'Leadership for Social Justice, 18 June 2006'
Hari itu, seusai sarapan pagi Indonesian fellows sepakat ngelayap lagi, karena Opening Ceremony masih nanti siang baru dimulainya. Time is an adventure itself, wekekekek ^_^ Apalagi, sehari sebelumnya kita belum sempat menjenguk kediamannya si Bush. Kek apa siy rumah manusia 'berhati jahat' satu itu? Huh... penasaran.dot.com judulnya.
Akhirnya, sampai juga kami ke White House yang ternyata biasa-biasa aja. Bahkan sepintas terlihat seperti sebuah rumah dalam pengasingan, karena dikelilingi jeruji besi hitam yang tinggi. Kesannya Bush sekeluarga ada dalam penjara buatannya sendiri. Poor you!
Banyak turis, banyak yang photo-photo dan beberapa pedagang liar yang sewaktu-waktu datang dan pergi jika terlihat patroli polisi.
Yang unik, ada nenek sangat tua, sudah berumur 60 an yang setiap hari kerjanya demo, persis didepan rumah si Bush itu. (Red.silahkan liat photo-photonya disini). Sejak tahun 1981. Nonstop, 24 jam setiap hari! Hebat yah!
Dialah Conchitta, "the President's Neighbor White House Anti-Nuclear Vigil", yang walau pada faktanya tak pernah sekalipun berhasil mengetuk hati salah satu presiden -sejak Jimmy Carter- untuk berbicara dan mendengarkan tuntutan beliau. Sejak 1 June 1981 hingga hari ini! What an ignorance!
Beliau setiap hari memajang poster-poster bergambar yang melukiskan ragam isu ketertindasan negara lain akibat olah congkak si Bush dan kawan-kawannya. Sebut saja perang di Iraq, Korea Utara, penjara Guantanamo, anti nuclear America, kelaparan di Africa dan seterusnya. You name it! Dia bilang, inilah jalan satu-satunya untuk dia, menghentikan kebijakan politik America yang tak beradab, secara damai.
Si Nenek bernama Concepcion Picciotto ini sudah acapkali dimuat di berbagai majalah international juga website atas kiprah antiknya: Berdemo sepanjang sisa hidupnya, setiap hari, 24 jam di depan rumah Bush, selalu! Unik dan mengagumkan, karena ini pilihan hidup yang mengandung banyak resiko tentunya.
Beliau juga sudah bolak balik dipukul, ditembak dengan sinar laser, ditampar dan dipenjarakan oleh antek-anteknya Bush. Tapi begitu bebas, si nenek gak pernah kapok. Lanjut lagi demonstrasinya! Sampai hari ini!!!
Setelah kuamati cukup lama... si nenek yang aslinya berasal dari Spain ini ternyata menerima uang dari setiap tourist ataupun photografer yang memotretnya berkali-kali. Rupanya dari belas kasih orang juga beliau hidup. Dia memang 24 jam tinggal di depan rumah Bush dengan poster-poster protesnya, jadi gak punya kesempatan lagi untuk mencari sesuap nasi diluar aktifitas demonya. Ini persangkaan baikku ^_^
Untuk mengetahui sepak terjang nenek berhati emas ini, silahkan tengok official website beliau, klik disini!
***
Puas mengamati dan memotret WH dan suasana disekelilingnya, hari sudah semakin terik. Mengingatkan kami semua agar beranjak siap-siap kembali ke lokasi institute, menghadiri LSJ opening ceremony, jam dua siang itu. (Red.beberapa photo LSJ opening ada juga disini).
***
Sorenya dimulailah Story circle di masing-masing thematic group. Tujuannya untuk mengakrabkan sesama fellows, sambil mendengarkan ketidak-adilan nyata yang dialami oleh fellows lain dari sudut-sudut dunia.
Mengharukan, karena hari itu aku mendengarkan kisah-kisah ketertindasan luar biasa dan they solved their problems! That's why, we chosed by IFP program because we are marginalized people.