Imazahra's posts with tag: debu

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag debu
MusicDEBU (international)Jun 13, '07 10:48 PM
for everyone
Inilah koleksi lagu DEBU terbaru yang kata sang leader DEBU (lead vocal and arranger) Mustafa akan dilempar ke pasar internasional. Rentang keragaman lagu dan musiknya kaya sekali. Ada lagu berbahasa China, Inggris, Arab, Turki, Spanyol dan Parsi. Singkat kata, unik! Coba deh didengarkan.

Btw, lagu-lagu ini langsung saya download di 'rumah maya'nya Mustafa loh :-)
Kalau ingin silaturrahmi langsung dengan Mustafa yang humble dan ramah ini, silahkan kunjungi MP beliau dengan ID: mustafadaood.
Terima kasih sudah sharing lagu-lagu indah ini brother Mustafa. Good luck!
Track 9   
Just Love 12 LAGU ISLAMI Debu 
Amor  Solamente 
Allah My Heart Calls Out to You  Allah My Heart Calls Out to Y 
Don't Turn Back MAKIN MABUK D E B U 
Mutrib alQasr demo  Mutrib alQasr demo 
Jin Ni Ming Bai  Jin Ni mastered 
Track 6 Untitled - 10-30-06 Unknown 

VideoSarayda (DEBU in Turkish Music)Jun 13, '07 1:44 PM
for everyone
Teman teman, lagu yang DEBU nyanyikan ini bahasa Turki kan ya???
I'm not pretty sure! Dibilang bahasa Arab, sepertinya bukan deh. Dibilang Parsi, kok keliatannya juga lain. So, I guess this is Turkish song :-p


Import.flv (8.1 MB)

VideoNyawa dan Cinta (The Soul and Love)Jun 13, '07 1:06 PM
for everyone
Petikan wawancara dengan Mustafa sang lokomotif DEBU:

Mengapa DEBU memilih musik sebagai jalur dakwah ?

Itu permintaan Syekh Fattaah, mursyid kami. Setiap mursyid punya cara yang berbeda. Ada yang berdakwah melalui ceramah ada yang pakai musik - semuanya baik, tidak ada yang salah.

Musik ini untuk menyampaikan pesan-pesan Syekh Fattaah ?

Ya. Ajaran Syekh Fattaah sebenarnya ada di kaset. Sekarang sudah 100 ribu orang beli kaset DEBU, yang bajakan biasanya lebih banyak lagi. Diantara mereka, berapa ribu yang sekarang mendengar musik DEBU? Meski kita berhenti sekarang, ajaran Syekh akan tetap berlanjut. Itulah tandanya Allah yang menjalankan, bukan kita.

Bagaimana DEBU menyelaraskan musik dan dakwah ?

Bagi kami musik adalah kendaraan yang membawa pesan. Kalau ada orang yang tertarik hanya dengan musiknya saja, tidak apa-apa, Insya Allah mereka akan perhatikan syairnya, kelak. Makanya, Syekh Fattaah selalu berpesan agar saya tidak membuat musik yang sama dengan yang lain. Harus ada ciri khas DEBU. Kalau saya bikin melodi yang terlalu umum, Syekh akan bilang, " Jangan…buat yang lebih baik." Kami sengaja pakai alat-alat musik dari berbagai aliran seperti pop, klasik, etnik dan lain-lain agar musik DEBU bisa menyentuh semua kalangan.

Apa yang dilakukan DEBU agar bisa eksis di tengah beragam musik yang hadir dalam masyarakat kini ?

Orang lain bermain musik agar bisa diterima masyarakat. DEBU, tidak. Kami main musik supaya Allah menerimanya. Itu berarti kita selalu dalam kemenangan. Insya Allah. Tidak ada yang bisa meramalkan hal itu karena semuanya diluar jangkauan manusia. Soal berhasil atau kalah, itu urusan Allah. Allah lah yang memutuskan. Kalau Allah tetapkan kita dibawah,…. kita tetap menang walau di bawah. Ada orang membuat musik agar diterima orang, supaya albumnya meledak. Nah kalau tidak meledak, ia akan kecewa. Kita, tidak. Kita akan selalu senang dan menang karena yang kita tuju hanya kesenangan Allah, bukan kesenangan manusia.

Sekarang DEBU cukup di kenal ya, bahkan di beberapa negara jiran ?

Konon begitu. Sepuluh tahun lalu, ketika orang bertanya kita mau apa, tidak ada yang tahu sama sekali. Saat itu hanya Najmah Hakimah yang bisa main musik. Tetapi Allah membukakan pintu, membuka jalan…sampai sekarang. Sekarang DEBU cukup dikenal di Indonesia, mungkin nanti di internasional juga, kita tidak tahu. Kita hanya tangan Allah. (DEBU sekarang membuat musik dalam berbagai bahasa ; Arab, Inggris, Cina, Parsi dan Turki - pen.). Empat tahun yang lalu kita tak pernah membayangkan responnya akan seperti ini, dan itu semua karena Allah. Sekarang orang kenal DEBU, seolah hati-hati mereka ditarik pada kita oleh tangan Allah. Ini pembukaan dari Allah…bukan dari kita.

DEBU tak mengikuti 'mainstream' musik Islam yang biasa tampil kalem, apakah ini strategi pasar ?

Kadang DEBU sedikit kompromi juga terhadap kebutuhan pasar sejauh tidak melanggar syari'at Islam. Seperti saya, kalau show tampil dengan rambut gondrong atau pakai baju keren-keren agar enak dilihat…ya enggak apa-apa sejauh tidak melanggar syari'at. Sebab kalau melanggar syari'at berarti pesan yang kami sampaikan tidak ada gunanya dan kami menjadi munafik. Jadi, kompromi bisa saja asal ada batasnya.
***

Aku kutip dari Website DEBU




Video for the title track to Nyawa dan Cinta. This video was produced and directed by the members of DEBU.


Import.flv (11.0 MB)

VideoLautan Hatiku (The Sea of my Heart)Jun 13, '07 12:34 PM
for everyone
"DEBU's music is a lively blend of strings and percussion, with accompanying lyrics in several languages. In terms of (a) music genre, DEBU's music would have to be called world music, simply because of its varied nature, lack of adherence to any one concept, and the use of ethnic instruments"

Sekilas tentang DEBU

Lahir di tengah situasi zaman yang telah melupakan nilai-nilai spiritual, DEBU berusaha mengisi kekurangan itu. Beda dengan kelompok lain, DEBU memiliki ciri khas yang mandiri. Lirik-liriknya sufistik, mistis, lahir dari kalbu yang mabuk cinta dan kerinduan pada Sang Khalik. Boleh dibilang lagu-lagu DEBU adalah syair asmara, kemesraan mendalam pada cinta Sang Pencipta.

Musik yang dimainkan DEBU kaya nuansa. Tak ada konsep tertentu yang mengikatnya, karena itu musik mereka amat bervariasi dan tidak membosankan.

Di dalamnya ada dentam rebana yang kuat, yang lembut, ada lengkingan seruling yang menggugah. Kadang-kadang irama mereka mengingatkan kita pada nuansa padang pasir, country, bahkan jazz dan world music. Satu yang sudah jelas: musik DEBU ini universal. Mereka bisa diterima di kalangan mana pun, kapan pun, dimana pun di seluruh dunia.

Bukan cuma suara indah dan merdu yang menjadi andalan mereka, tetapi juga kepiawaian memainkan alat musik. DEBU menggunakan beraneka alat musik dari belahan dunia yang berbeda. Santur dari Iran misalnya, atau harpa, atau alat musik khas Irlandia, yaitu tambur dari Turki, gendok-gendok dari Sulawesi Selatan digabungkan dengan harmonis bersama biola, bass dan berbagai jenis perkusi. Uniknya, bagi DEBU, kemampuan mereka bermain musik adalah wujud berkah dan rahmatullah...!

Yang terutama, bagi DEBU, musik adalah media dakwah dan syiar Islam, yang sanggup menggugah semangat dan kecintaan pada Ilahi, amat berbeda dengan jenis musik lain yang ada di dunia saat ini. Musik DEBU adalah zikir..., cara yang indah dan artistik untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik.

Di tengah kegelisahan zaman, DEBU berharap musik yang mereka mainkan dapat menjadi setetes embun penyegar bagi semua golongan tanpa membedakan ras atau kelas. DEBU bukan kelompok eksklusif: ia hadir dalam keramahan semangat Islam. Musiknya memberi inspirasi yang lebih jauh daripada sekedar kenikmatan mendengar karena ia adalah zikir: berzikir bersama DEBU bisa dilakukan di mana pun, di mobil, di kantor, bahkan di dapur ketika memasak.

Ilham yang diterima oleh Syekh Fattaah yang menunjukkan Indonesia sebagai tempat yang harus dituju oleh mereka. Maka hijrahlah mereka!

Memang sebagian besar anggota pemusik DEBU berasal dari negeri Paman Sam, tetapi ada juga anggota yang berasal dari Swedia, Inggris dan terakhir, bergabung juga anggota dari Indonesia. Keanekaragaman etnik yang menunjukkan keterbukaan pola pikir: itulah DEBU.

Dibimbing oleh Syekh Fattaah, seorang berasal dari Amerika Serikat, DEBU hijrah ke Indonesia sejak tahun 1999. Ini adalah perjalanan pencarian spiritual berdasar ilham yang diterima Sheyh Fattaah. Suatu perjalanan dalam petunjuk Allah, Yang Maha Karim.

Paragraph-paragraph pengantar diatas saya ambil dari website mereka DEBU.

Aku sendiri mengenal debu sekitar medio 2000-an. Kelompok musik sufistik yang unik! I've fallen in love with them!

Jadinya beberapa hari ini ubek-ubek youtube untuk mengobati rasa kangen, setelah bertahun-tahun gak mendengarkan alunan musik mereka lagi. Yang kuupload ini nuansa alunan langgam China nya kental sekali, jadinya unik dan asik didengarkan.

(This video was shot on location at Cibodas Botanical Gardens Bogor Indonesia)


Import.flv (11.3 MB)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help