Imazahra's posts with tag: democracy

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag democracy
Link: http://merlyna.multiply.com/journal/item/251

Ini juga tak kalah menariknya dengan tulisan Kang Deni.

Di jurnal ini Prof. Merlyna -yang juga MP-er loh, penting gak siy? hahaha- menceritakan diskusi yang sangat menarik yang terjadi antara beliau dengan mahasiswa-mahasiswanya yang American Native tentang Cyber-fundamentalism. Tentu saja perbincangan dalam kuliahnya tak terlepas dari diskusi tentang film FITNA nya Geert Wilders yang lagi heboh-hebohnya dibahas di seluruh penjuru dunia.

Silahkan dijenguk kalau teman-teman sangat ingin tahu seperti apa reaksi mahasiswa America atas film FITNA? Sama kah seperti yang ditakutkan oleh MENKOMINFO dan 'big bosnya' tersebut???

Oh ya, tulisannya dua seri ya: Diskusinya ada di SINI

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

My note:

Reaksi seseorang terhadap film FITNA sangat tergantung pada latar belakang hidup dan pengalaman-pengalaman yang sudah dicerapnya. Juga cara berfikir seseorang dalam memandang sesuatu.

Memang dialog yang terbangun antara Prof. Mer dengan mahasiswanya bukanlah representasi keseluruhan penduduk America, tapi setidak-tidaknya itu merupakan random sample yang membuktikan, bahwa apapun latar belakang agama dan pendidikan seseorang, sepanjang dia menggunakan nalar kritis, dia tidak akan serta merta memakan mentah-mentah seluruh propaganda yang dibuat oleh Geert Wilders!


LinkBlogger Pilar Baru Dalam DemokrasiApr 10, '08 3:52 AM
for everyone
Link: http://dennybaonk.multiply.com/journal/item/172/Blogger_Pilar_Baru_Dal...

Tulisan Mas Deny ini bagus sekali. Paparannya argumentatif dan mengedepankan akal sehat yang jernih. Lihat saja cuplikannnya:


"Mayarakat membutuhkan wadah alternatif untuk dapat menyalurkan opini, berbagi informasi, dalam bentuk-bentuk yang tidak terikat dalam aturan main baku pada media-media pers.

Bahasa gaul yang menggelitik, pengalaman personal yang menginspirasi, informasi-informasi ringan yang tak tertampung dalam wadah media pers konvensional maupun media pers resmi di dunia maya.

Di situlah blog menawarkan solusi alternatif bagi masyarakat.

Kontrol terhadap agenda-agenda publik dimungkinkan muncul lebih informatif. Lebih semarak seiring pengalaman nyata setiap personal yang menulis dalam blognya.

Apakah dengan kenyataan ini pernyataan bahwa Blogger adalah pilar baru dalam demokrasi masih terasa mengada-ada?

Robert Dahl, Guru Besar Ilmu Politik dari Yale , menyebutkan salah satu dari enam lembaga politik dalam dunia demokrasi modern adalah sumber informasi alternatif.

"Warga negara berhak mencari sumber-sumber informasi alternatif dan bebas dari warga lain, para ahli, surat kabar, majalah, buku, telekomunikasi, dan lain-lain."


Secara nyata sumber informasi alternatif lah yang ada secara nyata dapat dikatakan tidak berada di bawah kendali pemerintah, atau kelompok politik lain yang berusaha mempengaruhi keyakinan dan tingkah laku masyarakat.

Dan oleh karenanya dalam sebuah negara yang mengakui asas demokrasi terpatri dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegaranya, sumber alternatif ini seyogyanya patut dilindungi oleh undang-undang."

********************************************************************************************

Jadi teman-teman, jangan surut dan mundur ke belakang ya, apapun jenis badai yang menghadang didepan mata kita, maju terus! :-)

Go blog!!!

Blog EntryHari gini masih mengancam??? Oct 5, '06 3:48 AM
for everyone

Aku selalu menaruh hormat dan respek setinggi-tingginya pada TKI. Ya, tenaga kerja Indonesia yang berangkat dalam diam, kadang-kadang dibaluri tangis karena meninggalkan keluarga tercinta demi sesuap nasi di negeri antah berantah. Kadang mereka bahkan tak tau peruntungan nasibnya disana, untung ataukah buntung.

Kenekadan mereka berjuang tanpa peri adalah akibat dari 'terusirnya' mereka dari peluang mencari yang halal di tanah bunda. Negeri ini tak mampu lagi menyediakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi anak kandungnya sendiri. Dimataku, mereka sungguh-sungguh pahlawan devisa. Berjuang berpeluh, kadang tangis bahkan darah dibawah lecut perintah majikan lalu mengirimkan jutaan uangnya pada sanak saudara di tanah air!

Dekade terakhir ini, teman-teman TKI di beberapa belahan dunia bergeliat semakin liat. Mereka -lewat ragam pelatihan yang mereka adakan sendiri di kalangan mereka- semakin memberdayakan diri dan menyuarakan hak haknya diantara kewajiban-kewajiban yang selama ini selalu dikejar-kejar oleh banyak pihak. PJTKI, agen bahkan atas nama pemerintah lewat kaki tangan oknum di bandara 3 Soekarno Hatta.

Perkembangan semakin berdayanya TKI ini bahkan bisa kita lihat dengan lahirnya buku-buku sastra yang ditulis mereka! Isinya menceritakan perjuangan bahkan kadang mengurai sisi tergelap derita mereka di negeri seberang. Sebuah langkah berani yang luar biasa! Bahkan belum tentu berani dan mampu dilakukan oleh kita-kita yang mengaku terdidik dan dibesarkan oleh jenjang pendidikan formal sekalipun. Berapa banyak siy diantara kita yang sudah berani menulis dan menerbitkan bukunya sendiri? Jujur, aku saja belum.

Lalu, salah satu contact ku di MP, saudariku Nera menuliskan letup di hatinya berjudul SIAPA TKI DI OTAK ANDA?, dalam gaya ungkap yang sedikit lebih serius dibanding celoteh kesehariannya di tengah perjuangannya di Hongkong. Tulisan yang akan mencubit siapapun yang membacanya, seberapa jauh siy kepedulian kita pada nasib saudara kita sendiri? Kepedulian yang nyata maksudku, tak sekedar turut prihatin lalu berlalu dan lupa!!!

Tak lama berselang Nera menulis kembali dalam getir tawa disini. Tiba-tiba saja ada seseorang yang memperingatkan dirinya untuk berhati-hati dalam menuliskan isu satu itu, kalau tidak mau dirinya mendapatkan teror dari pihak-pihak tertentu atau bahkan diciduk!

What a shame! Hari gini getu loh! Dimana kebebasan berekspresi dijunjung tinggi di dunia blog dan ini jugalah salah satu alasan mengapa blog menjadi populer di semua kalangan. Blog terlahir dan menjadi hampir kebutuhan semua makhluk bernama manusia yang melek internet justru karena sifatnya yang sangat cair dan lentur! Bahkan blog di beberapa belahan dunia telah dijadikan ajang untuk mengkampanyekan isu-isu politis tertentu atau jadi sarana protes mendunia atas isu tertentu.

Singkat kata, blog pada wacana terkini bukan lagi sekedar wadah menumpahkan curhat, having fun, pun keluh kesah, ajang narsis diri atau sekedar meratapi. Blog pada lini tertentu sudah mewujud menjadi alat transformasi ide bahkan pemberdayaan komunitas tertentu. Sekali lagi karena kenyamanan dan kebebasan berekspresi di dunia maya yang dijanjikannya. Tidak ada polisi di dunia ini walau etika menulis penuh tanggung jawab dan bergaul apik tetap harus kita junjung tinggi!

Bagiku menjadi sangat aneh jika kemudian tiba-tiba di dunia blog -tempat semua orang merayakan kebebasan berekpresinya- datang seseorang yang bertindak seperti polisi kata-kata atas nama politis!

Untuk seseorang yang telah menegur dan mengancam suara hati dan aspirasi teman-teman TKI kita, aku sarankan untuk meminta maaf. Sikap anda sangatlah mematikan wacana demokrasi yang menggelinding! Kalau kita tak suka atau tak setuju dengan tulisan seseorang, cukup sampaikan kritikan secara sopan atau tinggalkanlah! Ini pilhan terbaik. Tak perlu menakut-nakuti segala!

Untuk Nera dan kawan-kawan TKI dimanapun berada, aku meletakkan respek ku setinggi-tingginya pada anda semua. Nera, jangan sedih dan takut ya, Qulil haqqa wa lau kaana muuran! (katakanlah yang benar walau pahit sekalipun!).


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help