang terberi pada kita,
diantara pertemuan jiwa ini!
 
Jika semesta ruang menjadi tak berjarak
karena rasa kasih,
ingin ku melesat detik ini jua,
mengucap do'a-do'a kebaikan dan cinta di telinga Sayang...
Membisik kejujuran nan lembut,
"Semoga Allah selalu menjaga dan mengasihimu,
karena  ku mencintaimu..."
 
Inspired by the rain outside my window, here in Leeds..., far away from my lovely husband.
 
PS.
 
Kanda sayang, maaf jika puisinya jelek, Ima belum pernah belajar menulis puisi, tapi mencobanya karena saran seorang yang Ima kagumi, Bunda Helvy!
 
Apalagi jika dibandingkan dengan puisi romantisnya Bapak satu ini:
 
"Hujan di Bulan Juni"

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

By: Sapardi Djoko Damono, puisi ini dikutip sebagai hadiah untuk orang-orang yang terlahir di bulan Juni, selamat Milad kawan :-)

 



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help