Imazahra's posts with tag: indonesia

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag indonesia
Blog EntryKITA!! Apr 19, '08 5:30 AM
for everyone
Kemarin malam tepat pukul 7 aku meluncur membelah kota Jogja bersama seorang kawan. Aku memutuskan 'bersantai dan menikmati kesenian, yang sudah lama tidak kucecap. Happening art terakhir kali yang kusaksikan adalah Pementasan Teater Koma dengan lakon "Ada Apa dengan Leonardo?" dan jujur aku kurang puas pada banyak hal.

Kami menghadiri opening art: KITA!! Japanese Artists Meet Indonesia, yang akan berlangsung sebulan penuh sampai dengan tanggal 18 Mei 2008 di Jogja. Jadwal di Bandung dan Jakarta silahkan dilihat di website: Japan Foundation.

Setiba di lokasi, Jogja National Museum, kulihat gelombang manusia mulai mengerubung pintu masuk menuju pembukaan acara. Rupanya acara pembukaan molor! Kenapa ya? Hampir-hampir aku belum berhasil juga menemukan acara yang diselenggarakan di Indonesia tepat waktu :-)

Kami melangkah masuk. Mendaftar di meja pendaftaran. Mendapatkan selembar jadwal opening ceremony untuk malam itu dan satu stiker Jogja National Museum.

Aku memilih duduk dari pada berdiri, mengingat aku tidak tinggi dan malam itu aku sangat 'bernapsu' ingin memotret setelah tak menyentuh camera tersayang hampir dua bulan lamanya.

Kuayun kaki mendekati panggung kecil untuk pembukaan nanti. Aku duduk tenang. Kusapu pandang ke sekelilingku. Ada banyak seniman terkenal *tapi lupa namanya siapa saja*, bule-bule dan tentu saja Japanese. Orang-orang asik mengobrol menujah waktu. Terdengar bak dengungan lebah dengan berbagai nada, ada celoteh bahasa Jawa, Indonesia, Inggris, Belanda, Jepang. dan entah bahasa apalagi. Unik. Berbeda tapi datang dengan tujuan sama: Menikmati olah seni dan kreasi anak manusia.

Pada titik ini aku tercenung. Seni acapkali menyatukan banyak orang, apapun latar belakangnya! Seni bisa sangat mesra menghubungkan dua manusia yang sama sekali tak saling mengenal. Bahkan berjauhan jaraknya dari satu titik di ujung bumi ke titik bumi lainnya. Kecintaan dan apresiasi pada musik, seni teater, seni lukis dan seterusnya mencipta jembatan tak kasat mata: perayaan budaya universal!

Dalam hal ini makanya sering kutemukan,atheis sekalipun bisa menikmati maha karya Rumi yang sebenarnya secara filsafat theologis sangat 'memuja dan merayu' Tuhan.

Eh jadi ngelantur, hahaha... back to the ceremony!

Acara akhirnya dimulai sekitar pukul 8 kurang. Hampir molor satu jam. Tapi tak apa, aku masih bisa memberi sabar.

Satu hal yang kutemukan malam itu, pembukaan acaranya sangat 'Indonesia'. Berpanjang-panjang kata. Baik sambutan dari pihak Indonesia maupun dari Japanese Artists representative! Ouch!

Katanya acara ini terselenggara berkat kerjasama beberapa art house di Jogja dengan Japan Foundation, untuk memperingati 50 tahun persahabatan Indonesia Jepang.

Setiap kali perwakilan artis itu bicara, MC harus menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia or vice versa. Saat itu hatiku sudah berlari kemana-mana. Ingin segera menyaksikan Chanchiki Tornade [Orchestra music] dan Strange Kinoko Dance Co. Karena dua hal inilah aku datang :-)

Usai sambutan-sambutan, yang kucatat paling penting di benakku adalah keinginan kedua belah pihak, agar lebih terbukanya kesempatan kedua negara untuk lebih mesra dalam berkesenian. Ada harapan agar tercipta ruang-ruang yang lebih luas bagi warga Indonesia untuk belajar pada Jepang yang sudah sangat maju. Tidak hanya Japanese artist saja yang 'hidup dan belajar' seni Indonesia, tapi Indonesia juga bisa 'mencuri ilmu' resep maju ala Jepang.

Seremoni pembukaan akhirnya ditutup dengan dua hal:
Pertama, menyaksikan mereka [panitia Indonesia dan seniman Jepang berjumlah 50 orang] memotong tumpeng dan memakannya beramai-ramai di hadapan kami. Kasian deh penonton :-)

Kedua, sebuah becak ditarik dan dinaikkan ke atas panggung mini, lalu para seniman Jepang itu bergantian menggambar di becak yang sudah dicat putih itu.  Mereka menyebut becak ini SHUTTLE BECAK dan panitia menyediakan transportasi yang semakin tersisih di kota Jogja ini untuk mengunjungi venue lokasi pameran lainnya [Jogja National Museum - MES56 - Cemeti Art House - JNM kembali].

Lucu juga melihat mereka menggambar 'sign'nya masing-masing. Kelihatannya agak kesulitan karena mediumnya berupa cat licin mengkilat dan spidolnya entah kenapa tidak mengalir deras malam itu.

Acara pembukaan ditutup dan kami dipersilahkan menikmati pagelaran perdana malam itu:
  • Karya instalasi
  • Lukisan-lukisan dengan aneka media [banyak yang menarik, nanti kalau gak malas kujurnalkan terpisah atau pas di albumnya saja sedikit kujelaskan].
  • Orchestra music by Chanchiki Tornado [mostly trumpet and big horns played beautifully in harmony]
  • Strange Kinoko Dance Co. [aku sangat-sangat menikmati tarian powerful yang 'berbicara' ini.
  • Sonton [contemporer music]
Daaannnnnnnnn, aku baru pulang hampir jam sebelas malam. Membelah Jogja yang hening kembali setelah keramaian sesaat, merayakan ekspresi manusia berkesenian.

Blog EntryKeretaku terhenti!Apr 10, '08 5:13 PM
for everyone
Malam ini semakin pekat
Bayu berhembus kencang
Kereta anginku meliuk di angkasa gulita

Aku menjelajah semesta
Menyapa ribuan bintang
dan bulan yang tersenyum manis padaku
dan menjenguk puluhan planet-planet

Sekonyong-konyong kereta anginku berhenti!
Aku terjerembab...
aduh!

Gegas kuperiksa
Cadik kereta anginku masih berdiri tegak
Berkibar-kibar bercanda dengan sang bayu

Aku terpana...
Aku menduga...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ternyata aku diblocked!!!!!!!!!!!!!!!!


Uuuuuuuuuuuuuuuuuuuh XL Centriiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnnnnnnn!

Kembalikan 'semestaku!'
***



Gak nyangka sama sekali! Di saat teman-teman sedang mensyukuri terbukanya kembali situs Multiply, aku sekarang malah merasakan tidak enaknya diblokirrrrrrrrrrrrrrrrrrrr!

Pantesan dari kemarin moody-an, ternyata bakal mengalami ini toh :-(
Hiks, hiks, hiks... mau sampai kapan XL Centrin memblokir MP tercinta???

Sekarang termangu-mangu kesal karena menjelajah semesta lewat jalan tikus yang leletnya minta ampun! Padahal sudah mendownload program Global Pass dan masuk lewat situ.



Link: http://www.petitiononline.com/jkt9408/petition.html

To: PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

Kepada Yth,

BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

C.q. MENKOMINFO RI

Dengan hormat,

Bersama ini kami sebagian masyarakat Indonesia, pengguna, pengakses website/blog provider www.multiply.com memohon dengan hormat agar Pemerintah RI menghentikan pemblokiran terhadap website tersebut agar kembali dapat diakses oleh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi, Multiply adalah website/blog provider website yang sangat informatif, lewat Multiply kami mendapatkan referensi dan pengetahuan untuk segala hal yang diakses dan digunakan oleh ribuan orang dan atau blogger.
Dan juga sebagian blogger Multiply adalah pengusaha kecil dan menengah yang menggunakan Multiply sebagai media marketing untuk menjajakan barang/jasa yang mereka produksi. Tertutupnya akses Multiply ini mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi kami yang mengantungkan kegiatan promosi pada Multiply. dengan pemblokiran ini, Pemerintah sedang MEMATIKAN USAHA KECIL DAN MENENGAH dan berdasarkan UUD1945 pemerintah telah melakukan pelanggaran HAM karena Hak Atas Akses Informasi adalah Hak Asasi Manusia yang dilindungi UUD1945

Hentikan pembodohan publik, hentikan kemunduran pemikiran.

Kami hormati tujuan pemerintah melindungi persatuan dan kesatuan Indonesia yang mungkin akan terusik karena diakibatkan dari adanya film "FITNA" namun juga kami berharap pada Pemerintah untuk tidak menggunakan MORTIR untuk membunuh NYAMUK sehingga mengakibatkan kehancuran seisi rumah.

Sebagai informasi juga bahwa sebagian masyarakat beranggapan bahwa film FITNA bukanlan film yang dapat mengakibatkan perpecahan atau film yang berunsur adu domba yang dapat mengakibatkan amarah bagi yang menontonnya, film tersebut tidak lebih adalah ekspresi ketakukan si pembuatnya terhadap kemajuan dan kebesaran agama Islam didaratan Eropa.

Sekali lagi, jangan menggunakan MORTIR penghancur untuk membunuh seekor NYAMUK sehingga mengkibatkan kehancuran seisi rumah. Kami mohon dengan hormat agar pemblokiran website tersebut dihentikan.

Salam hormat kami

Masyarakat Indonesia


Sincerely,
The Undersigned

Blog EntryPlease Sign the Petition If You Agree with UsApr 9, '08 8:10 AM
for everyone
Dear teman-teman semua,

Menyambung jurnal sebelumnya dan menanggapi tanggapan positif dari sebagian besar reply teman-teman, saya langsung menyusun Draft Petisi untuk meminta Depkominfo menghentikan pemblokiran pada Multiply yang sejatinya tidak perlu.

Dalam draft tersebut saya juga menyampaikan bahwa kita alih-alih terbakar amarah gara-gara FITNA, banyak Multipliers Indonesia justru mengaku bahwa setelah menonton film tersebut malah ngakak, tertawa atau setidak-tidaknya tersenyum atas ketidak-akuratan film yang dibuat, sangat dangkal dan amatir. Orang yang sehat akalnya pasti tidak akan terpengaruh dengan sebegitu mudahnya atas propoganda amatiran yang dibuat oleh Geert Wilders.

Akan tetapi mohon maaf, saya tidak segera mempublikasi draft itu apalagi langsung membuat petisi di www.petitiononline.com mengingat beberapa pertimbangan:
  • Saya perlu menunggu tanggapan dari lebih banyak teman-teman MP-ers lagi, termasuk Ibu Presiden, tapi rupanya seharian kemarin beliau benar-benar sibuk di lapangan [hehehe, bisa dimaklumi kok, Teh]. Rencana saya, jika diakuri niat saya, akan saya tayangkan dulu draft petisinya di jurnal saya. Barangkali ada bahasa yang kurang pas, mengingat saya tidak terbiasa dengan bahasa hukum formal. Atau MP-ers lain ingin menambahkan poin-poin tambahan yang juga penting. Jangan sampai petisi ini hanya diamini oleh sedikit MP-ers dan menjadi gerakan moral sporadis. Sudah pasti gaungnya kecil dan tidak memberikan efek apa-apa pada tingkat kebijakan!
  • Saya juga menginginkan Petisi Online ini tidak berhenti sekedar sebagai petisi di website tersebut, tapi mampu 'bicara' dan punya kekuatan hukum positif. Maksud saya, jangan sampai petisi yang sudah dibuat dan ditanda-tangani bersama-sama hanya menjadi seonggok 'uneg-uneg' tak tersampaikan pada yang telah membuat surat edaran pemblokiran. Kemarin saya sudah mencoba menghubungi pihak-pihak terkait yang dalam benak saya akan bisa membantu menyampaikan petisi tersebut langsung pada MENKOMINFO. Namun yang bersangkutan juga sedang sangat sibuk. Kita tunggu saja...
  • Saya juga sempat menyampaikan ide petisi ini ke beberapa blogger di luar komunitas Multiply yang dianggap sebagai blogger 'senior', namun entah mengapa juga belum mendapat tanggapan. Saya fikir semua ini hanya lah soal waktu saja. Barangkali ada baiknya saya tunggu dua tiga hari lagi.
Hingga kemudian, saya baru saja browsing dan menemukan FAKTA, bahwa sudah ada MP-er yang mengambil inisiatif membuat petisi sejenis. Bahasa dan cara penyampaian boleh berbeda dengan yang sudah saya konsep, tapi isinya sama, intinya sama-sama meminta agar pemblokiran Multiply oleh beberapa ISP yang ketakutan dengan surat edaran segera dihentikan!

So, tidak perlu lagi untuk saya menampilkan draft yang sudah saya buat karena basically saya setuju dengan petisi yang sudah diluncurkan oleh teman kita.

Yang penting sekarang ini adalah menambah jumlah angka tanda tangan dalam petisi online tersebut, sehingga jika jumlahnya sudah memadai barangkali beberapa perwakilan MP-ers Jakarta bisa memprintnya dan menyampaikan langsung kepada MENKOMINFO di Jakarta.

Silahkan kunjungi Petisi Online ini di SINI YA... terima kasih.


Blog EntryTeman-teman, Kita Ketemuan Yuk! Aug 20, '07 5:50 AM
for everyone
InsyaAllah saya akan bertolak ke tanah air akhir Agustus ini, walau tiket belum dibeli, alias berencana go show saja, karena beberapa pertimbangan dan alasan mendesak.

Dengan hormat karenanya saya memohon di PM nomor HP milik teman-teman yang berkenan ingin kopdar-an dengan saya. Mudahan kita bisa atur sama-sama jadwal ketemuan kita seasik mungkin ya. Atau Teh Ari or Bunda Wirda mau memfasilitasi ketemuan rame-rame kita, hihihihi :-D

Untuk teman-teman MP-ers Jogja, Alhamdulillah sepertinya kita sudah punya forum ketemuan yang asik niy, karena difasilitasi oleh teman-teman REGOLjogja yang menggelar diskusi santai jelang malam di Cafe Banaran. Info selengkapnya saya copy paste dari jurnal rilis yang dibuat empunya REGOLjogja, Mba Tita :-)

Senangnya lagi, saya bakal ketemu sama penulis idola saya, ANDREA HIRATA, yay! I'm so excited!!!

Jadi kepulanganku kali ini tak sekedar riset semata, tapi juga insyaAllah kaya dengan silaturrahmi, kalau teman-teman berkenan ketemuan denganku...

Kutunggu MP-ers semua tanggal 1 September di Jogja ya ^__^

Luv,
Ima

PS.
Pengumuman dibawah saya copy paste di jurnal Mba Tita, empunya REGOLjogja.
Link terkait:
- REGOLjogja.com

- Sembari Minum Kopi Meet the Backpackers!


Undangan Ngobrol dan Ngopi Bareng
"MENULISKAN KISAH PERJALANAN"


Mari kita mengembalikan ingatan pada 20 tahun lalu, pada petualangan Si Roy, tokoh ciptaan Gola Gong yang diterbitkan sebagai serial Balada si Roy di Majalah HAI. Roy adalah pemuda petualang, dengan ransel di punggungnya, menyusuri kampung-kampung di pelosok Nusantara. Kisah petualangannya menjadi serial yang hebat di Majalah HAI (yang kini sudah tidak menyediakan halaman fiksi lagi).

Kesuksesan Si Roy tak lepas dari kegemaran Gola Gong backpacking ke penjuru negeri. Bahkan, Gola Gong sendiri mengakui bahwa ia terinsiprasi oleh William Somerset Maugham, sastrawan Inggris yang mengatakan bahwa jika ingin menjadi pengarang, pergilah ke tempat-tempat jauh atau merantaulah ke negeri orang, kemudian tulislah berbagai pengalaman yang ditemukan. Dan betul, setelah melakukan perjalanan ke banyak tempat, Gola Gong berhasil melahirkan sosok Si Roy, yang menjadi idola remaja di tahun 1987-an dan kini menjadi legenda.

Travelling atau backpacking merupakan kegiatan rekreatif yang bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis. Pengalaman selama di perjalanan dan pertemuan dengan berbagai budaya memaksa kita untuk merekamnya dalam gambar maupun catatan. Sayangnya tidak setiap traveller/backpacker mampu merefleksikan kembali pengalaman-pengalaman itu  ke dalam sebuah karya tulis, baik berupa artikel di majalah, blog, penerbitan buku, maupun novel.

Belum banyak backpacker asal Indonesia yang menerbitkan buku atau novel perjalanan. Beberapa di antaranya adalah Agung Basuki (Buku: “Independent Travelling”), Sigit Susanto (Novel: “Menyusuri Lorong-lorng Dunia”), Adhitya Mulya dkk (Novel: “Travelers Tale, Belok Kanan Barcelona”), dan Andrea Hirata (Novel: “Edensor”). Sebagian travellers/backapckers yang lain lebih suka menuliskan kisah perjalanannya ke dalam blog , milis, maupun situs-situs komunitas seperti indobackpacker, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Apapun media yang dipilih, cetak maupun online, memang tak jadi masalah. Tiap-tiap jenis media punya kekuatan yang berbeda untuk menyampaikan informasi. Persoalannya adalah, bagaimana merefleksikan kembali kisah perjalanan menjadi bacaan yang menarik untuk dinikmati para pembaca?

REGOLjogja menggelar obrolan Sembari Minum Kopi yang memperbincangkan hal ini. Hadir sebagai narasumber utama adalah Andrea Hirata, karyawan PT. Telkom yang kini dikenal sebagai penulis best-seller tetralogi Laskar Pelangi, namun lebih suka mengidentikkan dirinya sebagai akademisi dan bakcpacker. Di forum ini Andrea akan berbagai kisah petualangannnya hingga ke pelosok Afrika yang banyak menginspirasi novelnya ke-3, “Edensor”.

Tentu saja, untuk bisa menikmati perjalanan yang nantinya akan menghasilkan karya tulis menarik (artikel/buku/novel), dibutuhkan sejumlah persiapan teknis: bagaimana baiknya memulai perjalanan, bagaimana membuat rencana anggaran, amankah cewek backpacking sendirian, dan berbagai tips seputar backpacking yang akan disampaikan oleh Fatimah Zahra. Ima, demikian ia dipanggil, kandidat M.Phill dari Leeds University – United Kingdom ini memang gemar travelling. Sebelum mendapat beasiswa kuliah di Inggris, ia sudah keliling Indonesia. Begitu kuliah di Inggris, ia tak melewatkan kesempatan menjelajah Eropa selama 3 minggu, sendiri pula!

Berminat bergabung dengan obrolan seru kami? Sempatkan bermalam minggu di Jogja pada 1 September 2007 nanti mulai jam 19.05 di Banaran Cafe, Kampus LPP Lt. Dasar, Jl. Urip Sumoharjo 100 – Yogyakarta. GRATIS, tak akan dipungut bayaran. Sebaliknya secangkir kopi dan teh akan menemani peserta obrolan. Oh ya, bahkan kami menyediakan 100 suvenir cantik untuk 100 pengunjung pertama. Belum lagi ditambah doorprize buku dari Andrea Hirata dan Penerbit Bentang serta tak ketinggalan oleh-oleh/suvenir imut yang dibawa Fatima Zahra dari Inggris.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa berkomunikasi via e-mail: regoljogja@yahoo.com atau melongok situsnya di http://regoljogja.com, telpon 0274-374006, boleh juga ke ponsel saya (pratita – 0811258438), dan bila perlu menyinggahi kantor kami di Jl. Langenarjan Kidul 13-A Yogyakarta.

ddd
dThumbnaild
ddd
Ini seri adults makan krupuk plus-plus!
Banyak gelegak tawa, banyak senyum tercipta hari itu.
Semua menikmatinya...

Sisa photo-photo lomba memasukkan paku dalam botol, lari bawa kelereng dalam sendok, lalu 'kursi panas' menari, disambung tarik tambang dan pentas seni [terdiri dari peragaan busana, karate anak-anak, nyanyi-nyanyi dll] tak bisa kuhadirkan disini, karena sayang amat sayang, batterai camera ku 'tewas'. Ihiks...
Tapi jangan khawatir, adegan-adegan di atas sudah direkam oleh rekan photographer lainnya.
Silahkan minta Mas Luqman untuk mengupload jepretan beliau, sesegera mungkin kali ya, okeh :-)

Lupakan dulu dizzytension nya teman-teman, just enjoy and smile on your photo's expression in here ^__^

NB.
Jadi, dengan berakhirnya seri photo Independence day ini saya upload, berarti berakhir juga kan tugasku sebagai photographer keliling, oceh :-p

Blog EntryMemerdekakan diri dari nafsuAug 19, '07 6:40 AM
for everyone
Tepat tanggal 17 Agustus kemarin, aku merenung. Dalam hening, dalam diam. Apa yang sudah kuperbuat untuk bangsa Indonesia, tanah air tercinta, yang samar mulai pupus dalam memori karena hidup 'nyaman' walau sederhana di tanah seberang.

17 Agustus 1945 adalah hari yang menggetarkan dunia. Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan jati diri bangsa ini. Bebas dari kolonialisme Barat dan mengucap teguh janji berdiri di atas kaki sendiri, setelah ribuan darah mengucur di seluruh bumi pertiwi di setiap jengkal tanah merah!

62 tahun sudah bangsa ini mengaku 'merdeka'.
Sekarang saatnya buat kita mengisi kemerdekaan ini,
tak sekedar memaknai belaka!

Aku berani bilang, generasi sekarang belum tentu akan seberani generasi pendahulu mengorbankan darah-jiwa demi tanah air!!! Jangankan darah, mengorbankan sedikit kenyamanan diri dalam hidup bersama di alam pluralisme saja enggan, apalagi memikirkan kepentingan hidup bersama dalam kerangka yang lebih besar, sangat patut dipertanyakan.

Semakin 'merdeka', keakuan kita semakin 'merdeka' juga! Padahal ada wilayah bersama yang menuntut ruang bagi 'ketak merdekaan' kita...

Apalah arti gegap gempita perayaan 17 Agustus yang menjadi rutinitas tahunan itu?
jika tetangga kita masih miskin kelaparan,
jika anak-anak jalanan belum kembali ke bangku sekolah
jika pejabat-pejabat berperut gendut itu masih korupsi
jika biaya berobat masih sangat-sangat mahal
jika harga makanan pokok semakin membumbung
jika taman-taman kota semakin hilang dari mata karena proyek-proyek lebih menguntungkan digeber...
dan seribu jika lainnya???

Aku jadi teringat dialog Rasulullah dengan para sahabat sehabis memenangkan perang Badr secara gilang gemilang dalam catatan sejarah di bawah ini:

Sepulang dari peperangan Badr al-Kubra, perang maha dahsyat antara komunitas baru umat Islam dengan kaum kuffar Quraisy yang menjadi penentu jalan dan nasib umat Islam di masa mendatang, Rasululullah SAW membangun dialog di hadapan sahabat-sahabat beliau:

"Kita sungguh baru saja pulang dari jihad yang kecil menuju jihad yang lebih besar".

Para sahabat terheran-heran dengan pernyataan Baginda Nabi tersebut. Dalam benak mereka segera tergambar betapa dahsyatnya pertempuran yang baru saja mereka alami, apalagi jumlah mereka saat itu hanyalah sepertiga dari kekuatan musuh. Mereka, para pahlawan perang ini pun, bertanya:

"Jihad apakah gerangan yang lebih dahsyat dari peperangan tadi, wahai Rasulullah".

Rasulullah SAW menjawab: "Jihad melawan hawa nafsu".
***

Meminjam tutur Nabi mulia di atas, aku semakin tertegun!

Kita ternyata belum merdeka, jika kita belum mampu memerdekakan nafsu kita!
Nafsu ingin selalu mendapatkan sesuatu lebih banyak dari yang sudah kita miliki.
Nafsu egoisme.
Nafsu ingin mengambil hak orang lain, bahkan kadang saking terbiasanya kita lakukan, sampai tak kita sadari lagi!
Nafsu atas gemerlap dunia, sehingga kita selalu merasa 'kurang dan kurang'.
Dan ribuan nafsu lainnya...

Nafsu tak pernah puas ini jugalah yang akhirnya memecah belah bangsa ini beberapa tahun terakhir ini! Dampaknya pun jelas, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin papa, terinjak-injak oleh sistem kapitalis menggurita yang sedikitpun tak mengizinkan mereka 'bernafas'.

Kita belum merdeka sejatinya, jika kita belum mampu 'memerdekakan' tetangga terdekat kita dari lapar fisik dan non fisik!

Duh Gusti, izinkan hamba hina dina ini memerdekakan diri dari jerat nafsu serakah atas gemerlap dunia!

[catatan pinggir setelah kemarin merayakan kemerdekaan Indonesia di Riley Smith Hall, Leeds University]

VideoIndonesia MenangisSep 11, '05 1:26 PM
for everyone


Dear Sahabat,

Berbilang minggu aku kehilangan 'mood' untuk meneruskan serial 'A Long Journey' story ku :-(

Banyaaaaaaak sekali yang ingin kukisahkan! Jari-jariku pun sudah menari-nari di atas tuts-tuts keyboard, tapi..., hatiku tak tega untuk mempostingkan keceriaan dan kegembiraanku selama long journey itu :-(

Tau sebabnya? Jujur hatiku menjerit dan meronta....!!!!!!!!! Sakit didalam sini...

Terlalu banyak bencana yang terjadi di tanah air akhir-akhir ini, dan jutaan manusia tak berdosa hilang nyawanya hanya karena keteledoran manusia lainnya. Tak usahlah kusebut bencana apa saja itu semua, karena media elektronik pun setiap hari memberitakannya.

Hingga kadang di ujung tubir perenunganku, muncul kegelisahan tanya: "Jangan-jangan manusia Indonesia akan menjadi semakin terbiasa dan kebal melihat penderitaan saudara-saudara Indonesia lainnya yang ditimpa musibah, hanya karena terlalu seringnya musibah massal itu terjadi....!"
Hiks....

Sekedar pengingat bagiku yang sekarang 'hidup' di rantau, ku upload live video- dimana suara jernih Sherina menyanyikan puisi ini dengan sangat lirih... Mudahan menjadi 'pelembut hati' ku agar 'ingat' dan 'berbuat' untuk saudara-saudaraku di tanah air!
***

INDONESIA MENANGIS

Tuhan, marahkah Kau padaku
Sungguh deras curah murkaMu
Kau hempaskan jariMu
di ujung Banda (Aceh)
Tercenganglah seluruh dunia

Tuhan, mungkin Kau kuabaikan
Tak ku dengarkan peringatkan
Kusakiti Engkau sampai perut bumi
Maafkan kami oh Rabbi

Engkau yang Perkasa
Jangan marah lagi
Biarkanlah kami
Songsong matahari

Engkau yang Pengasih
Ampunilah dosa
Memang semua ini
Kesalahan kami

Oh..........., Tuhan ampuni kami
Oh..........., Tuhan tolonglah kami
Tuhan ampuni kami
Tuhan tolonglah kami



Sumber video: Sherina Official Site:Badai Pasti Berlalu


Indonesia Menangis_Trans.WMV (5.2 MB)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help