Imazahra's posts with tag: backpacking

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag backpacking
Blog Entry[5] Mau Backpacking Keliling Dunia for Free???Mar 9, '08 8:58 AM
for everyone

Sudah berminggu-minggu aku  tidak lagi mendengar kabar dari si Mba. Aku sudah hampir-hampir lupa, karena mulai tenggelam pada kesibukan lain. Sampai suatu ketika, tepatnya tanggal 5 Maret kemarin, sebuah sms masuk, 

Halo Ima! Aku akhirnya dapat juga grant ke Canada tapi sayang hanya untuk satu orang, padahal penulisnya dua orang. Aku mau tanya-tanya lagi boleh kan? 

Alhamdulillah! Senangnya. Melambung hatiku Mba mendengar kabar baik ini. Boleh Mba, telpon aja ke Flexi ku entar malam ya? Atau, siang ini juga bisa? 

Trims ya Ima, jam berapa bisa kutelpon? I really think that better for me not to go, karena aku hanya ‘record’ apa yang saudaraku lakukan. Aku jadi gak yakin mengingat grant yang diberikan sepertinya gak cukup untuk berdua. Saudaraku lebih membutuhkannya untuk menunjuang karirnya. 

Aku membatin setelah membaca sms terakhir, “Ketika kesempatan sudah mulai terbuka di depan mata, sudah sepatutnya kita raih, seragu apapun hati kita. Kita gak akan pernah tahu apakah akan ada kesempatan berikutnya, jika kita tidak meraih yang di depan mata kita. Saat ini juga!” 

Setelah itu aku ditelpon, disambung bolak balik sms-sms an karena ada beberapa hal mendesak yang harus diperjelas.

Berapa banyak kah grant yang diberikan. Cukup tidaknya untuk berangkat dua orang. Bagaimana cara memanfaatkan uang yang ada sebaik-baiknya dan setaktis mungkin. Namanya juga mau backpacking gratisan, hehehe…

Also, I still need to encourage her again to go, again and again! Since she is still  not sure yet to go due to some obstacles lie down in front of her.

Siang itu lagi-lagi aku bisa tersenyum. Senyum yang sangat lebar. Senang bukan main! Sekecil apapun peranku, aku merasakan satu hal besar: Kebajikan bisa dilakukan dengan banyak cara dan berbagi selalu membuat hati kita besar dan penuh dengan kebahagiaan!

As I told you earlier in this story, good spirit is always contagious in any forms!

The story is almost end with happy ENDING. Isn't it? ^_^

Ayo, sekarang giliranmu menceritakan ‘mimpi-mimpimu’ dan bagaimana caramu mencapai mimpi itu! 


Blog Entry[4] Mau Backpacking Keliling Dunia for Free???Mar 9, '08 7:47 AM
for everyone

Sekali-sekali si Mba masih kutanyai perkembangan pencarian grantnya. Kadang-kadang beliau lah yang menelponku. Seperti rembang sore di suatu hari, kami sms-sms-an, isinya kurang lebih seperti ini [maaf, otakku gak bisa mengingat semua detail diskusi]: 
       

        Mba, gimana perkembangan pengajuan grantnya?
Sms sent

Duh Im, enggak tau nih, sepertinya aku harus memupus impianku saat ini. Paper sudah diterima saja aku sudah senang kok. Mungkin belum saatnya.
Sms accepted

Mba, jangan putus harapan dulu ya. Terus berusaha dan berdoa ya. Allah suka pada hambaNya yang terus memanggil dan memohon padaNya. Ada jalan yang tak terduga nantinya!
Sms sent
 

Entahlah Im! Aku tidak begitu berharap. Mengingat panitia sendiri menyatakan di websitenya tidak bisa memberikan direct financial assistant.
 

Sms balasannya terbaca sangat hopeless! Oh No! Please, don’t give up now! InsyaAllah akan ada jalan lain!
 

Aku fikir, jika abstrak yang dikirimkan memang bagus dan menarik bagi panitia, masa sih panitia gak mencoba membantu dengan mengontak CIDA langsung? Panitia di sana kemungkinan besar punya networking yang lebih kuat ke lembaga donor, karena acara konferensi kali ini pun didanai oleh lembaga donor. Entah kenapa, feeling ku tetap saja mengatakan, beliau insyaAllah akan berangkat!
 

O iya Im, perlu kukirim gak papernya sekarang? Mengingat aku belum tentu bisa berangkat walau paperku sudah diterima. Takutnya digunakan untuk yang enggak-enggak?
Sms received

        Dikirim aja Mba. Justru ketika panitia membaca paper Mba dan menurut mereka bagus, insyaAllah akan membuat mereka mempertimbangkan lagi. Siapa tahu hati mereka jadi lebih tergerak untuk mengundang Mba. Minimal banget di sini kita berharap mereka bisa kasih grant untuk pesawat pulang pergi. Soal akomodasi bisa kita fikirkan nanti.
Sms sent 

Jujur, saat itu dibenakku terlintas ide:

“Kenapa si Mba gak pengumuman aja di MP soal butuh tumpangan, kan MP-ers Indonesia hampir-hampir ada di seluruh penjuru dunia! Dulu pas aku backpacking 21 hari tahun 2005 keliling Eropa, pernah melakukan hal yang sama dan Alhamdulillah ada saja teman-teman MP yang bersedia ditumpangi rumahnya. Seperti ini yang sangat-sangat membantu pembiayaan travelling ku saat itu.”

(Teman-teman MP yang pernah kutumpangi yang membaca jurnal seri ini, terima kasih banyak ya, tanpa kalian, aku sudah jadi gembel di jalanan. Ah, old memories! Jadi kepingin backpacking lagi, huhuhuhu….)

Nanti ah, aku coba usulkan ide ini ke si Mba. Sekarang waktunya banyak-banyak menerbangkan doa.

“Allah, kupanjatkan doa lagi padaMu, mudahkanlah urusannya. Sekali lagi aku meminta padaMu, bukakanlah jalan baginya untuk meraih salah satu mimpinya”


Blog Entry[3] Mau Backpacking Keliling Dunia for Free???Mar 8, '08 4:34 AM
for everyone

Semenjak itu, si Mba kadang-kadang menghubungiku. Menanyakan hal-hal yang lebih teknis sifatnya. Aku senang melihat antusiasme yang beliau miliki. Aku juga senang diberikan kesempatan membagi sedikit yang kupunya.

Sampai suatu ketika,

“Trrrrrrrrrrt, rrrrrrrrrttttttttttttttttt,” teleponku berdering di sebuah siang di Kebun Raya Bogor. Iya, di Kebun Raya. Aku sedang diundang mengikuti sebuah diskusi di hotel Salak, Bogor. Selesai diskusi, aku ngajak panitia untuk main sejenak ke situ.

 

“Ima! Abstrakku yang kukirim ke sebuah konferensi di Canada ternyata diterima! Alhamdulillah!” dalam gesa suara si Mba yang lembut mengabari berita membahagiakan ini.

Aku melompat-lompat gembira! Aku betul-betul melompat dalam arti harfiahnya! Aku sudah tak peduli lagi ditatap orang-orang yang asik memadu kasih di Kebun Raya. Aku betul-betul senang. Kesuksesannya adalah kesuksesanku juga. Kebahagiaannya adalah kebahagiaanku juga!

“Tapi Ma, mereka tidak menyediakan grant untuk transportasi (pesawat pulang pergi) dan akomodasi, apalagi uang saku,” suaranya terdengar sedih sekali.

“…”

Aku tercekat! Baru saja aku melampiaskan kebahagiaanku, tapi ternyata…!

Perlahan kuhela nafas dan mencoba melihat kabar ini dari sisi positif. Ima, look at the bright side when you try to tell something to her. Don’t stop her dream. Help her, encourage her!

“Mba…, aku juga pernah kok mengalami hal seperti ini. Tapi jangan langsung patah semangat Mba,” sambil tanpa kusadari aku menarik sebuah senyuman. Padahal hey! Beliau kan gak melihat wajahku, wong ini ngobrol di telepon.

“Gini Mba, gimana kalau Mba kirim email ke panitia, bilang bahwa Mba datang dari developing country (suka tidak suka kita harus mengakui ini: ed.) dan selisih currency (mata uang: ed.) kita beda jauh dengan mereka. Dengan menjelaskan ini baik-baik, mudahan mereka akan bisa membukakan jalan lain.” Jelasku hati hati.

“Gitu ya Ma? Lazim ya kita bernegosiasi seperti ini…?” ada nada ragu terdengar jelas di suaranya.

“Menurutku sah-sah saja Mba! Toh mereka sudah menyatakan tertarik dengan abstrak Mba kan,” entah kenapa, siang itu aku begitu yakinnya bicara seperti itu. Padahal belum tentu seperti itu kan keadaan real di Canada nya. Aku hanya punya niatan untuk menghibur dan mengajak  beliau untuk tidak patah semangat. Itu saja.

 

Waktu berlalu. Sekitar dua minggu kemudian…

 

“Trrrrrrrrt, rrrrrrrrrrtttttttttttt….”

“Ima, aku disuruh menghubungi pihak CIDA, untuk mencari funding untuk berangkat. Tapi kemana aku harus melangkah? Aku belum pernah berurusan dengan lembaga seperti ini.” Si Mba menghubungiku lagi. Suaranya terdengar cemas bukan main.

“Oh, kalau memang seperti itu, ya sudah Mba. Ayo langsung dimasukkan proposal pengajuan grant untuk mengikuti konferensi” sahutku cepat. Gimana-gimana dia butuh saran taktis sekarang ini.

Saat itu aku memberikan beberapa info lembaga terkait yang biasa memberikan grant untuk mengikuti konferensi di luar negeri jika abstrak paper kita sudah diterimanya. Intinya usahakan cari lembaga yang se-visi dengan topik paper yang akan kita bawakan. Biasanya kemungkinan ditolaknya lebih kecil. Walau waktunya memang cukup lama. Yah, namanya juga minta dibiayai dan jumlahnya kan gak sedikit!

“Jangan patah semangat ya Mba. Belum ada kata ‘gagal’ berangkat di sini ya Mba! Tetap usaha dan berdoa. Aku juga bantu doa dari sini, ok!”

 
Berhasil kah kami??? *aku jadi merasa satu tim dengan beliau* Wish us luck!

To be continued...!


Blog Entry[2] Mau Backpacking Keliling Dunia for Free???Mar 8, '08 3:22 AM
for everyone

Flash back to Jakarta, few months ago...


Catatan Jakarta
, 7 October 2007 dinihari.

Setelah keliling sepanjang dinihari membagi-bagikan nasi bungkus pada acara Sahur on the Road 2007, aku duduk bersisian menikmati indomie rebus menu sahurku, dengan seorang MP-er yang malang melintang di dunia kepenulisan.

Tercipta lah sebuah dialog, kurang lebih seperti dibawah ini:

“Im, aku suka banget liat photo-photo aktifitas backpackingmu. Betapa panjang langkah kakimu. Kamu berhasil mengelilingi keindahan alam di berbagai belahan dunia.”

“Iya Mba, Alhamdulillah. Tapi aku belum seberapa kok Mba! Masih ada Mba Ambar yang hebat banget itu, Gus Weng yang heroik atau Teh Merlyna Lim. Mereka semua inspiratorku,” sahutku sambil tersenyum manis. Manis gak ya senyumku saat itu? Hehehe…

         “Tapi biayanya pasti mahal ya Im….” Dia hampir-hampir berbisik lirih.

       “Mba, asal tahu aja ya, gak semua dari backpackingku itu kubiayai dari kantungku sendiri. Rata-rata justru karena aku menghadiri aneka konferensi di negara-negara yang sedang kukunjungi. Lalu kulangkahkan kakiku lebih jauh setelah konferensi berakhir ke negara-negara atau kota-kota terdekat di negara yang sedang kudatangi” sahutku bersemangat menerangkan.

“apa Im? Jadi maksudmu, kamu hampir-hampir gratis mengunjungi berbagai negara itu?”

“Rata-rata iya Mba. Ada yang full dibiayai oleh pihak pengundang, termasuk di dalamnya pesawat pulang pergi, akomodasi dan uang saku. Ada yang ditanggung akomodasi dan conference fee nya. Ada juga yang ditanggung uang conference saja. Yah, biasanya aku akan mengusahakan untuk hadir di konferensi yang full menanggung semua biaya. Kalau pas aku punya tabungan lebih, ya aku akan hadir juga di konferensi yang hanya menanggung biaya akomodasi dan conference fee. Intinya, memanfaatkan setiap peluang yang ada dan kemampuan yang kita punya.”

“Gimana cara mengetahui info berbagai conference ini Ima?” kejar si Mba.

“Oh iya. Aku rajin mengunjungi website www.conferencealerts.com Mba! Di situ lengkap sekali dafar jadwal conference yang akan diselenggarakan di berbagai belahan dunia. Include didalamnya informasi website yang harus kita telusuri lebih jauh jika kita ingin mengirimkan abstrak sesuai tema konferensi” kisahku perlahan-lahan. Kami sama-sama sudah mengantuk dan capek, karena ikut membagikan nasi Sahur on the Road acara MP-ers Jakarta.

“Hem, lalu Ma, berapa halaman harus kita buat? Panjang kah? Duh, aku belum pernah ikutan Ma! Apa bisa???” si Mba terlihat excited sekaligus cemas.

“Kalau abstrak, mba cukup mengirimkan setengah halaman saja. Sekitar 350 kata, gak berat kan Mba. Nanti kalau mereka tertarik dengan ide-ide kita, mereka akan memberitahukan list abstrak yang diterima dan meminta kita mengirimkan paper lengkap. Panjangnya tergantung durasi waktu yang diberikan pada kita untuk mempresentasikan paper kita. Rata-rata sekitar 15-25 halaman. "

"Wah, banyak bener Maaaaaaaaaa! Aku keder niy dengernya. Belum tentu lagi abstrak kita itu menarik apa enggak?" si Mba mengerenyitkan keningnya.

"Justru itu Mba, kita gak pernah tahu kita bisa apa enggak, menarik apa enggak, bagus apa enggak, kalau kita gak pernah mau mencoba! We’ve never known what is behind something we want to go through, before we step into it” ujarku menyemangati si Mba.

“Iya yah Ma…, aku kudu mencoba! We’ve never known!” si Mba mulai tersenyum.

“Iya Mba, lagian, nothing to loose kan? Cuma ngirim abstrak by email ini. Murah meriah bo!!!”

"Kalau gagal yang satu ini, tinggal kirim abstrak ke conference lainnya ya, Ma!" Si Mba menyambung kalimatku dengan tatap jenaka.

Tawa kami pun berderai dan mengakhiri sahur kami. Dia meminta nomor HP ku dan berjanji akan menghubungiku sewaktu-waktu jika dia perlu beberapa informasi tambahan.

Dinihari menjelang pagi itu aku berdoa pada Allah,

"Ya Allah, gerakkan hatinya untuk mencoba jalan yang pernah kucoba. Jika ada kesulitan, mudahkanlah ia, jika ada halangan, ringankanlah bebannya. Aku melihat bara di matanya. Jangan padamkan itu ya Allah yang Maha Kasih dan Sumber Pengetahuan, amin..."

To be continued!

PS.
Hayo tebak, siapa kah dia diantara kami-kami di photo ituw? hehehe ^__^

Blog Entry[I] Mau Backpacking Keliling Dunia for Free???Mar 8, '08 2:52 AM
for everyone

Orang-orang sering bertanya, bagaimana bisa aku yang biasa-biasa saja sudah bisa backpacking keliling dunia? Dalam usia relatif muda pula. Apakah aku anak orang kaya, kerling tanya mereka? Oh, no, no, NO! I’m definitely not a rich person! I am just a really ordinary girl coming from a really modest family.

Atau beasiswa kuliahku sangatlah besar? Sampai-sampai aku bisa menyisihkan living allowance bulananku dan hasilnya kutabung? Oh, beasiswaku biasa saja, bahkan separuh dari standar hidup minimal di UK. Artinya aku harus dua kali lebih hemat dari orang-orang Inggris biasa yang hidup di Inggris.

Lalu, darimana kamu dapatkan uang untuk travelling menjelajah separuh dunia? Orang-orang terheran-heran setiap kali menatap photo-photo travelling ku mengunjungi hampir seluruh Eropa, Uni Emirat Arab (sudah dua kali kukunjungi), dan USA. Sampai-sampai aku memutuskan untuk tidak memposting photo-photo travelling ku lagi. Khawatir dianggap pamer, hiks!

Yang pasti sih, aku gak punya tuyul. Apalagi tuyul sepertinya gak sanggup menyeberang lautan Inggris. Hehehe, apa siy Im!

So, darimana sebetulnya  uang yang kudapatkan untuk membiayai backpacking dan travelling ku ke berbagai tempat???

Jawabannya sangat simpel.

Aku “berguru” pada Teteh Prof. satu ini.

Ya, beliau salah satu inspirator terbesarku.

Tahun 2003 dia menceritakan padaku bagaimana caranya dia bisa mendapatkan beasiswa dan aneka konferensi yang diikutinya yang pada akhirnya mengantarkannya pada berbagai 'petualangan' mengunjungi berbagai belahan dunia secara gratis. Iya, GRATIS BOOO!!!!!!

Beliau juga “memanas-manasiku” dengan memperlihatkan beberapa lembar photo-photo yang diprint di atas kertas. Memperlihatkan sudah kemana saja dia menghadiri aneka konferensi di penjuru dunia, sambil setelahnya jalan-jalan dong! Wow wow wow!

Terbit lah rasa ‘iri’ku! Kalau dia bisa, kenapa aku enggak bisa???

Ya ya ya… tentu aku harus tahu diri! Saat itu aku adalah ‘itik buruk rupa’ dalam kemampuan bahasa Inggris yang boleh dibilang nol! NOL BESAR malah, hehehe… Jujur, aku pembenci bahasa Inggris nomor wahid karena ‘trauma gaya ngajar’ guruku! Tapi aku gak boleh patah semangat. Dia makan nasi kan? Aku juga. Berarti kalau dia bisa, kenapa aku enggak bisa? Sejak itu aku berazam pada sang waktu, izinkan aku mengejar mimpi!

Dan sampai hari ini dia masih saja menjadi inspiratorku. Walau hampir dalam segala hal, aku belum ada apa-apanya dibanding dia.

Tiba-tiba, senja dua hari lalu aku mendapat sebuah kabar. Subhanallah, now I’ve just found one fact, that good spirit is always contagious! Bahkan tanpa kita sadari…!

Penasaran ada apakah? baca lanjutannya di seri kedua ^__^


Mata udah tinggal lima watt, sekarang malah ngumpul-ngumpul duduk-duduk dan lek lek-an di Angkringan Lek Man, utara stasiun tugu. Jaman mahasiswa aku seringnya ngangkring di daerah Gejayan, tapi belum pernah kesini sama sekali. This is my really first time visiting this place, konon sudah ada sejak tahun 70-an, ck ck ck... aku sampe tergumun gumun. Rameeeeeeee banget dengan manusia-manusia yang pingin wayangan sambil silaturrahmi, mengurai kesulitan hidup yang teranyam rumit.

Acara ngobrol bareng soal backpacking dengan Andrea sudah berakhir. Legaaaaaaaaaaaa banget! Sukses Alhamdulillah, yang datang lebih dari 120an sepertinya, terbukti buku tamu yang dibuat Regol Jogja penuh terisi dan yang duduk diluar kemungkinan tidak mengisi buku tamu. My salute for Regol Jogja, it's really really well organized. *angkat topi buat Mba Tita dan timnya* :-p

Kesan dariku, Bang Andrea sosok yang sangat humble, walau dia punya segudang pengalaman. Dia juga ngemong aku banget pas siaran di radio Eltira, soalnya aku keliatan gak PDnya, hihihihi...
Satu lagi, dia pinter banget loh, keliatan dari matanya yang bersinar-sinar cerdas. Api semangatnya terlihat membara dari pancaran matanya, senang banget liatnya :-D

Dan ternyata, Andrea adalah 'aktifis' Muhammadiyah dalam 'hening'. Menghanyutkan...! Aku diajakin ngobrol-ngobrol dengan para aktifis senior yang datang dan aku jadi terlempar pada 'dunia seru masa mahasiswa' di IAIN dulu :-)
Ternyata semakin banyak 'kesamaan-kesamaan' yang kutemukan. Doain mudahan bisa ikuti jejak langkahnya dia ya :-)

Malam ini aku juga bahagia banget, bisa ketemu seleb-seleb MP, ada Titin yang sudah jadi kontakku sekian tahun lamanya dan kucing2an mau ketemuan tapi gak sukses2, siang ini we've just made it. Duh, seneng banget bisa ketemu Titin yang hebat dan ceria banget :-)

Terus, aku akhirnya ketemu juga dengan Abang yang kubanggakan, Mas Sabri yang anteng dan kalem. Gila loh dia, Andrea asik ngoceh, dia malah asik ngempih, ahahahahaha :-D

Lalu, ada adik MP-er yang datang jauh-jauh dari Jakarta demi menemui dan menghadiri acara Regoljogja, ihiks, terharu banget, makasih ya Mat :-) Sayangnya batterai kameraku abis, jadinya kita belum punya dokumentasinya, huhuhuhuhu T__T

Intinya, I'm so happy tonight.

Dilaporkan langsung dari laptopnya Mas Sabri aka brecs.
Huehehehehehe ^_^ Mumpung ada wireless wuz wuz wuz!
Jogjakarta, 00.45

Blog EntryTeman-teman, Kita Ketemuan Yuk! Aug 20, '07 5:50 AM
for everyone
InsyaAllah saya akan bertolak ke tanah air akhir Agustus ini, walau tiket belum dibeli, alias berencana go show saja, karena beberapa pertimbangan dan alasan mendesak.

Dengan hormat karenanya saya memohon di PM nomor HP milik teman-teman yang berkenan ingin kopdar-an dengan saya. Mudahan kita bisa atur sama-sama jadwal ketemuan kita seasik mungkin ya. Atau Teh Ari or Bunda Wirda mau memfasilitasi ketemuan rame-rame kita, hihihihi :-D

Untuk teman-teman MP-ers Jogja, Alhamdulillah sepertinya kita sudah punya forum ketemuan yang asik niy, karena difasilitasi oleh teman-teman REGOLjogja yang menggelar diskusi santai jelang malam di Cafe Banaran. Info selengkapnya saya copy paste dari jurnal rilis yang dibuat empunya REGOLjogja, Mba Tita :-)

Senangnya lagi, saya bakal ketemu sama penulis idola saya, ANDREA HIRATA, yay! I'm so excited!!!

Jadi kepulanganku kali ini tak sekedar riset semata, tapi juga insyaAllah kaya dengan silaturrahmi, kalau teman-teman berkenan ketemuan denganku...

Kutunggu MP-ers semua tanggal 1 September di Jogja ya ^__^

Luv,
Ima

PS.
Pengumuman dibawah saya copy paste di jurnal Mba Tita, empunya REGOLjogja.
Link terkait:
- REGOLjogja.com

- Sembari Minum Kopi Meet the Backpackers!


Undangan Ngobrol dan Ngopi Bareng
"MENULISKAN KISAH PERJALANAN"


Mari kita mengembalikan ingatan pada 20 tahun lalu, pada petualangan Si Roy, tokoh ciptaan Gola Gong yang diterbitkan sebagai serial Balada si Roy di Majalah HAI. Roy adalah pemuda petualang, dengan ransel di punggungnya, menyusuri kampung-kampung di pelosok Nusantara. Kisah petualangannya menjadi serial yang hebat di Majalah HAI (yang kini sudah tidak menyediakan halaman fiksi lagi).

Kesuksesan Si Roy tak lepas dari kegemaran Gola Gong backpacking ke penjuru negeri. Bahkan, Gola Gong sendiri mengakui bahwa ia terinsiprasi oleh William Somerset Maugham, sastrawan Inggris yang mengatakan bahwa jika ingin menjadi pengarang, pergilah ke tempat-tempat jauh atau merantaulah ke negeri orang, kemudian tulislah berbagai pengalaman yang ditemukan. Dan betul, setelah melakukan perjalanan ke banyak tempat, Gola Gong berhasil melahirkan sosok Si Roy, yang menjadi idola remaja di tahun 1987-an dan kini menjadi legenda.

Travelling atau backpacking merupakan kegiatan rekreatif yang bermanfaat untuk mengasah kemampuan menulis. Pengalaman selama di perjalanan dan pertemuan dengan berbagai budaya memaksa kita untuk merekamnya dalam gambar maupun catatan. Sayangnya tidak setiap traveller/backpacker mampu merefleksikan kembali pengalaman-pengalaman itu  ke dalam sebuah karya tulis, baik berupa artikel di majalah, blog, penerbitan buku, maupun novel.

Belum banyak backpacker asal Indonesia yang menerbitkan buku atau novel perjalanan. Beberapa di antaranya adalah Agung Basuki (Buku: “Independent Travelling”), Sigit Susanto (Novel: “Menyusuri Lorong-lorng Dunia”), Adhitya Mulya dkk (Novel: “Travelers Tale, Belok Kanan Barcelona”), dan Andrea Hirata (Novel: “Edensor”). Sebagian travellers/backapckers yang lain lebih suka menuliskan kisah perjalanannya ke dalam blog , milis, maupun situs-situs komunitas seperti indobackpacker, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

Apapun media yang dipilih, cetak maupun online, memang tak jadi masalah. Tiap-tiap jenis media punya kekuatan yang berbeda untuk menyampaikan informasi. Persoalannya adalah, bagaimana merefleksikan kembali kisah perjalanan menjadi bacaan yang menarik untuk dinikmati para pembaca?

REGOLjogja menggelar obrolan Sembari Minum Kopi yang memperbincangkan hal ini. Hadir sebagai narasumber utama adalah Andrea Hirata, karyawan PT. Telkom yang kini dikenal sebagai penulis best-seller tetralogi Laskar Pelangi, namun lebih suka mengidentikkan dirinya sebagai akademisi dan bakcpacker. Di forum ini Andrea akan berbagai kisah petualangannnya hingga ke pelosok Afrika yang banyak menginspirasi novelnya ke-3, “Edensor”.

Tentu saja, untuk bisa menikmati perjalanan yang nantinya akan menghasilkan karya tulis menarik (artikel/buku/novel), dibutuhkan sejumlah persiapan teknis: bagaimana baiknya memulai perjalanan, bagaimana membuat rencana anggaran, amankah cewek backpacking sendirian, dan berbagai tips seputar backpacking yang akan disampaikan oleh Fatimah Zahra. Ima, demikian ia dipanggil, kandidat M.Phill dari Leeds University – United Kingdom ini memang gemar travelling. Sebelum mendapat beasiswa kuliah di Inggris, ia sudah keliling Indonesia. Begitu kuliah di Inggris, ia tak melewatkan kesempatan menjelajah Eropa selama 3 minggu, sendiri pula!

Berminat bergabung dengan obrolan seru kami? Sempatkan bermalam minggu di Jogja pada 1 September 2007 nanti mulai jam 19.05 di Banaran Cafe, Kampus LPP Lt. Dasar, Jl. Urip Sumoharjo 100 – Yogyakarta. GRATIS, tak akan dipungut bayaran. Sebaliknya secangkir kopi dan teh akan menemani peserta obrolan. Oh ya, bahkan kami menyediakan 100 suvenir cantik untuk 100 pengunjung pertama. Belum lagi ditambah doorprize buku dari Andrea Hirata dan Penerbit Bentang serta tak ketinggalan oleh-oleh/suvenir imut yang dibawa Fatima Zahra dari Inggris.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa berkomunikasi via e-mail: regoljogja@yahoo.com atau melongok situsnya di http://regoljogja.com, telpon 0274-374006, boleh juga ke ponsel saya (pratita – 0811258438), dan bila perlu menyinggahi kantor kami di Jl. Langenarjan Kidul 13-A Yogyakarta.

Blog Entry[Bag. III] Backpacking rame-rame: Mandi di Bath?Aug 16, '07 3:54 PM
for everyone
Jam 9 kita semua mulai mengumpulkan nyawa lagi. Riuh rendah kesibukan kita pagi itu. Ada yang mandi, ada yang menyiapkan sarapan dadar telur dan indomie ala kadarnya plus menghangatkan sisa menu tadi malam. Masing-masing mengurus dirinya sendiri-sendiri. Jam 11 akhirnya kita semua siap menapakkan kaki keluar 'hostel' Kang Dedy.

Kalau tadi malam transportasi kita dari bus station ke rumah Kang Dedy adalah taxi, maka hari ini kita disarankan tuan rumah untuk membeli South West Day Rider pass. Artinya dengan tiket ini kita bisa menjelajah dengan moda bus antar kota, termasuk ke Bath yang berjarak 13 miles dari Bristol.

Menuju kota 'Mandi'

Finally, aku mengunjungi Bath lagi. Bath dikenal sebagai jantung the World Heritage site di UK. Tak hanya karena umur kotanya yang sangat-sangat tua, tapi juga dikarenakan kota ini adalah satu-satunya kota di Inggris yang memiliki peninggalan pemandian air panas alami [di musim bersalju sekalipun], makanya kotanya disebut sebagai kota 'mandi-mandi', karena penduduk kuno nya pada masa itu memaksimalkan penggunaan sumber mata air panas tersebut dengan membangun pemandian-pemandian umum nan megah. Kota ini juga memiliki kuil/temple pemujaan bagi Dewi Sulis Minerva yang dibangun oleh bangsa Celtic yang didalamnya terdapat great Roman Baths [kolam pemandian air panas tadi].

Konon pemandian air panas ini sudah dibangun sejak 43 tahun sebelum masehi oleh bangsa Romawi! So, kebayang kan tuanya seperti apa!

 I love Bath very much! This city is really really recommended by me if you have a plan to go to UK, indeed! Kotanya compact, seharian dikelilingi juga selesai, tapi sangat-sangat tua dan mengesankan! Sisa-sisa arsitektur bergaya Romawi kuno terlihat dimana-mana memanjakan mata.

Sekitar medio November tahun lalu aku sudah kesini bersama suami dalam rangkaian backpacking kami keliling selatan Inggris, cuma saat itu sudah mulai autumn dan dingin, jadi kami sepakat untuk menghabiskan waktu kami yang cuma 4 jam disana untuk masuk ke dalam great Roman Baths demi menikmati sejarah dan wujud asli si kolam pemandian air panas tersebut. Dan sungguh ajaib, airnya benar-benar panas padahal saat itu suhu udara diluar sudah mencapai 8 derajat celcius. [Kapan-kapan deh kuceritakan tersendiri lebih detil kesan-kesanku soal Roman Bath ini].

Dengan riang rombongan kami pagi itu yang terdiri dari Izzaq-London, Teh Yeyen-Bradford, Tya-Warwick, Munif-Leeds, Faqih-Birmingham dan tentu saja aku, melangkah menuju bus stop, kita akan menuju bus station terlebih dahulu. Dengan menunjukkan student card dan membayar 5 pounds 20 pence kita berhak mengelilingi South West Sommerset county, termasuk Bath ini. Jadi kita gak perlu lagi beli tiket berkali-kali dan tentu saja ini jauh lebih hemat dibandingkan kita beli tiket baru setiap saat. Tiket seperti ini memang didesain untuk turis dan local people yang tinggal jauh dari pusat kota. Kalau di Leeds biasa disebut sebagai West Yorkshire Dayrider.

Mau mandi di [Bath spa] 'mandi spa' ???

Tak sampai 30 menit, kami sampai di Bath! Horey! Yang pertama dilakukan tentu saja mengambil peta kecil di bus station. Dari pintu belakang bus station, kami langsung menyeberang jalan dan ternyata langsung sampai di Thermae Bath spa nya! Ini adalah fasilitas pemandian air panas modern yang sumber airnya dialirkan langsung dari Roman Baths.

Iseng-iseng aku nanya, kalau mau mandi di kolamnya ini kudu bayar berapa ya??? Si petugas bilang,

"The spa session's price is begin from 20 pounds per hour!"

"Ooooh...!" sambil senyum manis tak berdaya...!

Berarti ada yang lebih mahal dari itu kan, misalnya kita mau berendam di kolam hangat sekitar 3 jam, berarti...? hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiy! Cabut ah! Walau konon kabarnya air panas ini berkhasiat mengobati aneka penyakit, tetap saja  kantung kami akan 'sakit'.
***

Kami berenam pun mulai asik photo-photo. Syukur aku sudah kesini duluan, jadi aku bisa senang hati menjadikan diri sebagai photographer dadakan. Teman-teman pun tanpa diminta riang gembira berpose di tempat-tempat menarik dan strategis.

Tak lama kami sampai di situs paling terkenal, great Roman Baths. Sayangnya biaya masuknya cukup mahal walaupun menggunakan student card, 8.75 pounds. Seluruh anggota rombongan memutuskan untuk sekedar berphoto-photo diluar dan memilih mengeksplor kota Bath saja. Dari pihakku tentu saja gak keberatan sama sekali, karena aku sendiri sudah pernah masuk kedalam great Roman Baths.

Di depan Bath Abbey church yang menjulang raksasa disisi pintu masuk great Roman Baths, kami sempat bernarsis ria, walau to be honest, ini masih tahap pemanasan. Saat menggila bersama belum datang! hihihihi...

Mulai menggila!!!

Tak lama, rombongan kami menemukan taman yang sangat cantik. Namanya juga cantik; the Parade Garden. Taman ini menghampar rapi dan asri di lembah bukit-bukit Bath dan persis bersisian dengan sungai yang mengelilingi kota Bath! Subhanallah, indah!!! Eiiiiiiiiiiiiiit, bayar dulu baru masuk, only 50 pence by showing your student card! Tumben, biasanya park di Inggris selalu gratisan, tapi gak papa, cantik banget emang tamannya ini!!!

Disinilah juga ide gila dan isengku mencuat. Gimana kalau kita berphoto ala ABG itu? Rebahan di rumput hijau, kepala-kepala saling didempetkan dan memakai kacamata hitam! Hasilnya, sungguh kocak! Hihihihihi...

Puas bergaya ABG, termasuk ala ikan duyung kembar, hihihihi... ide gila lainnya mampir di kepala kami, gimana kalau para cowok ikutan topless sebagaimana bule-bule disekeliling kami... Aiiiiiiiiiiiiiiiiiiiih! Ternyata ada dua orang yang bersedia menjadikan dirinya sebagai model! Semangat 45 langsung buka baju dan kaos oblongnya, hahahahaha!

Sumpah aku ngakak pas memphoto dua makhluk ini, soalnya yang satu hitam keling dan yang satu lagi kurus menjulang, hihihihihi... Siapakah dua orang ini? Eng ing eng, mereka adalah...................................., ah! Gak jadi aja, aku udah disogok tutup mulut soalnya. Jadi maaf pemirsa, photo topless nya gak bisa ditayangkan disini, hihihihi... Silahkan bayangkan saja sendiri. <--- ternyata si empunya photo bersedia dipajang photonya! Dasar NARSIS tingkat tinggi *ketawa guling-guling deh sekarang* ^_^

Oh iya, di taman ini aku sempat asik memotret orang yang baru saja selesai menikah. Mereka berjejer rapi di tangga taman, menyiapkan diri untuk diphoto sang photographer pro. Sepertinya mereka adalah keluarga besar kedua belah pihak mempelai. Gaun putih anggun mempelai perempuan menambah aura romantis suasana kota Bath. Jadi pingin post wedding juga euy sama si Kakak, hihihi...

Kelar berphoto aneka gaya dan menikmati ratusan ikan besar dan kecil mirip ikan gabus yang berenang riang bermandi matahari summer di sungai Bath, kami gegas menuju objek berikutnya, the Circus park dan the Royal Crescent, apartemen tua bergaya Georgian yang dibangun abad ke 18. Dari taman cantik kami kembali ke great Roman Baths, membeli sedikit souvenir dan satu potong roti baquette dengan filling tuna mayo, lezat! Dimakan sambil berjalan pelan-pelan menanjak lurus ke atas.  Kami berjalan menanjak ini sekitar setengah kilometer. Cukup ngos-ngosan juga euy!

Sampai diatas, gak kecewa sama sekali kok. Kami melewati taman berbentuk lingkaran bernama Circus park, mengaso sambil menghabiskan lunch kami, lalu bergerak naik sedikit ke arah kiri, kita akan langsung melihat bangunan The Royal Crescent yang sangat cantik, membentuk bulan sabit dan mengelilingi hamparan hijau rumput yang menghadap ke kota Bath dibawahnya. Terbayang asiknya orang-orang yang tinggal di apartemen tua bersejarah ini, bangun di pagi hari sambil membuka gorden kamar dan menikmati indahnya seantero kota Bath yang berkontur turun naik dan menghasilkan irama keindahan bagi mata dan jiwa.

Jadi merenung...

Kesimpulanku, kota Bath ini pandai sekali menata diri mereka, tak hanya melestarikan bangunan pra sejarahnya, tapi juga menyediakan taman-taman anggun untuk tempat mengaso para turis yang kelelahan menikmati bangunan-bangunan tuanya. Yang ada, kita semakin betah berlama-lama duduk-duduk di tamannya dan menhabiskan penny-penny kita untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga. Tak lupa juga membeli souvenirs! Tentu saja turis yang puas dan kembali datang adalah sumber income kota yang luar biasa! What a brilliant idea!

Fenomena semacam ini, kusebut sebagai daya jual dalam turisme; kota-kota yang tertata rapi, taman yang cantik dan bersih, akses yang mudah dan teraturnya sarana dan prasarana menjadikan Inggris sebagai salah satu tujuan utama turis mancanegara. Jujur saja, aku seringkali takjub dengan kota-kota kecil- kalau tidak malah bisa disebut sebagai desa- di utara Inggris yang sebenarnya tidak punya apa-apa, tapi mereka 'sanggup menjual' diri mereka dan menarik turis domestik dan mancanegara karena kekuatan daya jual tersebut!!!

Sementara Indonesia yang punya kekayaan alam luar biasa dan indah, begitu begitu saja di mata turis domestik apalagi internasional, karena ketidak-seriusan kita dalam 'menjual keindahan alami' tersebut. Hiks, jadi sedih... [Duh, maaf, tulisan ini jadi ngelantur kemana-mana].

Puas photo-photo, bahkan ada satu teman yang sempat tertidur segala karena kami menunggu anggota rombongan yang membeli air minum dan ke kamar mandi, kami memutuskan mengakhiri Bath city tour hari ini dan menuju Bath station kembali, going back to Bristol! Senja nanti sesampai di Bristol kami akan langsung menyaksikan the International Balloon Fiesta, tujuan utama backpacking kali ini! Lelah so pasti, but it's worthed to be enjoyed!!!

Blog Entry[Bag. II] Backpacking rame-rame: BristolAug 15, '07 5:49 AM
for everyone
Ketinggalan bus!
[Friday night, 10th August '07]

Ada insiden kecil sebelum kami bertiga naik bus. Izzaq anggota rombongan dari London belum sampai juga di coach station! Konon dia masih ada meeting dengan Pak Riza Sihbudi Atdikbud nya KBRI. Wah, alamat terpisah nih. Kita bertiga cemas, soalnya tinggal 10 menit lagi bus kami berangkat! National Express sangat-sangat tepat waktu. Jarang delayed, bahkan kadang-kadang berangkat lebih cepat 5-10 menit kalau jumlah penumpang sudah lengkap!

Sekarang tinggal berdoa, mudahan Izzaq segera sampai!

Akhirnya driver duduk manis di kursi kemudi dan mulai menyalakan mesin. Duh, Izzaq ketinggalan nih! Alamat beli tiket baru dong! Padahal yang ada ini kan funfare ticket alias tiket murah meriah yang dibeli sebulan lampau demi mengejar harga super miring. Sistem tiketnya hangus kalau kita telat!

Setelah bus kami berjalan meninggalkan coach station, hp teh Yeyen berdering, Izzaq ternyata bisa naik bus berikutnya di jam yang sama walau busnya telat berangkat 10 menit daripada kami. Rupanya ada beberapa bus yang diberangkatkan bersamaan menuju Bristol! Wow, you're lucky Zaq! Alhamdulillah...

National Express kami melaju membelah kota London menuju Bristol. Kami bertiga terkantuk-kantuk dalam ayunan bus. Namun yang namanya aku dan Teh Yeyen mah, biar ngantuk ngobrol jalan terus, walau kita duduknya gak sebelahan loh, hihihi... National Express yang kami naiki kali ini padat dan gak menyisakan satupun bangku untuk duduk dua orang. Walhasil aku dan teh Yeyen sama-sama duduk didekat aisle bus.

Sepertinya semua orang berlomba menuju Bristol, karena mau menikmati International Balloon Fiesta yang diadakan setiap tahun. Kami pun sama-sama excited, terutama aku. Soalnya sudah sejak 2004 aku ingin sekali ke Bristol untuk menyaksikan diterbangkannya ratusan balon raksasa ke udara! Setelah menunggu tiga tahun, impianku insyaAllah bakal terwujud juga akhirnya, Alhamdulillah.

Narsis tersalurkan!

Setelah dua jam duduk nyaman dalam bus, driver mengumumkan bahwa kami sudah sampai di Bristol. Akhirnya...! Aku dan teh Yeyen saling melemparkan senyum lebar. We've just arrived now!

Turun dari bus sudah sekitar jam 9.30 an malam dan tak lama kami mendaratkan pantat di kursi tunggu, seorang laki-laki berwajah asia menghampiri kami. Ternyata Faqih dari Birmingham! Sip, anggota rombongan kami menjadi 5 orang malam ini :-) Tambah seru niy!

Setelah mengisi perut dengan sisa bekal yang dibawa dan mencicipi pangsit enak buatan Teh Yeyen, telpon-telponan sama tuan rumah kita yang bersedia menjadikan rumahnya sebagai hostel kami, lalu tanya alamat dan ancer-ancer menuju kesana.

Oke, yuk keluar. Sampai diluar kita terpana! Eh, taxi nya lucu-lucu dan bagus. Gak kaya di Leeds. Munif langsung ambil inisiatif,

"Yuk photo-photo yuk!"

Hahahaha, belum apa-apa jiwa narsisnya sudah minta disalurkan.

"Tapi..., ntar taxi kita keburu diambil orang loh!"

"Udah gak papa"

Akhirnya aku, Izzaq, Faqih, Teh Yeyen dan Munif mengambil posisi siap diphoto. Yang moto siapa??? Ya gantian, hihihihi :-)

Hasilnya, karena keasikan photo-photo, tiga taxi di taxi stand [tempat khusus menunggu taxi] meninggalkan kami karena diambil oleh orang lain.

Aku gak bisa membayangkan kehebohan esok hari bersama rombongan narsis ini, ck ck ck!

Our great 'hostel'

Tak sampai 15 menit, taxi kami sampai di 'hostel' Kang Dedy. Asiiiiiiiiikkkkkkkkkkk, bisa masak-masak dan angetin sisa-sisa bekal. Makan, mandi dan bobo!

Oh iya, yang bukain pintu kita bukan Kang Dedy sang tuan rumah loh! Tapi housemate nya, brother dari Nigeria. Ternyata dia moslem yang sangat ramah, walau rumahnya kemasukan gerombolan ribut dan narsis! Duh, semakin hommy saja rasanya.

Rencana segera tidur tinggal rencana! Yang ada kami ngobrol-ngobrol. Mengurai kekakuan dan mengikat silaturrahim perlahan...

Atur-atur tempat tidur juga. Soalnya cuma ada satu kamar. Seperti biasa, para cowok mengalah, bersedia tidur di ruang makan tumpang tindih dan kami ditempatkan di ruang tamu yang merangkap jadi kamar tidur Kang Dedy.

Syukran ya Kang, sudah bersedia menjadi host backpacking kali ini, Alhamdulillah.

Anggota rombongan bertambah!

"Tok tok..."

"Eh, Kang Dedy tuh sama Tya!"

Aku jadi deg-degan nih. Soalnya aku belum mengenal Tya dari Warwick dan kenal kang Dedy pun hanya selintasan saja, sewaktu Kyai Kanjeng manggung di Leeds University dan dia datang. Juga ketemu sesaat di acara Indofest Nottingham beberapa bulan lalu. But I do believe, Cheveningers [sebutan bagi fellows penerima beasiswa Chevening-British scholarship] pasti asik anak-anaknya, kan para mahasiswa yang cerdas otak dan hatinya. Cheveningers yang pada baca ini dilarang ge-er ya :-)

Kita salaman. Tya ternyata anaknya asik kok. Dan ternyata niy pemirsa, dia menyukai sesuatu yang sumpah, juga kesukaanku!!! *toss dung Say* Apakah itu? Nanti ya edisi berikutnya...

Kalau Kang Dedy mah, jangan ditanya, tuan rumah yang mantap!!! Gimana gak mantap, kita dibawain ayam goreng berkantung-kantung! Kita kan pasukan doyan makan semua, huehehehe. Duh, yummy banget dah acara dinner keroyokannya. Guyub banget rasanya, Alhamdulillah ^_^

Malam ini anggota rombongan backpacking kami total menjadi 7 orang, wuih! Bakal seru niy!!!
***

Going to Bath!
[bukan mau mandi loh, tapi ini nama kota tua Romawi kuno]. Silahkan dijenguk halaman berikutnya ^__^

Blog Entry[Bag. I] Backpacking rame-rame: LondonAug 14, '07 10:37 AM
for everyone
Whuah! Sudah sejak Kamis minggu lalu gak buka MP. Kangen juga euy! Apa kabar semua??? Mudahan selalu dalam kasih cintaNya.

Traveling lagi, 4 hari 3 malam!

Aku baru kembali lagi ke Leeds kemarin malam. Capek, pasti. Senang, lebih pasti lagi :-) Kemana saja kah aku? Tepatnya kami. Kok kami? Iya, kali ini aku backpack rame-rame dengan teman-teman Chevening award's fellows yang terdiri dari Munif van Leeds, Teh Yeyen Ros van Bradford, Faqih van Birmingham, Tia van Warwick, Mba Iim van Birmingham dan suami beliau tercinta Mas Shiro van Oxford dan si bontot adik Izzaq van London dan tentu saja tuan rumah baik hati dan suhu photography Kang Dedy van Bristol! Total jendral kita bersembilan semuanya! Seruw abizzzzzzzzzzzzzzzzz! Dan yang pasti NARSIS semuwaaaaaaah! Kecuali yang bikin jurnal ini, soalnya sibuk motretin orang-orang siy, huhuhuhu T__T

Haduh, acara backpacking kali ini benar-benar beda karena rame-rame itu tadi! Biasa kan aku jalan sendirian or paling banter bareng suami tercinta, kali ini heboh dan padat merayap dengan rute panjang London-Bristol-Bath-Cardiff-Stonehenge-Salisbury-Bristol-London sebagai berikut:

1st day, going to London
[Friday, 10th of August '07].

Berangkat dari rumah jam 7.15 pagi, jalan cepat dan Alhamdulillah sampai bus station sekitar jam 7.45. Nyempet-nyempetin ke open market, pingin beli buah untuk teman ngemil di jalan tapi ditolak mentah2 sama pedagangnya dengan alasan masih kepagian. Hihihihi, ada gitu ya pedagang nolak rejeki, ck ck ck, dasar British!

Gagal beli buah, langsung loncat ke coach station dan nelpon Munif, soale doi gak keliatan sama sekali. Sempat bikin aku deg-degan dengan bilang kalo dia masih di atas bus! Gubrak! Kan 10 menit lagi berangkat! Kalo ditinggal bus gimana? Wong print tiketku ada di dia, hiks...

Dasar Munif! Ternyata dia udah nyampe sebenarnya, cuma ngerjain aku aja, huh!


Jam 8 on time, bus kami berangkat! We're heading to London first! Biasa, biar murah, kan ambil fun fare ticket :-)

Alhamdulillah kami sampai di London sekitar jam 12.30 an, cukup tepat waktu sesuai jadwal walau jelang weekend dan musim holiday! Oke, let's go enjoying the summer holiday!

Green Park, Buckingham Palace, Westminster Abbey dan Big Ben

London panas bukan main! Ck ck ck! Setelah cipika cipiki dengan tetehku yang ayu-Teh Yeyen, petualangan pun dimulai.

London gak banyak berubah ternyata..., walau sudah 10 bulan lebih gak menjejakkan kaki ke ibu kota Inggris ini. Entah kenapa aku gak begitu mood jalan kali ini, soalnya panas banget dan perutku lapar, huhuhu... belum sarapan siy. Untungnya bawa bekal cukup lengkap, buka warung deh di Green Park yang gak jauh dari Buckingham Palace :-)

Sambil makan sambil liatin orang-orang topless! Hihihi, kalo orang asik berjemur merayakan sinar matahari berlimpah, kita bertiga malah cari pohon besar untuk bernaung. Kelar makan, mulai melangkah santai ke arah Buckingham Palace. Mencoba mencari objek photo yang beda dari biasa, sampe ngintip-ngintip pagar gitu deh :-)

Puas jeprat jepret di Buckingham palace kita berjalan pelan ke arah James Park walo sebenarnya niat awal mo ke Kensington Palace, Teh Yeyen mo liat istananya Lady Di, sayangnya kita bingung nyari bus stop nya, huhuhuhu...

Nyasar-nyasar gak keru-keruan karena tak satupun dari kita megang peta (ampun deh, backpacker gak modal banget!), akhirnya kita malah menyasarkan diri ke Westminster Abbey! Itu loh, salah satu situs penyimpanan benda rahasianya Da Vinci Code! Asik!!! Soalnya aku selalu gak sempat kesini setiap kali ke London. Sayangnya pas mo jelajah situs si Da Vinci Code ini, udah keburu mo ditutup! Ah tanggung! Kapan-kapan aja deh :-)

Disamping Westminster Abbey, jalan sekitar beberapa meter, kita udah sampe bagian belakang Parliament House dan sempat tanya-tanya dan ngobrol sama polisi penjaga gedung pejabat satu ini. Well, as usual, walau kita cuma tanya-tanya bagaimana cara menuju Kensington Palace itu-padahal aku udah pernah kesitu sodara-sodara, tapi lupa, ihiks!-si pak polisi menjawab dengan ramah banget. Aku nyempetin minta izin moto dia juga, hihihi...



Okeh, lanjut! Karena batal ke Kensington Palace nya Lady Di, kita mutusin mendekat ke arah Big Ben dan London Eye. Biasa, mo motret-motret lagi. Nyampe sana rasanya gak bisa bergerak lagi! Manusia tumpah ruah! Dengan segala warna kulit, gaya dan bahasa! Benar-benar deh! Sepertinya kapanpun London Eye, Big Ben dan Parliament House adalah trio, which are the most visited by the tourists!

Obrol-obrol bertiga, keknya kita kudu balek niy ke coach station, sudah jam lima sore dan belum sholat! Kudu wudhu dan siap-siap menuju Bristol!
***
Silahkan baca bagian kedua di halaman berikutnya ^_^


Blog EntryA long journey episode: Behind the scene!Aug 23, '05 5:32 AM
for everyone

3 August 2005

 

Sehari sebelumnya aku dikagetkan dengan email yang tak sengaja terbaca dan ternyata dari Interrail company:

 

Dear Ms Fatimah,

 

Please can you contact the Ticketing Dept on 08708 302 001 as a matter of urgency regarding your Interail order.

 

We have tried to call you on your contact number several times today but we have been unable to talk to you or to leave a message.

 

 We look forward in hearing from you

 

 Regards

 

Paula Tanser

 

Operations Desk

Ticketing Department

Rail Europe Limited

 

Duh, apalagi nih, ada-ada saja fikirku! Mereka bilang sudah berkali-kali contact aku? Tapi kenapa tak ada nada panggil ataupun miscalled di mobile ku yah? Akhirnya kucoba menghubungi kantor mereka malam itu juga, namun apa daya tak ada yang mengangkatnya karena jam kantor memang sudah berakhir. Tak habis akal, kucoba menghubungi costumer service yang online 24 jam, namun lagi-lagi mereka pun tak bisa membantu dan menyarankan aku untuk menelpon Ticketing Department keesokan hari, huuuuh!

 

Pagi ini aku bangun dengan perasaan capek menggunung, karena tadi malam pun tidur ku sangat kurang (jam 3 dinihari baru  berangkat tidur setelah packing dll). Sehabis sarapan, kubergegas menelpon kembali ticketing department. Sempat terjadi ketakpahaman suara nona di seberang sana, dia tidak mengerti masalah apa yang sedang kuhadapi sampai akhirnya aku menyebutkan nama Paula Tanser dan kukatakan aku ingin bicara dengannya segera karena sangat urgent.

 

Si nona ini akhirnya faham bahwa akulah si Fatimah yang membeli Interrail pass dan akan berangkat hari ini ke Manchester airport! Tuhan, sekian menit dihabiskan hanya untuk menerangkan siapa aku, ck ck, alamat membengkak tagihan HP ku bulan ini L

 

Setelah dia berkomunikasi dengan si Paula (mereka tidak mau menyerahkan pembicaraan ku langsung ke Paula, tapi si Nona inilah yang menjadi mediator), si Nona menjelaskan kalau aku harus mengembalikan Interrail pass ku secepat mungkin dan mereka akan mengganti dengan Interrail yang baru! Karena telah terjadi kesalahan penulisan umurku. Semestinya dengan harga yang kubayar sebanyak 215 poundsterling itu adalah untuk over 26, tapi yang tertulis di Interrail pass ku adalah under 26. Aku bilang, mungkinkah jika pass ku ini kuganti sendiri? Dia bilang jangan sekali-kali melakukannya, aku akan dianggap memalsukan data!

 

Yang bisa dilakukan adalah mengembalikan pass ini, diperbaiki oleh mereka, dikirimkan lagi oleh mereka dan tiba di Leeds dua hari kemudian. Gila apa jika aku harus menuruti prosedur yang mereka minta ini! Flightku dari Manchester saja akan bertolak sore ini, shit!!! Oh God, jelas tidak mungkin dong!

 

Setelah ku terdiam sesaat, kupaksa si Nona ini untuk mencari solusi lain yang lebih reasonable! Lagi-lagi dia bicara dengan bos nya dan tagihan HP ku dipaksa membengkak bulan ini karena terpakai untuk menunggu kelambatan administrasi khas orang Inggris ini L

 

Sekian menit berlalu dan terdengar hallo di seberang sana. Dia bilang, bisakah aku pergi ke kantor mereka di London central sekarang juga dan penggantian ticket akan diproses disana! Waduuuuuuuuuh! Ini usulan stupid yang tambah tidak masuk akal, Leeds-London jarak tempuh dengan bis selama 4 jam, bolak balik  seenggak-enggaknya menghabiskan waktu 10 jam dan tiba di Manchester jam berapa? Tengah malam? Jelas saja aku sudah ketinggalan pesawatku yang akan bertolak jam 6 sore ini!

 

Kunyatakan penolakanku sambil berfikir keras, mencoba menemukan solusi lain! Si nona ini bersuara lagi, dia bilang aku bisa pergi ke STA travel yang ada di Manchester University dan membeli pass yang baru disana! Oh no! Langsung kutolak dengan tegas, kubilang aku sudah membeli National Express yang funfare, dimana jadwal bus nya sendiri sudah kupilih dan sangat mepet satu sama lainnya karena memang aku hanya akan transfer antar station tanpa perlu keluar sama sekali!

 

Aku sempat terfikir, bagaimana kalau cuek saja dengan keterangan umur yang under 26 itu, toch aku sudah membayar sesuai umur aslinya yang over 26 years old! Setelah kuutarakan dengan si Nona ini, dia menyatakan kekhawatirannya jika sewaktu-waktu di salah satu kota yang kusinggahi, ada pemeriksaan yang sangat jeli atas ticket dan passport ku, dan jika mereka menemukan kejanggalan ini, urusan hukum akan menjadi sangat panjang! Aduuuuuuuuuuh…, jelang keberangkatanku yang niatnya mau liburan begini, kenapa ada ‘musibah’ begini ya L Kutarik nafas dalam-dalam dan istighfar berulang kali!

 

Aha...! I’ve got the idea! Kenapa aku tidak membeli pass baru di STA travel yang dekat sekali dengan Coach station yang artinya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui!

 

Akhirnya ada kesepakatan diantara kami, aku akan mengirimkan ticket dari mereka secepatnya supaya proses refund bisa segera dilakukan, sembari hari ini juga aku langsung membeli Interrail pass baru di STA travel Leeds, sebelum bus ku berangkat pukul 13:30 PM siang ini!

 

Pembicaraan kami akhiri setelah si Nona ini berkali-kali meminta maaf atas keteledoran mereka yang sangat fatal dan aku pun dua kali menyampaikan rasa kecewaku atas kekeliruan administrasi mereka yang mempersulitku!

 

Begitu telpon kututup, aku terduduk lemas di ujung ranjang, bingung karena masih beberapa planning lagi harus kuselesaikan pagi ini juga, sementara jam sudah menunjukkan pukul 10:30. Tuhan, aku hanya punya waktu 3 jam untuk ke STA travel, ke Money changer, ke Landlady membayar uang sewa rumah bulanan dan ke post office mengirimkan kembali Interrail pas di tangan untuk proses refund! Bisakah kuselesaikan semua dalam waktu tiga jam sebelum bus ku bertolak ke Manchester???

 

Kutarik lagi nafas dalam-dalam sambil istighfar, karena paniknya hati dan otakku atas masalah administrasi yang muncul sehari jelang keberangkatanku. Aku lemas dan sempat kebingungan, bagaimana menghandle semuanya in few hours??? Diam dan istighfar menenangkan diri sekian menit…, akhirnya pencerahan muncul!

 

Aha! Di saat seperti inilah aku membutuhkan bantuan orang lain alias pendelegasian tugas. Aku langsung mendatangi Mba Ningrum di kamar atas, menjelaskan kondisiku dan memintanya untuk membantuku membayarkan uang kos ke Landlady kami plus mengirimkan interrail pass ku esok hari. Alhamdulillah Mba Ningrum mengerti kondisiku dan bersedia membantu, ku tersenyum lega sambil menyerahkan uang rent house nya dan uang pengiriman refund ticketku, sekali lagi Alhamdulillah.

 

Jam sebelas tepat kubergegas meninggalkan rumah beriringan dengan Fely yang juga akan berangkat kerja. Tiba di City centre kuselesaikan semua urusanku dengan STA travel dan money changer, Alhamdulillah semua selesai sebelum jam 1 siang.

 

Tepat pukul 13:30 coach ku berangkat menuju Manchester central coach station, Chorlton Street, Greater Manchester dan tiba tepat pukul 14:35.

 

Aku lega, masalah-masalahku terselesaikan sampai disini, J tentu berkat bantuan orang lain (journal ini kudedikasikan untukmu Mba Ning sayang!).

Seiring lega yang muncul, aku teringat kalau sarapanku pagi tadi hanyalah teh hangat dan sepotong roti, perutku bunyi minta diisi J Untungnya aku sempat membawa bekal untuk lunch ku, Rendang daging sapi dan oseng-oseng udang sawi putih. Bismillah..., kumulai suapan pertamaku dengan lahap, Alhamdulillah!

 

Tak terasa 25 menit berlalu dan bus ku pun siap berangkat sekarang (15:00) menuju Manchester Airport, The Station, Greater Manchester dan akan tiba pukul 15:20

 

Perut kenyang mata pun mengantuk, tapi tak usahlah tidur Ima, karena perjalanan hanya 20 menit saja! Akhirnya kusibukkan diri dengan melihat-lihat flight ticket ku:

 
Flight details
Date: Wed 3 Aug 2005
Flight: LS949
Depart: Manchester Terminal 1 17:35
Arrive: Amsterdam 20:00
 
PS.
Ada masalah teknis yang mengganggu (tulisan jadi memanjang ke kanan, kenapa ya?), 
kuputuskan memindahkan sambungan kesini!)
 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help