Menjalin hubungan kasih jarak jauh bukan lah perkara mudah. Ditengah manisnya hubungan mesra yang dirajut, pasti ada saja halangan yang menghadang sejauh jarak yang membentang. Tak hanya masalah komunikasi saja yang tidak bisa langsung dilakukan, karena harus lari-lari ke warnet atau meng-connect-kan laptop ke internet -yang biayanya juga tak sedikit, atau mengeluarkan banyak uang untuk Sambungan Langsung Internasional, atau musti sabar berhari-hari menunggu datangnya pak Pos menyampaikan sepucuk surat dari negeri seberang.
Kadang-kadang kendala bahasa, bahasa lisan dan bahasa tubuh pun menjadi persoalan baru. Apalagi jika sepasang kekasih ini berbeda minat dan pandangan akan sesuatu. Situasi semakin bertambah runyam.
Akan tetapi, sebagaimana kuatnya ikatan cinta yang dibangun oleh sepasang suami istri yang membangun rumah tangga dalam satu atap, ternyata sepasang suami istri yang sedang menjalin hubungan jarak jauh tak hanya berbilang minggu tapi bulan, bahkan tahun, juga tetap bisa bertahan. Ini merupakan prestasi tersendiri yang harus diapresiasi dan dibukukan (insyaAllah sudah ada penerbit yang berminat), ditengah marak dan mudahnya pasangan sekarang melakukan perceraian. Bahkan hanya karena alasan-alasan sepele.
Karenanya dengan segala kerendahan hati, saya berharap sahabat MP-ers semua yang dulu pernah atau sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan pasangannya, mau berbagi alasan dan sebab, liku-liku, tips menjalani atau pun romantika, keunikan, suka duka dan kekuatan yang mendasari pasangan bersedia menjalani Hubungan Jarak Jauh, atau bahasa kerennya Long Distance Relationship, menjadi kisah hikmah yang memberikan dukungan energi bagi sesama pasangan lain.
Kalau pasangan LDR saja bisa menjaga api cinta mereka, maka sudah semestinya lah pasangan satu atap bisa lebih mempertahankan nyala kasih mereka. Dari kisah yang disharing teman-teman, insyaAllah akan banyak manfaat yang bisa didapatkan pembaca.
Saya mengundang teman-teman untuk menuliskan kisah perjuangan teman-teman yang sarat hikmah, baik kisah di masa lalu atau sekarang memang sedang menjalani LDR.
Kisah hikmah ini boleh pengalaman pribadi, orang tua, kakak-adik, teman-saudara atau kenalan lainnya. Jika tidak ingin diketahui identitasnya, tolong beritahukan pada saya di awal. Karena rencananya nama kontributor tetap akan saya cantumkan.
Saya tunggu kisah LDR penuh hikmah milik teman-teman paling lambat tanggal 24 April 2008. Kalo naskah masih kurang, saya akan memberikan sedikit perpanjangan waktu.
Ayo teman-teman, ikutan jadi kontributor yuk! Ada waktu sekitar 2 minggu nih! Tidak usah khawatir dengan gaya bahasa, karena akan ada editornya ^__^
Silahkan kirim naskah teman-teman ke email imachairi@yahoo.com
Ketentuan umum penulisan:
· Panjang tulisan 4-8 halaman ukuran A4,
· Font: Times New Roman ukuran 12, 1,5 spasi.
Terima kasih banyak atas partisipasinya, Selamat Menulis!
PS. Undangan ini boleh disebarkan di MP teman-teman atau milis-milis yang teman-teman ikuti. Again, thanks for doing it ^_^