Imazahra's posts with tag: environmental issues

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag environmental issues
Start:     Jul 11, '08 08:00a
End:     Jul 13, '08
Location:     Depok & Lenteng Agung
AGENDA SILATURAHMI NASIONAL FLP ke-2
Pekan Sastra Hijau: Sastra, Lingkungan dan Kearifan Lokal


Jumat, 11 Juli 2008


08.00 – 09.30 WIB: Pembukaan Acara
Pembicara:
- Prof DR Edison Munaf (Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI Untuk Jepang)
- DR Prihardi Kahar (Group Leader Riset Bidang Lingkungan)

09:30 – 12:00 Talk Show: Kreatif dan Kaya tanpa Merusak Lingkungan
Pembicara:
- Aris Nugraha (ANP Production)
- Haidar Bagir (Pelaku Industri Perbukuan)
- Habiburrahman El-Shirazy (Penulis Novel Best Seller Ayat-Ayat Cinta),
Moderator: Boim Lebon (Penulis serial Lupus ABG & Lupus Kecil).
Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.
HTM: Umum Rp 75.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

13:30 – 15:30 Pelatihan: Optimalisasi Perpustakaan Sekolah dan Taman Baca untuk Lingkungan Sekitar (bersertifikat)
Pembicara:
- Wien Muldian (Aktivis Perbukuan; Forum Indonesia Membaca)
- Yessy Gusman (Artis, Pendiri rumah baca)
Moderator : Lusiana M. Hevita (Kepala Perpustakaan Fakultas Ekonomi UI)
Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok.
HTM: Umum Rp 75.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

13:30 – 16:00 Pelatihan Menulis Fiksi (bersertifikat)
Pembicara:
- Sofie Dewayani (Penulis, Mahasiswa PhD Bidang Literasi University of Illinois)
- Afifah Afra (CEO Afra Publishing)
- Tasaro (Peraih Adikarya IKAPI kategori fiksi 2007)
Moderator : Naniek Susanti (penulis dan editor)
Tempat Aula PPPTK BAHASA, Jl Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jak-Sel
HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000
HTM: Umum Rp 50.000,- Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000,-

Sabtu, 12 Juli 2008

09:00 – 12:00 Dari Tunas Cinta Jadilah Buku; Pelatihan Menulis Kreatif Non Fiksi (bersertifikat)
Pembicara:
- Hernowo (Akademisi, Penulis Buku)
- Pipiet Senja (Penulis Senior)
- Sakti Wibowo (Penulis Skenario)
Moderator : Arul Khan
Tempat Aula PPPTK BAHASA, Jl Gardu, Sr. Sawah, Jagakarsa, Jak-Sel
HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

09:00 - 16:00 Dari Kertas Lembar ke Layar Lebar; Bedah Film Ayat Ayat Cinta dan Pelatihan Menulis Skenario Dasar (bersertifikat)
Pembicara:
- Habiburahman El-Shirazy (Penulis Novel Ayat-ayat Cinta)
- Fahri Asiza (Penulis Skenario “Office Boy” RCTI)
- M. Zamzam Fauzan, MA. (Ahli Budaya Visual Lulusan Manchester University)
- Naijan Lengkong (Penulis Skenario)
Moderator: Zaenal Radar. T dan Melvi Yendra
Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok
HTM : Umum Rp 95.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 55.000

09:00 - 12:00 Puisi Sastra Hijau; Pelatihan Menulis Puisi (bersertifikat)
Pembicara: Jamal D. Rahman (Penyair, Redaktur Majalah Sastra Horison)
Moderator : Epri Tsaqib (Ketua Komunitas Puisi FLP)
Tempat: Ruang Seminar Studi Jepang, Universitas Indonesia,
HTM : Umum Rp 45.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 30.000

Minggu, 13 Juli 2008.

09:00 - 12:00 Seminar Sastra Hijau; Sastra, Lingkungan dan Kearifan Lokal
Pembicara:
- M. Irfan Hidayatullah (Ketua Umum FLP, Dosen Fak Sastra Unpad)
- Maman S. Mahayana (Kritikus Sastra, Akademisi FIB UI)
- Korie Layun Rampan (Sastrawan)
- Ahmad Tohari (Sastrawan)
Moderator: Helvy Tiana Rosa (Ketua MAjelis Penulis FLP, Dosen UNJ)
Tempat: Aula Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok
HTM : Umum Rp 75.000 Mahasiswa/Pelajar Rp 35.000

DISKUSI INTERNAL FLP (terbatas untuk Pengurus Pusat FLP, Majelis Penulis, dan Utusan Resmi Pengurus FLP se-Indonesia dan luar negeri)
Jum’at, 11 Juli 2008, jam 16.00 – 21.00 WIB
Sabtu, 12 Juli 2008, jam 09.00 – 15.30 WIB

LOKAKARYA NOVEL (LOVE) – peserta terbatas, anggota FLP yang karyanya terpilih.
Narasumber: Majelis Penulis FLP

Jum’at, 11 Juli 2008, jam 13.30 – 15.30 WIB
Sabtu, 12 Juli 2008, jam 09.00- 15.30 WIB

Informasi lebih lanjut di http://forumlingkarpena.multiply.com

Pendaftaran: Wiwik: 0812 8747 415. Harga tiket terusan Rp 375.000 (umum) dan Rp 150.000 (Mahasiswa/Pelajar). Pembayaran tiket ke BNI 0015721175 atau BCA 2241423494 a.n Wiwiek Sulistyowati. Bukti pembayaran/transfer fax ke 021-2506386 atau kirim ke silnasflp@gmail.com

Fasilitas: snack, sertifikat, makalah.

============================================================

Bagiku, ajang ini tak sekedar menambah ilmu di bidang kesusasteraan hijau, tapi juga ajang KOPDAR-an dengan begitu banyak MP-ers yang juga penulis produktif dari Sabang sampai Merauke, yippie!!! Uuuuuuuuh, I'm so excited to meet all of you, guys!

Aku juga sudah lama sekali ingin bertemu muka langsung dengan 'guru menulis'ku  satu ini; beliau yang sekarang menempuh pendidikan PHD nun jauh di Amrik sono, Mba Sofie Dewayani.

Ah, gak sabar menunggu tanggal 11. Deg-deg an euy!

Eh, kamu? Ikutan juga yuk :-)

Blog EntryMerindukan HijauApr 12, '08 6:37 PM
for everyone

Tahun 2003 kutinggalkan Jogja. 2007 pertengahan aku kembali menjejak kaki di kota ini. Mendadak aku tak bisa menahan diri ingin ‘berceloteh’ tentang kota yang setengah mati kucintai dan separuh umurku sudah kuhabiskan di sini.

 

Dari hari ke hari, Jogja kota semakin sibuk saja, sama berlarinya seperti Jakarta 'raja' sibuk, dan sesekali macet, tentu saja. Entah seperti apa berapa tahun ke depan nanti?

 

Awal tiba di Jogja September kemarin aku bahkan sempat shock! Sepanjang jalan Gejayan yang dahulu lengang dan nyaman untuk dinikmati, ternyata sekarang penuh toko besar kecil menjajakan handphone. Dari yang second sampai model terkini-tercanggih dipamerkan. Mataku bahkan sakit saat menatap aneka plang berbagai bentuk, warna dan ukuran! Mengagumkan! Apakah sekarang masyarakat Jogja sudah sedemikian konsumerisnya sehingga toko-toko handphone tumbuh bak toko makanan yang diperlukan setiap saat untuk menaikkan gengsi pemakainya? Ataukah sebenarnya bukan masyarakat Jogja yang konsumeris, melainkan para pendatangnya?

 

Jogja yang menggeliat. Sekaligus berubah, ke arah yang lebih baik kah?

 

Setiap kali aku menyambangi café-café dengan fasilitas free hotspot, berulangkali juga aku menemukan fakta yang sama, pemiliknya atau pun penanam saham datang dari Jakarta. Sepertinya semua yang ada di Jakarta ingin dipindahkan ke Jogja.

 

Mal-mal raksasa pun bertumbuhan. Padahal di penghujung 2000, sewaktu Malioboro Mall ingin dibuat lebih dari tiga tingkat, masyarakat Jogja bersama Sultan bisa menolak laju icon konsumerisme itu, dengan melarang membangun Malioboro Mall lebih dari dua tingkat! Tapi sekarang? Mal-mal sudah menyergap setiap ruang kota dan membuat Jogja semakin sesak. Semakin kehilangan identitas bersahajanya, sebagai Never Ending Asia!

***

 

Tiba-tiba senja ini aku mendadak merindukan Hyde Park di samping Leed University dan Roundhay Park [tidak jauh dari flatku, jadi ada di tengah-tengah kota!] ataupun Central Park di London.

 

Roundhay Park adalah taman publik berukuran hampir 3 km persegi, yang paling sering kusambangi. Seharian juga gak selesai kalau mau dinikmati semua! Luasssss banget! Di Indonesia jangankan taman kota seluas 3 km, 50 meter persegi saja sulit menemukannya.

 

Roundhay Park tak hanya tua, karena sudah ada sejak abad ke 13 tapi juga cantik panoramanya dan menyuguhkan hamparan hijau di setiap sudutnya. landscape cantik raksasa ini memanggil-manggil orang-orang untuk mampir.

 

Masih segar dalam kenanganku, banyak hal menarik yang ditangkap mataku ketika berada di taman besar ini, terutama sekali ketika matahari bersinar benderang. Surya memang pemalu memunculkan dirinya di tanah Inggris.

 

Akan banyak sekali keluarga-keluarga yang berkumpul setelah semingguan penuh sibuk bekerja.

 

O iya, satu hal penting yang kuamati dari karakter British urban, mereka serius bekerja di hari-hari kerja dan betul-betul menikmati hari libur ketika libur! Mereka akan bermain sepuasnya dengan anaknya dan hewan peliharaannya, menebus kesibukan dan energi yang lebih dicurahkan untuk kantor tinimbang keluarga.

 

Akan kudengar gelak tawa anak-anak -seperti nyanyian burung-burung surga- yang saling kejar, mengelilingi lapangan yang luas tanpa takut bakal tertabrak pedagang asongan. Hey, tentu saja gak ada pedagong asongan di sana.

 

Akan kutatap banyak pasangan menghabiskan hari sambil berbaring di atas rumput hijau dan tebal, entah sambil ngobrol, atau masing-masing membaca buku, atau menonton film kesayangan di laptop mereka.

 

Kelihatannya semua orang yang sedang menikmati hari berlalu di taman itu begitu bahagianya. They’re enjoying their life!

 

Selain keasikanku berlama-lama menjadi observer, mengamati orang-orang yang menikmati hari, aku betah duduk berjam-jam sekedar menikmati senja, memotret alam, mencandai burung-burung yang jinak.

 

PPI Leeds juga sering kumpul kumpul di taman ini. Berbagai kegiatan dari tahun ke tahun diselenggarakan dan diakhiri dengan makan-makan. Wangi masakan dan bakar-bakaran aneka ikan, ayam dan potongan kambing bahkan mengundang British mampir dan ikut menikmati kebersamaan.

 

Jika rindu akan taman-taman di Inggris itu begitu menggoda, aku akan mulai sibuk bertanya-tanya, kapan pengusaha dan pemerintah berhenti membangun mal dan mengalihkan dana negara –yang sebenarnya duit rakyat juga- untuk membangun taman kota? Yang hijau, segar dan tentu saja free!???

 

Akankah taman-taman yang ada di luar negeri itu hanya bisa kunikmati ketika aku ada di luar negeri saja?

 

Tanya yang terlalu bodoh sepertinya, karena taman kota sepertinya tidak menguntungkan sama sekali buat penguasa negeri. Tidak ada instant profit!

 

Padahal dalam benak sederhanaku, kalau setiap kota besar di Indonesia punya taman yang nyaman dan warga kota bisa menikmatinya, bisa dibayangkan hari Senin nya mereka kembali segar bugar bekerja dan meningkatkan kinerja perusahaan tanpa harus menghambur-hamburkan banyak uang perusahaan untuk aneka training motivasi kinerja!

 

 

       PS.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help