Imazahra's posts with tag: bath

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bath
Blog Entry[Bag. III] Backpacking rame-rame: Mandi di Bath?Aug 16, '07 3:54 PM
for everyone
Jam 9 kita semua mulai mengumpulkan nyawa lagi. Riuh rendah kesibukan kita pagi itu. Ada yang mandi, ada yang menyiapkan sarapan dadar telur dan indomie ala kadarnya plus menghangatkan sisa menu tadi malam. Masing-masing mengurus dirinya sendiri-sendiri. Jam 11 akhirnya kita semua siap menapakkan kaki keluar 'hostel' Kang Dedy.

Kalau tadi malam transportasi kita dari bus station ke rumah Kang Dedy adalah taxi, maka hari ini kita disarankan tuan rumah untuk membeli South West Day Rider pass. Artinya dengan tiket ini kita bisa menjelajah dengan moda bus antar kota, termasuk ke Bath yang berjarak 13 miles dari Bristol.

Menuju kota 'Mandi'

Finally, aku mengunjungi Bath lagi. Bath dikenal sebagai jantung the World Heritage site di UK. Tak hanya karena umur kotanya yang sangat-sangat tua, tapi juga dikarenakan kota ini adalah satu-satunya kota di Inggris yang memiliki peninggalan pemandian air panas alami [di musim bersalju sekalipun], makanya kotanya disebut sebagai kota 'mandi-mandi', karena penduduk kuno nya pada masa itu memaksimalkan penggunaan sumber mata air panas tersebut dengan membangun pemandian-pemandian umum nan megah. Kota ini juga memiliki kuil/temple pemujaan bagi Dewi Sulis Minerva yang dibangun oleh bangsa Celtic yang didalamnya terdapat great Roman Baths [kolam pemandian air panas tadi].

Konon pemandian air panas ini sudah dibangun sejak 43 tahun sebelum masehi oleh bangsa Romawi! So, kebayang kan tuanya seperti apa!

 I love Bath very much! This city is really really recommended by me if you have a plan to go to UK, indeed! Kotanya compact, seharian dikelilingi juga selesai, tapi sangat-sangat tua dan mengesankan! Sisa-sisa arsitektur bergaya Romawi kuno terlihat dimana-mana memanjakan mata.

Sekitar medio November tahun lalu aku sudah kesini bersama suami dalam rangkaian backpacking kami keliling selatan Inggris, cuma saat itu sudah mulai autumn dan dingin, jadi kami sepakat untuk menghabiskan waktu kami yang cuma 4 jam disana untuk masuk ke dalam great Roman Baths demi menikmati sejarah dan wujud asli si kolam pemandian air panas tersebut. Dan sungguh ajaib, airnya benar-benar panas padahal saat itu suhu udara diluar sudah mencapai 8 derajat celcius. [Kapan-kapan deh kuceritakan tersendiri lebih detil kesan-kesanku soal Roman Bath ini].

Dengan riang rombongan kami pagi itu yang terdiri dari Izzaq-London, Teh Yeyen-Bradford, Tya-Warwick, Munif-Leeds, Faqih-Birmingham dan tentu saja aku, melangkah menuju bus stop, kita akan menuju bus station terlebih dahulu. Dengan menunjukkan student card dan membayar 5 pounds 20 pence kita berhak mengelilingi South West Sommerset county, termasuk Bath ini. Jadi kita gak perlu lagi beli tiket berkali-kali dan tentu saja ini jauh lebih hemat dibandingkan kita beli tiket baru setiap saat. Tiket seperti ini memang didesain untuk turis dan local people yang tinggal jauh dari pusat kota. Kalau di Leeds biasa disebut sebagai West Yorkshire Dayrider.

Mau mandi di [Bath spa] 'mandi spa' ???

Tak sampai 30 menit, kami sampai di Bath! Horey! Yang pertama dilakukan tentu saja mengambil peta kecil di bus station. Dari pintu belakang bus station, kami langsung menyeberang jalan dan ternyata langsung sampai di Thermae Bath spa nya! Ini adalah fasilitas pemandian air panas modern yang sumber airnya dialirkan langsung dari Roman Baths.

Iseng-iseng aku nanya, kalau mau mandi di kolamnya ini kudu bayar berapa ya??? Si petugas bilang,

"The spa session's price is begin from 20 pounds per hour!"

"Ooooh...!" sambil senyum manis tak berdaya...!

Berarti ada yang lebih mahal dari itu kan, misalnya kita mau berendam di kolam hangat sekitar 3 jam, berarti...? hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiy! Cabut ah! Walau konon kabarnya air panas ini berkhasiat mengobati aneka penyakit, tetap saja  kantung kami akan 'sakit'.
***

Kami berenam pun mulai asik photo-photo. Syukur aku sudah kesini duluan, jadi aku bisa senang hati menjadikan diri sebagai photographer dadakan. Teman-teman pun tanpa diminta riang gembira berpose di tempat-tempat menarik dan strategis.

Tak lama kami sampai di situs paling terkenal, great Roman Baths. Sayangnya biaya masuknya cukup mahal walaupun menggunakan student card, 8.75 pounds. Seluruh anggota rombongan memutuskan untuk sekedar berphoto-photo diluar dan memilih mengeksplor kota Bath saja. Dari pihakku tentu saja gak keberatan sama sekali, karena aku sendiri sudah pernah masuk kedalam great Roman Baths.

Di depan Bath Abbey church yang menjulang raksasa disisi pintu masuk great Roman Baths, kami sempat bernarsis ria, walau to be honest, ini masih tahap pemanasan. Saat menggila bersama belum datang! hihihihi...

Mulai menggila!!!

Tak lama, rombongan kami menemukan taman yang sangat cantik. Namanya juga cantik; the Parade Garden. Taman ini menghampar rapi dan asri di lembah bukit-bukit Bath dan persis bersisian dengan sungai yang mengelilingi kota Bath! Subhanallah, indah!!! Eiiiiiiiiiiiiiit, bayar dulu baru masuk, only 50 pence by showing your student card! Tumben, biasanya park di Inggris selalu gratisan, tapi gak papa, cantik banget emang tamannya ini!!!

Disinilah juga ide gila dan isengku mencuat. Gimana kalau kita berphoto ala ABG itu? Rebahan di rumput hijau, kepala-kepala saling didempetkan dan memakai kacamata hitam! Hasilnya, sungguh kocak! Hihihihihi...

Puas bergaya ABG, termasuk ala ikan duyung kembar, hihihihi... ide gila lainnya mampir di kepala kami, gimana kalau para cowok ikutan topless sebagaimana bule-bule disekeliling kami... Aiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih! Ternyata ada dua orang yang bersedia menjadikan dirinya sebagai model! Semangat 45 langsung buka baju dan kaos oblongnya, hahahahaha!

Sumpah aku ngakak pas memphoto dua makhluk ini, soalnya yang satu hitam keling dan yang satu lagi kurus menjulang, hihihihihi... Siapakah dua orang ini? Eng ing eng, mereka adalah...................................., ah! Gak jadi aja, aku udah disogok tutup mulut soalnya. Jadi maaf pemirsa, photo topless nya gak bisa ditayangkan disini, hihihihi... Silahkan bayangkan saja sendiri. <--- ternyata si empunya photo bersedia dipajang photonya! Dasar NARSIS tingkat tinggi *ketawa guling-guling deh sekarang* ^_^

Oh iya, di taman ini aku sempat asik memotret orang yang baru saja selesai menikah. Mereka berjejer rapi di tangga taman, menyiapkan diri untuk diphoto sang photographer pro. Sepertinya mereka adalah keluarga besar kedua belah pihak mempelai. Gaun putih anggun mempelai perempuan menambah aura romantis suasana kota Bath. Jadi pingin post wedding juga euy sama si Kakak, hihihi...

Kelar berphoto aneka gaya dan menikmati ratusan ikan besar dan kecil mirip ikan gabus yang berenang riang bermandi matahari summer di sungai Bath, kami gegas menuju objek berikutnya, the Circus park dan the Royal Crescent, apartemen tua bergaya Georgian yang dibangun abad ke 18. Dari taman cantik kami kembali ke great Roman Baths, membeli sedikit souvenir dan satu potong roti baquette dengan filling tuna mayo, lezat! Dimakan sambil berjalan pelan-pelan menanjak lurus ke atas.  Kami berjalan menanjak ini sekitar setengah kilometer. Cukup ngos-ngosan juga euy!

Sampai diatas, gak kecewa sama sekali kok. Kami melewati taman berbentuk lingkaran bernama Circus park, mengaso sambil menghabiskan lunch kami, lalu bergerak naik sedikit ke arah kiri, kita akan langsung melihat bangunan The Royal Crescent yang sangat cantik, membentuk bulan sabit dan mengelilingi hamparan hijau rumput yang menghadap ke kota Bath dibawahnya. Terbayang asiknya orang-orang yang tinggal di apartemen tua bersejarah ini, bangun di pagi hari sambil membuka gorden kamar dan menikmati indahnya seantero kota Bath yang berkontur turun naik dan menghasilkan irama keindahan bagi mata dan jiwa.

Jadi merenung...

Kesimpulanku, kota Bath ini pandai sekali menata diri mereka, tak hanya melestarikan bangunan pra sejarahnya, tapi juga menyediakan taman-taman anggun untuk tempat mengaso para turis yang kelelahan menikmati bangunan-bangunan tuanya. Yang ada, kita semakin betah berlama-lama duduk-duduk di tamannya dan menhabiskan penny-penny kita untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga. Tak lupa juga membeli souvenirs! Tentu saja turis yang puas dan kembali datang adalah sumber income kota yang luar biasa! What a brilliant idea!

Fenomena semacam ini, kusebut sebagai daya jual dalam turisme; kota-kota yang tertata rapi, taman yang cantik dan bersih, akses yang mudah dan teraturnya sarana dan prasarana menjadikan Inggris sebagai salah satu tujuan utama turis mancanegara. Jujur saja, aku seringkali takjub dengan kota-kota kecil- kalau tidak malah bisa disebut sebagai desa- di utara Inggris yang sebenarnya tidak punya apa-apa, tapi mereka 'sanggup menjual' diri mereka dan menarik turis domestik dan mancanegara karena kekuatan daya jual tersebut!!!

Sementara Indonesia yang punya kekayaan alam luar biasa dan indah, begitu begitu saja di mata turis domestik apalagi internasional, karena ketidak-seriusan kita dalam 'menjual keindahan alami' tersebut. Hiks, jadi sedih... [Duh, maaf, tulisan ini jadi ngelantur kemana-mana].

Puas photo-photo, bahkan ada satu teman yang sempat tertidur segala karena kami menunggu anggota rombongan yang membeli air minum dan ke kamar mandi, kami memutuskan mengakhiri Bath city tour hari ini dan menuju Bath station kembali, going back to Bristol! Senja nanti sesampai di Bristol kami akan langsung menyaksikan the International Balloon Fiesta, tujuan utama backpacking kali ini! Lelah so pasti, but it's worthed to be enjoyed!!!

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help