Imazahra's posts with tag: diary
*Tulisan ini kupersembahkan bagi setiap Ibu (dan ibu wannabe) di seluruh pelosok dunia.
 "Bu, aku boleh pinjam sepedanya gak Bu?" "Mau dipakai kemana Mba Ima?" sahut ibu asramaku. "Saya mau ngajar privat mahasiswi UII di Terban Bu." "Loh, sepertinya cukup jauh loh Mba, tapi ya silahkan saja dipakai." "Terima kasih banyak Ibu..." jawabku senang. Itulah percakapanku di penghujung tahun 1997. Yup! Aku mengajar mengaji beberapa mahasiswi UII yang akan maju sidang skripsi. Di UII ada kebijakan yang sangat bagus menurutku. Mereka tidak mengizinkan mahasiswa-mahasiswi nya yang beragama Islam maju sidang pendadaran skripsi kalau mereka belum lulus ujian membaca al-Qur'an. Karena kebijakan yang bagus itu juga lah, aku mahasiswi kere ini bisa menambah uang saku dan menghidupi diri. Awal mulanya, aku pergi kesana kemari mencari part time job yang cocok untuk mahasiswa, tidak mengganggu jam kuliah. Akhirnya aku menemukan sebuah lembaga belajar di jalan Monjali (Monumen Jogja Kembali) yang membuka lowongan penerimaan tentor. Uh, aku lupa nama lembaga bimbingan belajar nya! Yang penting, setelah melewati beberapa tes, aku diterima untuk mengajarkan mata pelajaran ilmu-ilmu sosial plus jadi guru ngaji. Wah, senangnya bukan main! Dua tiga pulau terlampaui. Mengajarkan al-Qur'an pada yang lain konon membuat kita mendapatkan ganjaran pahala berlipat, sekaligus pada saat yang sama aku mendapat uang lelah. Alhamdulillah. Ternyata tugas pertamaku adalah menjadi tentor mengaji mahasiswi UII tadi. Setiap minggu aku bertemu denganya 3 kali. Dia bilang, dia benar-benar mengejar deadline. Jadi, setiap 3 kali dalam seminggu itu juga aku mengayuh sepeda milik ibu kosku. Ternyata cukup nyaman mengayuh sepeda membelah jalanan yang tidak padat di Jogja. Akhir bulan, aku menerima uang lelahku. Dan menginjak bulan kedua, mahasiswi UII ini sudah mulai lancar membaca, tidak lagi terbata-bata. Alhamdulillah, kami sama-sama senang. *** Lalu siang ini aku membaca jurnal seorang MP-er. Tentang kegelisahan seorang ibu yang tidak sempat mengajarkan IQRA pada anak kesayangannya karena dia sudah sangat lelah secara fisik sepulang bekerja. Sang Ibu lalu pada waktu-waktu tertentu mengantarkan anaknya mengaji di sebuah TPA Al-Qur'an. Namun jauh dilubuk hati yang terdalam, sang ibu merasa bersedih karena dia harus menyerahkan pendidikan mengaji anaknya pada orang lain. Padahal dulunya ketika dia masih duduk di bangku kuliah, dialah yang mengajarkan baca tulis dan Iqra anak-anak jalanan di Jogja. Aku tahu perasaan gulananya yang terdalam. Aku rasanya ingin memeluk sang Ibu saat ini juga dan membisikkan kata-kata ini: "Mba sayang, siapa tahu para pengajar anakmu adalah mahasiswa kurang mampu sepertiku dahulu. Dan dengan mengajarkan al-Qur'an lewat anakmu lah mereka memperoleh rizkiNya dan menyambung hari-hari penuh perjuangan sebagai khalifah fil ardh. Selalu ada hikmah dibalik sesuatu." "Mba sayang, tidak semua hal di dunia ini bisa kita kerjakan dengan sempurna sesempurnanya dan ideal se-ideal-idealnya. Janganlah merasa bersalah. Itu akan berdampak tidak sehat buat psikologimu. Jadilah seorang ibu yang berbahagia, niscaya suami dan anakmu pun akan tertulari rasa bahagiamu." "Dalam hidup ini, sesempurna apapun hidup kita menurut orang lain, selalu saja ada keterbatasan. Tak melulu harta, bisa juga keterbatasan waktu, tenaga dan lain lain. Life is a matter of choice. Ada begitu banyak pilihan dan konsekuensi logis yang harus kita jalani. Yang penting kita selalu ikhlas menjalani pilihan kita dan berharap berkah dariNya dalam setiap pilihan itu." "Again, please..., don't feel guilty for you choices. Please look on the bright and positive side. Be a happy mom."InsyaAllah, akan selalu ada hikmah dibalik sesuatu. Tinggal kita mesti pandai dan sabar memetiknya. Allah SWT sendiri berpesan dalam ayatnya: "Mungkin yang menurut kamu baik, belum tentu baik bagi Allah dan yang menurutmu tidak baik, mungkin itu baik menurut Allah" (terjemah bebas). ***
PS.
1. Judul blog kali ini keliatannya sama dengan sebuah judul lagu, kalo gak salah siy! :-) 2. Tulisan ini dipublish berdasarkan izin dari pihak yang bersangkutan. I love U mba *hugs* 3. Photo diatas adalah koleksi pribadi: aku dan Syifa di Bremerhaven. Diambil saat aku backpacking keliling Eropa dan saat itu aku sedang mengunjungi Mba Ira sekeluarga.
 | Mimpi | May 10, '07 9:57 PM for everyone |
Pernahkah kamu bermimpi tentang orang yang kamu cintai? Seperti apa rasanya??? Indah? Debar yang tak biasa?
Melambung, melayang, seperti busa-busa sabun yang dihembus kencang? Lalu saat kau terbangun, ada sisa airmata di sudut mata?
Atau pernahkah orang yang sangat kamu cintai bermimpi tentangmu? Lalu dia wartakan padamu 'kisah alam bawah sadar' itu. Tentang rindu yang menggelegak. Tentang puzzle masa lalu. Tentang hari ini dan mungkin kuakan misteri masa depan?
Aku pernah kedua-duanya dan mendadak ingin terbang
Tak hanya menemuinya lagi dalam mimpi
Tapi ingin memeluknya: sekarang...!
Miss you so much Kakak and thanks for dreaming and seeing me in your dream!
Jurnalku yang berjudul HITUNG MUNDUR dan NONSTOP memang belum ada jawabannya. Sampai detik ini. Karenanya aku juga belum bisa bercerita tentang apakah itu sesungguhnya. Pamali kata orang tua.
Terima kasih untuk reply dan PM nya sahabat hati. Aku benar-benar tersentuh. Komunitas kita luar biasa indah. Saling menguatkan, berbagi dan menyayangi. Terima kasihku yang tak terhingga. I love you all.
Sahabat... masih ingatkah dengan jurnalku yang berjudul Mencari dan Memilih: Dutch, Sweden or Australia? Jurnal itu khusus kudedikasikan untuk suami tercinta. Sebetulnya Kakak sendiri tidak meminta dicarikan, karena proses seleksi beasiswa nya pun belum selesai. Dia baru lolos tahap administrasi dan tes kemampuan akademik. Belum final. Belum maju untuk wawancara.
Si Kakak juga, to be honest, orangnya boleh dibilang pemalu dan humble. Saking humble nya, malah terlihat gak PD-an. Kata dia, ini juga yang terjadi saat wawancara. Pyuh! Padahal aku sudah memberikan tips-tips wawancara. Namun dia bilang tak satupun dari tips itu yang diingatnya, karena dia gugup luar biasa ditambah stress, karena teringat aneka masalah keluarganya. Oh, poor hubby!
Biarpun begitu, aku tetap menerbangkan doa-doa padaNya. Pendidikan lanjut itu sesungguhnya tidak hanya impianku untuknya, tapi sungguh kebutuhan mendesak buatnya karena dia tenaga pengajar di Universitas. "Allah, sekali lagi hambaMu yang dhoif ini memohon."
***
Banyak hal yang terjadi selama empat tahun rentang pernikahan kami. Hubungan yang tak mudah karena kami selalu terpisah ruang dan waktu. Airmata yang banyak tumpah karena sulitnya mengelola LDR. Hati yang kadang terluka karena kesalahpahaman yang tercipta. Kesabaran yang terasa menumpul ketika ego masing-masing membuncah.
Belum lagi bisik orang dibelakang kami. Menusuk sampai membutakan mata hati. Berat buatku. Berat juga untuk si Kakak. Sampai akhirnya dia harus mengalahkan kepentingan pribadinya untuk orang banyak, atas nama keluarga dan juga istri. I owe you a lot my dear.
***
Tiba-tiba siang ini aku melihat reply suami di jurnal Not Now. FYI, dia itu paling malas buka dan baca MPku. Dia bilang bukan interestnya berinteraksi di dunia maya. Eh, mendadak dia reply gini,
"Iya, nungguin apa sih, paling yang lainnya juga pada gak tahu? Toloong baca email!"
Wah, ada apa nih? Tentu saja aku langsung meluncur...
Assalamu alaikum wr. wb.
Sayang berhentilah membujuk kaka mengenai beasiswa-beasiswa. Posisi kaka sekarang sulit, jangan diperparah sehingga kaka merasa terdesak. Jangan buat kaka bersedih karena menyalahkan kondisi yang ada.
Kaka sudah tahu beasiswa ITB itu sejak lama. Pak Bandi juga sudah memberitahukan sejak 3 bulan yang lalu. Dan kaka tahu bahwa syarat-syaratnya telah kaka penuhi. Saat itu kaka bilang,
"Kalau sekarang berangkat dijinkan gak saya Pak?"
Pak bandi terlihat bingung menjawab. Terus dia bilang,
"Tahun depan aja lah, tenagamu masih diperlukan disini."
Lagian ngapain daftar di ITB, kalau beasiswa DEPKOMINFO (ke Eropa) LULUS!!! he he he .... :)
love you,
Kanda
What???
I'm stunning for a moment, after that, I can't hold my tears. I'm crying because I'm so happy and proud of you, my husband. Finally, you made it! You deserve it Honey *till now I'm smile widely, could you see it?*
***
Sahabat hati, terima kasih banyak atas doa-doa yang dituliskan dalam reply teman-teman di jurnal itu. Indahnya, kekuatan doa bersama terbukti lebih kuat auranya dan didengarNya.
Terima kasih Allah. Sujud syukurku untukMu.
Today is the day. It's terribly important for me. I had been waiting and counting the days from ten days ago. I thought I'll get the 'reply' now . It suppose to be, but they said, "Not now Ma'am..."
Oh!
Konon bayu akan menghembus
kabar yang dinanti bersama wangi bunga
tapi rupanya aku masih harus memahat
sabar dan ikhlas
di dalam jiwa.
Judul besarnya: AKU MAU CURHAT yang tak suka sama orang curhat please jangan dibaca, deal?
Semuanya bermula dari laptop tuaku yang ngadat sejak awal Januari yang pekat tapi aku abai, kuanggap 'pilek' biasa yang kerap mendekat karena sudah uzur dan pepat
Ternyata aku lalai bulan kemarin tiba-tiba byar pet byar pet byar pet berkali-kali nafasnya tinggal satu satu... duhai!
Celaka!!! Data-dataku terkini dan photo-photo traveling yang belum diupload sampai kini: Dubai, Abu Dhabi, Amerika dan Itali!
Saat sempat menyala beberapa menit aku putuskan browse dan beli hardisc baru secepat kilat sepertinya inilah satu-satunya jalan, pikirku cekat
50 pounds pun terbang...!
Oh, tapi aku sangat gagap teknologi dan satu tahun terakhir dimanja suami bagaimana caranya menanam tubuh sehat itu ke sini???
Mana situasi genting bukan main: deadline! akhirnya kupanggil sahabat kesayangan untuk ngendon di kamar seharian utak atik si tua yang penyakitan
Badan tua sudah disingkirkan Badan baru ditanamkan Kelihatannya masalah akan segera terselesaikan Tinggal data-data lama dipindahkan
Ternyata: Jangankan si badan baru menerima dengan riang data lama,
si tua saja tidak bisa dibuka Entah sebabnya apa Mendung pun menggulana
Solusi baru ditemukan Aku harus, mau tidak mau pinjam laptopnya teman Si tua berhasil dibukakan tapi aku tidak punya alat jembatan untuk memindahkan
Aku terjepit akhirnya bekerja dengan otak cupet: buka badan lama, copy isinya sedikit demi sedikit lalu pindahkan isinya ke badan baru dengan usb camera walau sejimpit
Huah... aku bekerja nonstop! Keliyengan dari jam 10 pagi sampai kini, dibalut monoton dari satu laptop ke laptop yang lain demi selamatkan kepingan-kepingan ilmu dan kenangan
Adakah usul lain? hamba siap mencoba kawan!
Photo koleksi pribadi.
Sepucuk surat melayang Bersama awan yang menghitam saat matahari mengintip malu
Berdebar tanganku menanda tangani bukti terima lalu berucap terima kasih dalam lirih.
Gegas merobek dan menelaah isinya sungguh mengejutkan: tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Aku dikejar matahari, bulan dan bintang hanya 10 hari!
Oh Allah Pasi ronaku Pias hatiku...
Dalam debar jantung dan beku tangan kuketik jawaban hati-hati kurangkai narasi memahat maksud hati
Aku dikejar matahari, bulan dan bintang! Aku berlari-tak sabar-ingin terbang mengejar detik waktu tinggal 30 menit lagi!
Aku terengah dan berpeluh walau dingin diluar tapi panas dan gelisah jiwaku...
Rangkai kata balasan sudah terkirim dan sekarang mulai menghitung mundur... 10 hari kedepan.
Allah padamu aku bersimpuh dan pasrah menerbangkan doa-doa
PS. Teman-teman tersayang, aku mohon doa, agar dipermudah urusanku, saat ini aku sangat-sangat membutuhkannya. Sekaligus mohon maaf, karena untuk sementara ini belum bisa menjelaskan situasinya, karena sangat sulit. Terima kasih.
Pagi tadi aku berangkat dari rumah jam 8.55 AM. Diluar masih gloomy dan dingin menusuk! Begitu membuka pintu, langsung ketahuan Leeds pagi ini membeku. Mobil, jalan beraspal, pavement juga jalan setapak yang kulalui menuju kampus, semuanya dilapisi cairan bening, keras dan licin. Katanya siy hari ini kisaran cuacanya 6' c sampai nanti malam menurun jadi 0' c. Mau tahu rasanya? Masukkan saja tanganmu ke dalam kulkas, begitulah rasanya!
Brrr, sumpah dingin banget! Minusnya lagi, pagi tadi aku gak berhasil menemukan sarung tangan diantara tumpukan baju berantakan. Jujur aja, gaya hidup belum teratur kembali semenjak ahir October sampai pertengahan Desember lalu travelling ke puncak peradabannya Inggris, Italy dan Prancis. Hari-hari berlalu seperti ban mobil balap yang melaju di sirkuit Sentul! Gak terasa, aku tinggal menghitung hari. Kakak akan kembali ke Indonesia 29 December ini. Sedih? Jangan ditanya, menusuk sampai dalam dada. Sampai perutku kram dan nyeri dua hari terakhir. Rasanya takut sekali, akan kehilangan 'kehadirannya' untuk yang kesekian kalinya. Entah perasaan hatinya sendiri. Aku gak tau, tepatnya berusaha gak ingin tahu. Kenapa? Karena buatku akan lebih ngelangut lagi kalau ternyata dia juga 'perih' sepertiku.
***
Anehnya hari juga terasa melambat dan membuat malasku menggunung. Bagaimana tidak, setiap mata memandang keluar, yang tampak hanya gelap yang purna! Bangun jam 4 pagi, diluar masih sangat pekat. Bangun lagi untuk Shubuhan sekitar jam 7 pagi, tak ada cahaya diujung jendela! Kutarik lagi selimut duvet hingga ke ujung dagu dan bergelung nyaman didalamnya.
"Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing, kriiiiiiiiiiiiiing..." Hopla, aku meloncat dari pembaringan dan terperanjat. Sudah jam 7.30! Diluar tetap saja masih gulita! Hrrr, malasnya... aku menggeliat kembali ke kasur.
Ups! Gak bisa begini! Aku ada janji dengan suami, ketemuan di Office nya dia. Dia mau pamitan sama managernya dan sekaligus akan memasukkan aku ke post nya dia. Apalagi kalau bukan bluecollar job!
Aku gak mungkin menolak post ini, gak cuma karena alasan mendisiplinkan diriku yang malas beraktifitas di pagi hari (red: penulis doyan ngalong akhir-akhir ini), tapi juga kebutuhan real: duit! Beasiswaku sudah habis sejak ahir October lalu. Aku kudu berdiri di atas kaki sendiri di negeri Blair ini.
Bukan berarti kemarin-kemarin aku sangat tergantung pada beasiswaku ya. Jujur ini juga bukan bluecollar pertama yang kuterima. Medio akhir 2004 sampai Februari 2006 aku pun jadi cleaner di Leeds Girl High School, lalu berhenti secara suka rela karena suami datang.
Jangan bayangkan juga pekerjaanku seperti tukang sapu jalanan di Jakarta sana yang berdebu dan bersimbah peluh. Belum lagi ditambahi makan hati karena tatapan menghina pun iba dari orang-orang gedongan. Biarpun kerjanya hanya cleaner, tapi job safety nya sangat jelas dan detil. Mau ngepel dan nyulak aja kudu pake sarung tangan, apalagi pekerjaan lainnya. Terus, job description nya sangat jelas las! Kalo supervisor minta bantuan, bakal dihitung overtime dan artinya tambahan pounds di kantung, alias tambahan dana abadiku buat travelling menjelajah belahan dunia lainnya. Rasanya kakiku gatel kalo sampai tahun depan gak bisa travelling lagi hanya gara-gara beasiswa sudah berakhir dan harus mengirit-ngirit sampai ke hobby satu itu.
Aku sanggup gak beli-beli pernak pernik khas perempuan, juga gak jajan dan selalu masak selama setahun *ini bukan hiperbola loh, tapi sudah dijalani* asal aku tetap bisa travelling, huihihihi ^_^ Eh, kok jadi ngelantur niy tulisan!
Back to the topic, disini anak muda yang sedang sekolah lazim menerima pekerjaan ini karena biasanya mereka sudah gak begitu disubsidi orang tua. Kuliah pun biayanya didapat dari soft loan di bank-bank besar seperti NATWEST, BARCLAYS, HSBC dstnya. Jadi amat wajar dimana-mana ketemu 'kuli' yang berstatus mahasiswa perguruan tinggi. Apalagi sistem di UK memberikan banyak keringanan untuk student menyambi kuliah dengan mengumpulkan pounds.
Asiknya lagi kalo menerima post kali ini: ada dana tambahan dari University untuk membeli buku-buku yang kumau dalam jumlah lumayan besar. Si Kakak aja udah dua kali mencairkan dana itu, akhirnya malah dia pakai untuk tes IELTS yang mahal itu.
Fasilitas lainnya, kita jadi punya akses terhadap beragam kursus yang Leeds student pun belum tentu dapat. Judul programnya siy Staff development, yang terejawantah pada ragam kegiatan asik-asik. Salah satunya kursus photografi gratis. Aha, aku mau banget ikutan yang satu itu!
Wish me luck for my bluecollar job ya ^_^
Photo taken from Om Google! Waks, gambarnya gedhe pisan!!! Huihihihi, males ganti ah :-D
"Yang, bangun Yang, sholat Shubuh!", suami menyentuhku lembut.
"Hah...? Kok langsung Shubuhan?" Aku membuka mata yang masih 5 watt sambil membatin bingung...
"Loh, berarti kita gak sahur ya Kak?"
"Iya Ding, kita kesiangan niy, Kaka baru bangun jam 5.34 tadi"
"Yaaah..., alamat bersiap-siap menahan extra lapar dan menambah kesabaran deh..."
Itulah potongan percakapan kami di suatu Subuh dua hari lalu, tepatnya tanggal 1 October kemarin. Yup, kita kesiangan! Serumah gak ada satu pun yang sukses bangun sahur, not me, my husband, even Pak Thoriq or Sapto.
Hm, ini niy jeleknya kalo semua orang menggantungkan diri padaku karena aku lah yang bertugas menghangatkan dan menyiapkan makanan. Sementara yang lain menunggu di alam mimpi dan bergelung dalam hangatnya duvet. Begitu si 'petugas' ini gak kebangun, semua gak sahur jadinya T_T
Tahun-tahun kemarin bangun kesiangan biasanya kualami menjelang Ramadhan berakhir, karena makin lama makin malas sahur. Tapi kemarin baru hari ke tujuh, eh sudah kesiangan aja judulnya! Penyebabnya langsung bisa kudeteksi, aku tidur terlalu larut malam itu, hampir jelang jam 2 pagi. Gak lagi-lagi deh!
Ceritanya malam itu aku gak bisa tidur dan memutuskan membuat bola-bola sapi cincang saus nanas untuk menu sahur jam 4 dinihari. Asiklah aku 'bermain-main di dapur tepat midnight. Wangi masakan yang telah siap santap pukul 1 malam itu sempat membuatku tergoda untuk menikmatinya segera, tapi kok rasanya terlalu cepat ya! Ah, nunggu sahur dan makan bareng-bareng aja deh! Eh, jebule... malah kesiangan T_T
Akhirnya hari Ahad lalu kami lalui dengan berpuasa nonstop lebih dari 24 jam, Alhamdulillah bertahan sampai akhir karena nyamannya Autumn. Alhamdulillah!
Hayo ngacung, siapa yang sudah kesiangan juga dan gagal sahur?
 Brrrrrrrrrrrrrrrrrrr, duingiiiiiiiiiin!
Hiks, masih atit juga… :-(
Suami siy nyuruh-nyuruh diriku menghadiri pengajian hari ini di rumah Ibu Sofia, dan tentu saja ada banyak makanan lezat siap dicicipi disana. Tapi apa daya, hasrat hati tak berbanding lurus dengan pipiku yang masih bengkak. Snut-snut edisi kedua masih berlanjut, walau dengan versi lebih horror!
Gimana gak horror! Sebentar-sebentar aku harus kumur-kumur pelan-pelan dengan air garam menuruti saran dentist ganteng itu, Hasan dari Jordan, supaya bleeding dalam mulutku segera berhenti secepat mungkin, tentu saja dibarengi si antibiotik dan si pain killer. Kok bisa bleeding siy? Gini ceritanya, hiks…
Setelah melewati serangkaian telpon sana sini dan mendapati jawaban bahwa nama kami berdua baru dimasukkan dalam daftar peng-apply dentist, disambung lobby teman-teman Indonesia dan Chinese yang jadi assistant di beberapa dentist tersebar di Dewsbury dan Shipley, juga menunggu dengan tak sabar selembar mail berisi appointment dengan seorang consultant hasil penunjukan dari Leeds Dental Institute yang tak kunjung tiba, dengan pertolongan temannya teman, kami berhasil mendapatkan appointment kemarin siang.
Kemarin siang sodara-sodara, yang kata temanku yang bekerja menjadi assistant nya dentist, "Ini adalah sebuah mukjizat! Karena biasanya paling cepat 1 minggu baru bisa mendapatkan appointment". Wuih, keburu sang pasien mati kan! Ini bukan hiperbola, benar-benar sudah terjadi berkali-kali di UK sini. 
Pyuh, benar-benar lega, syukur Alhamdulillah terucap. Gegas kami putuskan untuk registrasi. Tinggal menyiapkan mental dan bersiap menjadi ‘korban’ tangannya si dentist. Aku udah gak peduli sama rasa ngeri. Jauh lebih ngeri membayangkan tersiksa karena gusi meradang dan dampak sampingannya daripada ‘ulah tangan’nya si dentist!
Alamat si dentist ini ternyata di suburb nya Leeds, Golfordh. Whoa, sekitar 45 menit dengan bus. Anyway, maju terus pantang mundur, mumpung sudah ter-registered. Jadilah kami berdua pagi-pagi keluar rumah, turun naik bus menuju Jenix Health Care.
Sampai disana, aku langsung happy dan merasa sembuh duluan. Tempatnya bersih, baru saja selesai di-refurbished dan assistant-assistant nya ramah-ramah. Feel at home already. Eh, surprised lagi, si dentist ternyata Muslim, Alhamdulillah, ganteng pula, wah ini siy bonus!
Beriringanlah kami berdua memasuki ruang pesakitan. Alatnya lengkap banget keliatannya. Canggih-canggih lagi. Jadi ingat waktu operasi gigi geraham bawahku di ruang praktek sederhana untuk mahasiswa kedokteran gigi UGM. What a gap! 
Dentist nya ternyata ramah, walau ngomong Inggris nya cepat banget. Sampai sampai aku harus konsentrasi habis-habisan untuk mendengarkan penjelasannya, tapi pada tahap ini aku masih asik-asik aja.
Dia bilang, gusi tempat gigi geraham bawahku yang sudah dicabut karena impaksi menjadi korban ‘kekejaman’ si geraham atas, yang menumbuk tanpa ampun setiap kali aku mengunyah makanan. Makanya si gusi jadi ‘babak belur’ begitu. Apalagi sekian tahun tanpa lawan tanding, si gigi ternyata tumbuh memanjang dan makin menyiksa si gusi, huhuhuhu…
“We don’t have another option Fatimah, we should pull out the impacted upper tooth, now!”
“Waks…”
“…”
Aku tetap aja kaget, walau sejak di rumah udah siapin mental duluan bakal begini. Tetap aja gak menyangka secepat ini. Soalnya waktu periksa di Acute dental service nya Leeds Dental Institute, si dentist gak mengeksekusi to the point begini. Ada tahap-tahapannya, diobservasi dulu, lalu di X ray dululah, terus diajak ngobrol hasil X Ray, lalu dibuatin appointment. Tapi si Hasan ini, hiks… benar-benar dentist berhati dingin, hiiiiiiiiy…
“Oke doctor, but may I tell something…?” Aku melirik Hasan dan dia mengangguk sambil tersenyum ramah.
“Actually I am really scared. As you knew, I already got two surgeries before, on the lower impacted teeth and one of these surgeries was quite traumatic for me because the dentist did not do the proper surgery. She left some root inside the surgery. The result was really terrible, hiks… Could you please do it properly for me…”
Hasan starred at me, and said bismillah!
Nyeeeeeeeees…, langsung tenang di hati. Akhirnya aku mengangguk dan bilang bismillah juga.
Kursi siksaanku mulai diturunkan,
“Janet, please bring an injection …”
“Janet, please…”
Terdengar perintah-perintah Hasan pada assistantnya, sementara aku mulai bersholawat diam-diam…
“Oke Fatimah, we are ready now” Huhuhuhuhu, aku akan di’siksa’ niy… kakiku mulai dingin...
“Could you please make your mouth like this…?” sambil Hasan mencontohkannya untukku.
Aku turuti, lalu perlahan jarum suntikan besar dan panjang itu masuk ke sisi gusi kiri atasku. Menghunjam pelan dan dalam. Sakit dan ngilu. Seperti menusuk sampai ke tulang, ouch! Pada tahap ini, aku sudah gak sanggup lagi membuka mata, ngeri!
“Oke Fatimah, another one please…”
"..."
“Then, finished for these…”
Tanpa terasa sudah tiga suntikan mengepung gusi atas kiri. Pelan tapi pasti mulai terasa getarannya. Aku mulai merasakan bius local itu. Huh, suami mah senyum-senyum ajah. Dia malah gak berani mendekat sama sekali…
Suara Hasan terdengar lagi,
“Let’s do it now Fatimah…bismillahirrahmanirrahiim…”
Mataku langsung kupejamkan. Aku memutuskan gak melihat saja. Takut banget! Soalnya posisi benda-benda mengerikan itu dekat sekali dengan mataku, dibanding ketika operasi gigi impaksi geraham bawahku dulu.
Aku terus berdoa dalam hati. Ya Allah, please lipat gandakan kekuatan si obat bius, aku gak mau trauma yang kesekian kalinya terulang. Begitu nyeri dan mengerikan!
"..." Kakiku semakin dingin, detik detik seperti berjalan sangat lambat.
“Kraaaaaaaak…” Bunyi pengungkit dan penjepit beradu bersama gigi, sepertinya! Aku hanya menduga-duga saja. Aku merasakan gigi atasku ditarik-tarik. Sedikit ngilu, walau tidak sakit. Hmm, si bius bekerja sangat efektif rupanya. Hasan kelihatannya sangat berpengalaman. Tapi tetap saja aku gak berani membuka mataku. Aneh. Kenapa aku jadi lebih penakut ya sekarang? Trauma itu terlalu membekas ternyata!
"..."
"From here Janet, give me..." Entah benda apa yang dimintanya.
Aku gak peduli! Aku merasa ngeriku mulai berangsur-angsur menurun setelah menyadari aku ternyata gak kesakitan ketika Hasan mengungkit paksa si gigi. Ngiluku berganti tegang!
"Krsk, krsk..." bunyinya membuatku kehilangan rasa. Aku merasa melayang. Sangat dekat di telingaku. Menggelisahkan dan asing!
“Kraaak…., rrrrrrrrrrrt……., krak, KRACCCCCCCCCCKHHHHHHH”. Duh, nyaringnya benar-benar melinglungkan saraf pendengaranku. Seperti pohon raksasa yang dicabut buldozer secara paksa dari akar-akarnya yang menghunjam ke perut bumi.
Pada tahap ini aku teringat si penemu obat bius. Betapa besar jasa beliau, Subhanallah!!!
“Alhamdulillah, we finished now! Well done Fatimah, you are really good”
Lalu kurasakan segumpal gulungan kasa masuk mulutku. Is it finish...? Aku gak percaya, terasa lama sekali, tapi kata suami hanya 5 menit! Lega!!! One problem is solved! Alhamdulillah…
Giliran suami tiba. Ternyata Hasan hanya berdiskusi dan meng Xray suami, dan memutuskan akan melakukan filling Selasa besok. Wah, terbebas dia dari benda-benda sadis itu.
Sisanya kita hanya membicarakan appointment berikutnya. Soalnya dalam mulutku sendiri ada masalah lain, penyumbatan kelenjar liur. Mereka bilang siy stone! Entahlah, aku masih belum jelas sama masalah satu ini, mudahan gak terlalu rumit, amin.
Selebihnya adalah pertanyaan malu-maluku soal bagaimana caraku meng-claim back the money that I’ve already paid, 42 pounds bukan jumlah yang kecil kan! Untungnya aku student, jadi aku bisa mengajukan health certificate ke NHS. Walau application form nya baru ajah dikirimkan kemarin pagi. Mudahan aku bisa mendapatkan full refund ya teman-teman, tolong doanya. 
***
Ternyata pagi ini darah masih mengalir di lokasi penjagalan kemarin, huhuhuhu… Aku sudah turuti semua perintah Hasan: jangan sikat gigi dulu, jangan kumur-kumur. Telan saja air liur dan darahnya, *eh, aku vampir dung?* Berkumur-kumurlah dengan air garam 6 kali sehari, minumlah obat dan seterusnya. Tapi kenapa masih bleeding juga ya?
Anyway, satu pelajaran besar kuambil, Allah Maha Luar Biasa nikmatnya! Satu saja benda dalam tubuh kita bermasalah, sekecil apapun itu, satu tubuh merasakan deritanya! Betapa lemahnya hamba!!! Mudahan ini adalah ujian kesabaran yang bisa kulalui, amin.
Nafsu makanku kemarin langsung membaik setelah surgery. Sebelumnya aku hanya makan demi hidup. Bubur dari hari ke hari, karena seluruh mulut sakit dan indera perasa pun gak karu-karuan. Tapi kemarin siang aku langsung kalap beli Fish and Chips, makan menggunakan gigi kananku dengan riang gembira. Disambung tadi malam dan pagi ini, menikmati Mie Ayam Bakso buatan sendiri. Persetan ah dengan darah di pojok sana! 
Peringatan:
Ini jurnal diary, jadi sangat panjang. Mohon sediakan seember kesabaran dan pengertian ketika membaca. Kalau tidak, gak usah dibaca ya :-)
O iya, link photo2 sedang dibuat alias diupload, sabaaaaaaaaar ya :-D
---------------------------------------------------------------------------------------------
My June are really hectic but also happy days!
Here the story goes:
Tanggal 27 May aku dikontak ketua PPI Leeds untuk membantu menyiapkan masakan karena kami akan kedatangan Duta Besar Indonesia yang baru, Bapak DR. MARTY NATALEGAWA M.Phil tanggal 31 May 2006. Mas ketua bilang, aku sanggup gak nyiapin menu untuk sekitar 60 an orang. Hoaaaaaa… tertegun sesaat, lalu mikir kalo aku bisa minta bantuan ibu-ibu yang lain. Hayo aja deh Mas!
Tinggal pusing mikirin menu, belanjanya dan yang utama masak-masaknya. Kurang dua hari acara aku ambil keputusan menu utamanya Sup Buntut plus Ayam Goreng Mentega aja. Alasannya? It's so simple for me :-)
Sisanya kulempar ke milist PPI Leeds, teman-teman yang lain ada yang bisa Bantu aku masak yang lainnya? Akhirnya Bu Rina bersedia masakin nasi plus pudding2an, Bu Lily nambahin nasi, Bu Rini bikinin Rujak Serut, Bu Imbang bersedia masak Mie Goreng, Sambal Tomat dan Lalapannya. Hhhh, terkurangi sudah bebanku *smile dong akunya*
Tepat pukul 17.00 hari itu, acara dimulai. ketua yang berhalangan hadir diwakili sama wakilnya: Yanuar. Dia sendiri gak banyak sambutannya, langsung aja to the point menyerahkan acara ke Pak Marty. Nah, Pak Marty ini yang mengisi acara kurang lebih sekitar 1 jam-an dengan isi pembicaraan yang menurutku cukup berbobot dan mencerahkan. Dia masih muda, lulusan Cambridge pula! Sudah ke Inggris sejak umur 14 tahun karena dapat beasiswa, hebat ya!
Inti diskusi kita kemarin, beliau menginginkan Indonesia yang lebih transparan ditengah arus demokrasi yang semakin menguat, walau masih mencari-cari bentuk yang ideal. Langkah kecil tapi besar menurutku, dia mengembalikan uang masuk yang dikelola oleh Wisma Merdeka di London langsung ke negara (kantor Jakarta) agar terjaganya KBRI London dari money interest.
Langkah nyata dan strategis lainnya yang dibuat Pak Marty semenjak terpilih, dia sukses meyakinkan Tony Blair untuk datang ke Indonesia, walau semula Indonesia tidak termasuk dalam daftar kunjungan si Perdana Menteri itu, karena dia hanya berkepentingan untuk datang ke Australia. Menurut Pak Marty, ada dua alasan kenapa Indonesia wajib diperhitungkan oleh pemerintah Inggris dan negara-negara Eropa lainnya:
- Indonesia adalah negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia
- Indonesia dinyatakan oleh Amerika sendiri sebagai negara paling demokratis ketiga di dunia, karena sukses menjalankan pemilu terakhir dengan damai.
Menurut Pak Marty, beliau gak mau hubungan Indonesia Inggris begitu-begitu ajah, tenang dan tak ada masalah, tapi juga tidak ada hubungan bilateral yang lebih baik. Misalnya, meningkatnya hubungan kerja sama internasional, investasi dana dst.
Hmm, ada banyak diskusi menarik yang berkembang setelah pernyataan itu beliau keluarkan. Ntar aje ye aye tulisnya.
Selesai diskusi, makan-makan dong! Alhamdulillah semua suka masakan kita. Sup Buntut dan Ayam Goreng Mentega nya juga ludes-des gak bersisa.
Mau kenalan dengan Pak Marty dan istrinya yang ramah dari Bangkok, tapi jago banget bahasa Indonesia? Silahkan jenguk disini yaaaa. Juga disini :-)
3 June, Menikmati Matahari di Hebden Bridge
Aku dan kakanda tersayang pingin jalan-jalan. Enjoying the summer! Sekaligus mau ambil sepeda hasil bidding suami di Ebay. Asal tau aja, doi lagi keranjingan nge-bid alias ikutan lelang di internet. Kali ini kita sangat beruntung, dapat sepeda bagus cuma 10 pounds.
Hmm, kemana yah, yang gak terlalu jauh, cukup 30 menitan perjalanan sekaligus murah meriah. Pikir dipikir, kayaknya asik juga niy kalo menjelajah West Yorkshire! Leeds kota kami tinggal masih wilayah Yorkshire, tapi letaknya ditengah. Jadi seru juga niy pergi ke arah baratnya Yorkshire, menikmati suburb nya Inggris.
Asiknya transportasi train disini, mereka menawarkan ragam paket murah untuk menjelajah Yorkshire yang luas. Sebagai contoh, untuk paket family (2 adults and 3 childrens) kita cukup membayar 6 pounds saja! Kali ini kita putuskan menjajal tiket West Yorkshire Day Rover yang sangat sakti. Kalo kita sanggup dalam sehari itu mendatangi puluhan town dan kota-kota kecil dalam wilayah West Yorkshire, artinya anda bakal puas berkeliling dari ujung ke ujung West Yorkshire yang luaaaaaaaas banget!
Nyatanya kita gak sanggup looooooh! Boro-boro mau mengunjungi 3-5 kota, apalagi lebih, yang ada kita hanya sanggup mengunjungi dua kota. Hebden Bridge dan Castleford, kota terakhir adalah meeting point untuk ambil sepeda! Lagian kalo ngotot berpindah dari satu kota ke kota lain, akhirnya malah gak menikmati suasananya kan.
Mau tau Hebden Bridge kaya apa, just enjoy the picture here!
4 June, ketemu DR. Syamsyuddin Arif!
Whuaaaaaaah, hari ini pengajian jam lima sore. Aku nyumbang potluck apa yah? Yang gampang dan gak menyita banyak waktu! Ah, Bakwan dan Pudding Mutiara aja deh. Yang utama kan menghadiri pengajiannya Ustadz DR. Syamsuddin Arif yang jauh-jauh datang dari German. Beliau ini diundang oleh KIBAR (Keluarga Besar Islam Britannia Raya) untuk menjadi pembicara di Summer Gathering nya KIBAR di Bristol seminggu sebelumnya. Nah, berhubung lokaliti-lokaliti pengajian di UK ini cukup banyak dan aktif, maka sesama aktifis lokaliti bersepakat untuk menawarkan beliau menjadi pembicara lagi di pengajian Safari keliling UK. KIBAR Leeds kebagian hari ini deh.
Alhamdulillah, materi yang dibawakan cukup menarik disampaikan oleh Ustadz. Intisari pembicaraan berkisar pada bagaimana menjadi muslim yang mushlih ditengah-tengah budaya sekuler di Eropa. Pembawaan beliau sendiri kalem dan menyejukkan, walau gelar doctor telah disandangnya. O iya, disini juga aku baru tahu kalau ustadz satu ini adalah suaminya seorang perempuan di Multiply. Siapa diaaaaaaa? Dia adalah Mba Inchi ;-D *hallo Mba sayang* :-D
Huehehehehe, lagi-lagi dunia menjadi sempit karena Multiply.
Mau tau serunya pengajian kita, jenguk disini yaaaaaaaa :-)
10 June Indonesian Games, Nottingham
Sepertinya warga Indonesia dimanapun berada, memang suka kumpul-kumpul ya. Kali ini warga Indonesia se UK tumplek-blek di Nottingham. Ketemuan untuk bertanding olahraga antar kota, lalu disambung dengan menikmati jajanan khas Indonesia sambil menikmati panggung rakyat. Acara ini memang rutin diadakan oleh PPI UK, makanya kebayang kan ramenya karena seluruh warga Indonesia di UK menunggunya!
Kalo tahun kemarin aku cuma jadi penikmat acara dan supporter tim Leeds, kali ini dengan bantuan suami aku ikutan jualan. Hehehehehe…. PD sejuta deh! Gara-garanya tahun kemarin aku ke Nottingham salah satunya pingin beli Empek-Empek, eeeeeh… nyampe sana kecewa berat karena Empek-Empeknya abiiiiiiiiis, huhuhuhuhu…
Ya udah! Dengan nekat bin gila, kurang sehari acara aku baru belanja jam tiga siang! Pulangnya langsung bertempur di dapur mulai jam 4 sore sampai jam 4 pagi! Edan ya, jam segitu baru selesai semuanya. Salahku juga siy, bukannya dicicil. Huhuhuhu…, parahnya lagi, ditengah-tengah menggoreng si Mpek-Mpek, tangan kananku terkena letusan minyak yang cukup banyak, akhirnya melepuh dan bengkak :-( Pokoknya malam itu heboh dan panik. Suami sampai turun tangan akhirnya, makasih ya kakanda sayang.
Tidurku pun cuma satu jam setelah packing si Mpek-Mpek dan Nasi Kuning. Jadinya siy gak banyak, cuma 46 kotak. Rencananya akan dihargai 3 pounds sekotaknya, sambil melihat-lihat harga pesaing di lapangan. Banyak loh yang jualan. Total ada 21 stall makanan.
Alamaaaaaaaaak, ternyata kami berdua bangun jam 6! Padahal harus sudah sampai Parkinson steps nya Leeds university jam 6.30. Akhirnya pagi itu penuh dengan keriuhan yang kami cipta berdua. Huhuhuhu, agak telat 20 menit sampai lokasi. Maaf ya Mas Ketua. Tengsin abiiiiiiiis, karena warga Leeds udah duduk manis dalam bus, sementara kami telat!
Sampai Nottingham, aku gak langsung menuju stall ku, e*h, ini gak gratis loh, aku nyewa seharga 20 pounds* soalnya aku berniat jadi supporter dulu, sebelum acara jualan dimulai. Kata panitia siy bakalan start jam 11 siang. Ya udah, aku sempat menikmati Basket, Futsal, kaya sepak bola peraturan mainnya, tapi luas lapangannya cuma setengah lapangan bola.
Lama-lama gak tahan nonton bolanya, karena cuaca semakin terik gak karu-karuan! Duh, summer yang sangat panas! 28 derajat celcius bo!!! Akhirnya jam 11 aku beranjak menuju lapangan luas tempat stall didirikan. Aku memilih mejaku, dan jreeeeeeeeeeeng!!! Langsung mati gaya begitu ngeliat tenda-tenda disekelilingku! Huhuhuhuhu, mereka semua professional abiiiiiiiiiiiiz! Pada bawa kompor gas ‘yang di peraturan panitia justru gak dibolehkan, Cuma boleh bawa yang listrik’, penataan yang aduhai dan wangi masakan yang melambai kemana-mana.
Sementara aku, huhuhuhu, Mpek-Mpek dan Nasi Kuning ku cuma dikotakin pake box plastik bening! Laku gak yaaaaaaaa…??? Ah… bismillah ajalah…!!!
Sempat disuruh panitia pindah stall, tapi aku keukeh mau disitu. First come first serve dong fikirku! Lagian panitia juga yang bilang waktu aku sampai di lokasi, dibolehkan milih meja mana ajah! Eeeeee..., giliran aye udah nyaman disini, kok disuruh pindah hanya gara-gara ada peserta lain yang datang bareng-bareng dan gak mau pisah meja. Ogah ah, ini hak aye dong, sama-sama bayar ini.
Pukul 12 mulai deeeeeeeh jualan… Eng ing eng! Tetangga kiri kananku ternyata adalah Mba Dina dan Mba Neli yang jualan juga setahun lalu dan akulah pembeli mereka yang paling setia waktu itu. Gimana aku gak bolak balik stand mereka, wong mereka jual bakso plus pangsit cuma 1 pound. Porsi mungil siy, tapi asik kan… bisa bolak balik beli.
Ya udah, kita kompak hahahihi selama jualan. Walo aku sempet minder-minder gimana gituh! Jualan mereka banyak pisan. Ada sate, bakso, siomay, kupat tahu, rujak kuah, rujak serut, nasi goreng ikan asin dstnya. Sementara aku, huhuhu… Cuma si Mpek-Mpek dan Nasi Kuning. Mejaku jadi terlihat sangat besar dan luas.
Alhamdulillah, satu persatu pembeli datang. Tengok kiri tengok kanan, akhirnya memutuskan membeli Mpek-Mpek ku. Hebaaaaaaat, dalam hitungan 120 menit, Mpek-Mpek dan Nasi Kuning ku ludes tak bersisa, Alhamdulillah… Siapa sangka, padahal akunya minder setengah mati!!! Ternyata malah, yang sudah membeli dan menikmati langsung Mpek-Mpek di lokasi, langsung balik lagi dan bilang, “Bungkuuuuuuuus, 4 kotak ya…” wahahahaha, bahagia banget dah aye 
Karena daganganku hampir-hampir abis *cuma tersisa 10 kotak kalo gak salah*, aku tawarkan mejaku untuk meletakkan dagangannya Mba Dina dan Mba Neli yang gabung cuma dalam 1 meja. Kebayang kan sempitnya meja mereka. Jadi, boleh dibilang, di menit-menit akhir daganganku bersanding dengan dagangan mereka di mejaku, tapi Allah itu ya adil banget ternyata Kok ya aneh, daganganku yang habis duluan dibanding teman-teman.
Alhamdulillah…, balik modal deh aye! Hmmm, pelajaran berharga yang kuambil selama acara jualan makanan itu:
- Kualitas rasa dan harga yang proporsional adalah utama
- Kita gak akan pernah tau kita bisa menjual sesuatu apa enggak dengan format stall tanpa kita sendiri mencoba. Maksudnya, yang namanya rizki itu gak akan kemana deh!
- Allah Maha Adil. Setiap hambaNya yang berusaha, akan disaksikan dan dihitungNya. Ada nilai proses yang dihargaiNya, insyaAllah.
- Jualan itu musti aktif, jangan diam thok ketika calon konsumen mendekat. Tawarkan secara persuasive, manis dan hangat, plus jangan bohong. Gak pedas ngaku pedas gara-gara konsumen kepinginnya itu. Yang ada, orang kan jadi kapok ke stall kita. Mulut itu iklan yang baik, Bung!!!
Tahun depan pingin ikutan lagi aaaaaaaaaaah. Udah PD soalnya, huehihihihi…
O iya, Leeds akhirnya memboyong juara tiga bola basket dan juara dua Futsal. Suami senang banget, soalnya dia main di Futsal. Selamat ya suami… Aku buatin 100 Mpek-Mpek deh kamu Yang *mabok dah doi*
June 11, Sheffield
Pulang dari Nottingham, kita gak ada rencana sama sekali mau jalan-jalan. Badan remuk redam! Tapi mungkin karena bawaan happy hasil sukses semalam, tiba tiba pagi itu aku kepingin ikut suami, yang mau ambil laptop hasil menang bidding *lagi-lagi di Ebay* di Sheffield. Kota ini adalah kota besar yang terletak di West Yorkshire agak ke selatan.
Cepat-cepat beberes bekal, kita mulai jalan jam 10 tepat dari rumah. Kali ini naik sepeda dooooooooong! Kita pingin menikmati hari yang cerah banget itu dengan santai dan asik. Pilihannya jatuh pada bersepada! Tapi, Sheffield jauuuuuuuh loh! 90 menit berkereta dari Leeds. Jadi? Sepedanya dibawa dalam train dunk! Huehehehe, kagok juga diawal-awal, soalnya musti cari gerbong yang menyediakan fasilitas untuk meletakkan bicycle loh! Hmmm, alah bisa karena biasa kan.
Sampai di Sheffield…..! Waaaaaaaaah, kotanya asik!!! Hijau sekali dan di Town hall rame banget!!! Kenapa oh kenapa? Gak tua gak muda, pada mandi air mancur! Kekekekek, lucu banget dah! Ngeliatin bule tua muda, sampai bayi-bayi lucu, menikmati sinar matahari sambil mandi air mancur. Kasian banget deh yang gak punya sungai luas kek di Indonesia. Kalo gak, pasti udah cebuuuuuuur semua tuh. Mau tau serunya nonton bule mandi, ini niy!
16 June sampai 5 July
I will be in America, yuhuuuuuuuuuu…!!!!    
| |