June 1, 2005
Sayangku,
Hari lahirmu berulang,
yang ke 30 hari ini,
Sebuncah permohonan maaf Dinda
sebab tak disisimu kini...
Andai waktu dan ruang sanggup kupeluk,
ingin saat ini jua mendampingi Kakak,
Ucap syukur atas jutaan nikmat Allah
yang terberi pada kita,
diantara pertemuan jiwa ini!
Jika semesta ruang menjadi tak berjarak
karena rasa kasih,
ingin ku melesat detik ini jua,
mengucap do'a-do'a kebaikan dan cinta di telinga Sayang...
Membisik kejujuran nan lembut,
"Semoga Allah selalu menjaga dan mengasihimu,
karena ku mencintaimu..."
Inspired by the rain outside my window, here in Leeds..., far away from my lovely husband.
PS.
Kanda sayang, maaf jika
puisinya jelek, Ima belum pernah belajar menulis puisi, tapi mencobanya
karena saran seorang yang Ima kagumi, Bunda Helvy!
Apalagi jika dibandingkan dengan puisi romantisnya Bapak satu ini:
"Hujan di Bulan Juni"
Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
By:
Sapardi Djoko Damono, puisi ini dikutip sebagai hadiah untuk
orang-orang yang terlahir di bulan Juni, selamat Milad kawan :-)