Imazahra's posts with tag: america
Link: http://merlyna.multiply.com/journal/item/251Ini juga tak kalah menariknya dengan tulisan Kang Deni. Di jurnal ini Prof. Merlyna -yang juga MP-er loh, penting gak siy? hahaha- menceritakan diskusi yang sangat menarik yang terjadi antara beliau dengan mahasiswa-mahasiswanya yang American Native tentang Cyber-fundamentalism. Tentu saja perbincangan dalam kuliahnya tak terlepas dari diskusi tentang film FITNA nya Geert Wilders yang lagi heboh-hebohnya dibahas di seluruh penjuru dunia. Silahkan dijenguk kalau teman-teman sangat ingin tahu seperti apa reaksi mahasiswa America atas film FITNA? Sama kah seperti yang ditakutkan oleh MENKOMINFO dan 'big bosnya' tersebut???Oh ya, tulisannya dua seri ya: Diskusinya ada di SINI-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- My note: Reaksi seseorang terhadap film FITNA sangat tergantung pada latar belakang hidup dan pengalaman-pengalaman yang sudah dicerapnya. Juga cara berfikir seseorang dalam memandang sesuatu. Memang dialog yang terbangun antara Prof. Mer dengan mahasiswanya bukanlah representasi keseluruhan penduduk America, tapi setidak-tidaknya itu merupakan random sample yang membuktikan, bahwa apapun latar belakang agama dan pendidikan seseorang, sepanjang dia menggunakan nalar kritis, dia tidak akan serta merta memakan mentah-mentah seluruh propaganda yang dibuat oleh Geert Wilders!
Travelogue tanggal 25 June 2006 -----------------------------------------------
Bangun tidur dengan rasa malas yang menggunung dan pikiran menggantung, "... akan kemana aku hari ini?"
Selesai Shubuh-an aku 'tewas' lagi, di kasur nyaman milik dua buah hati Mba Dwi, dewi penyelamatku kemarin malam. Makasih ya Winona dan Amarellia, tante dibolehkan menginap beberapa hari di kamar kalian berdua, hiks..., jadi terharu.
Jam 8 an kamarku diketuk Mas Oscar, suami Mba Dwitra, duh jadi malu! Aku molor sampai hari terang. Mas Oscar memintaku sarapan dan ternyata Mba Dwi bikin nasi goreng yummy, hmmm..., lezat!
Pagi itu aku ditanya rencana travellingku, kujawab masih blank dan belum tau mau kemana... mungkin ke Smithsonian museum saja, karena sejak seminggu lalu belum sempat curi waktu kesana :-(
Selesai sarapan, aku malah asik ngobrol ngalor ngidhul dengan Mas Oscar dan Mba Dwi, ke ragam topik dan isu, menyenangkan! Tak terasa jam bergulir ke angka 1, aku beranjak mandi dan siap pergi.
Akhirnya diputuskan nebeng Mba Dwi yang nyetir sampe Rosslyn, setelah itu petualangan harus dilakukan sendiri, karena sangat gak mungkin ngerepotin orang untuk minta diantar kemana-mana, sementara Reston, Virginia - Washington, DC taklah sekedip mata! ***
Aku sudah dalam Metro. Wuih, subway nya DC beda banget dengan Inggris yang terowongan bawah tanahnya kecil-kecil, tua, ramping tapi bersih. Terowongan subwaynya DC adalah kebalikannya, besaaaaaaaar sekali, baru dan berasa dalam mesin ruang angkasa!
Dari Rosslyn station jalur orange, aku harus berganti Metro jalur biru ke arah Largo-Town Center. Ada enam titik perhentian sebelum aku sampai di Smithsonian Museum. Hhhh, cukup deg-degan niy, karena ini pengalaman pertama kalinya naik Metro sendirian. Seminggu penuh sebelumnya, aku selalu jalan bareng-bareng anak-anak Indonesia yang hobby ngelayap di sela-sela waktu istirahat. *** Lega rasanya begitu naik ke permukaan kota. Menit-menit sebelumnya adalah suasana tegang dibawah perut bumi, mendengar bunyi mesin metro yang dikemudi secara otomatis, meliuk-liuk bagai ular di enam titik perhentian dibawah tanah. Sensasinya aneh sekaligus mengasyikkan! I always enjoyed my first experience travelling alone, anywhere!
Langit bersih dan biru sekali, karena baru saja disapu hujan. Ah..., hirup udaranya nyaman! Aku mulai menyapu pandang, mencoba membaca situasi baru, karena aku belum pernah kesini sebelumnya! Dimana yah komplek Smithsonian museum itu???
Tengok kiri tengok kanan, lalu akhirnya memutuskan bertanya pada sepasang kekasih ramah, mereka bilang aku tinggal jalan kedepan sedikit, lalu belok kiri dan lurus saja sekitar 10 menitan, sesudah itu Smithsonian museum membentang di segala penjuru! *** Waaaaaaaaaaaaaaaaaaah...! Smithsonian Museum ternyata besar sekali, tak akan cukup sehari menjelajah semuanya, huhuhuhuhu *pecinta museum mulai bersedih*
Keputusan harus segera diambil, aku harus memilih salah satunya, karena aku tak suka sekedar lewat dan nampang sesaat dalam si digital camera! Setelah bingung sesaat mau memasuki yang mana diantara 12 museum bertetangga, kuputuskan memilih si National Museum of Natural History. Kata si Teteh, museum ini asik punya!
Wow, sampai didalam, aku terkagum-kagum! Museum ini sama bagusnya dengan Natural History yang kunikmati di London. Sama besarnya keliatannya! Walau agak sedikit berbeda dalam mengemas benda-benda bersejarahnya. Pertama kali aku masuk ke binatang purba kala. Hm, jauh lebih menarik yang di UK menurutku :-)
Lalu aku beralih ke bagian the Human Connection. Wawawaw..., bagian ini sangat menarik hatiku! Sepertinya dua jam lebih kuhabiskan disini, it is really wonderful to know about the history of your ancestors, isn't it?!!! Apalagi menyaksikan sendiri bekas-bekas sejarah yang tertinggal sejak 10 ribu tahun lampau!
Menengok jam, whuaaa! Aku harus berpindah niy, otherwise aku gak bakalan bisa discover semuanya! Oke, aku mulai beranjak ke Gem and Minerals!
Oh Tuhan, disudut-sudut ini aku banyak terpana! Indaaaaaaaaaaaaaaah sekali! Batu-batuan alam yang dahsyat keindahan, keunikan dan mahal harganya dipamerkan disini.
Ada berlian segede pentol jarum sampai sebesar orang!!! Belum batu-batu mulia lainnya! Sebut saja Ruby, Aqua, Zircone, Saphire dkk. Langsung berkilau-kilau mataku begitu masuk ke ruangan Carmen Lucia Ruby, Mineral Sciences Collections dan the Splendor of Diamonds.
Sayang amat disayang, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore, aku harus segera pulang, walau museum nya sendiri baru akan tutup jam 7.30 nanti. Aku khawatir dengan Mba Dwi yang bakal menungguku di Rosslyn sana. Mana sampai sesore ini aku gagal terus berkomunikasi dengan dia melalui sms-sms that always failed to be sent! Huh.... *** Keluar dari museum, ternyata hujan turun rintik-rintik. Tengok kiri tengok kanan, eh! Di sebelah kiri pintu keluar museum ternyata Capitol Hill berdiri anggun! Wah, jadi tertarik mendekat kesana dan memotretnya dalam mendung dan senja.
Baru berjalan beberapa langkah dan sedikit memotret, hujan jatuh ke bumi dengan derasnya!!! Huhuhu, camera ku harus diselamatkan. Cari tempat berteduh. Tak jauh dari museum, ada banyak tenda putih tersebar tanpa penghuni. Keliatannya tenda-tenda itu akan digunakan untuk pameran atau yang sejenisnya. Satu tenda terlihat kosong dan terbuka, tak ada seorang pun disana! Kufikir tak ada salahnya berteduh disana sejenak.
Hujan belum juga reda dan aku mulai kedinginan, tak membawa jacket. Tak lama, seseorang berumur 55an mendekat dan ikut berteduh. Kami saling diam, tapi saling tatap. Tak nyaman dalam hening, kusapa dia, "Where are you going sir?"
"Going nowhere... I am just from here, I just began my exercise, but suddenly it's raining" he turned his head and smiled to me!
Hatiku jadi hangat dan obrolan kita berlanjut. Hal-hal yang ringan saja, tentang siapa aku, apa yang sedang kulakukan dan mau kemana aku pergi. Karena aku orang asing disini, aku pun tak begitu berani membuka diri, bercerita tentang banyak hal.
Tapi ternyata dia tau banyak hal tentang Indonesia, hey, it's interesting to begin our discussion. Akhirnya topic pembicaraan beralih hingga ke isu kesetaraan, western and eastern, tolerancy dan cultural exchange! Wuih, si Bapak pengetahuannya luas...
30 menit berlalu, hujan deras berhenti, tinggal rintik. Aku rasa kami harus berpisah disini, ke tujuan masing-masing. Kuutarakan niatku dan dia mengangguk. Beriringan kami melangkah ke arah Smithsonian station, lalu dengan halus dia berbisik,
"You know, I just accompanied you when I crossed you by. I saw somebody ran and sat behind you without your notice when you were just stopover there! I think he is a dangerous homeless!"
"..."
"I was afraid any harmful thing could be happen to you!, that's why..."
"..."
"How come you know that the man will do something dangerous to me...?"
"I am a retired police man in this area, I knew every single spot in here... just turn out your head and you'll see him"
"..." I just speechless for a while at that moment, so touchy!
"Thanks alot Sam! You already saved and protected me" I smiled widely to him.
*** Adegan selanjutnya bisa ditebak! Sebelum berpisah kami bertukar alamat dan berjanji akan saling keep in touch setelah kukembali ke UK.
Begitu Sam menjauh, kepalaku refleks memutar ke arah tenda tempat kami berteduh sore itu. Benar, Sam gak bohong, disana duduk dalam diam seorang kulit hitam, dikelilingi botol-botol kosong...
Di DC, ibu kota America aku belajar lagi tentang kasih sayang dan kepedulian diluar batas agama, warna kulit dan teritori bangsa! *** Senja semakin luruh, aku masuk lagi ke dalam perut ular bernama metro trail, berhenti di orange line Rosslyn lagi. Menunggu Mba Dwi 45 menitan, lalu dia datang berpayung dalam hujan, menjemputku.
Terima kasih memfasilitasi petualanganku hari ini Mba sayang! ***
Bersambung...   
 Dulu sekali aku gak pernah membayangkan, bakal menjejakkan kaki ke berbagai negara dengan mudah, murah bahkan gratis!!! Anggapan kanakku terpeta di otak; Jalan jalan ke luar negeri adalah hak dan kemewahan yang hanya dimiliki orang yang teramat sangat kaya, terutama yang 'dekat' dengan ORBA (Orde Baru), huehehe,no offense please :-)
Tapiiiiii, namanya mimpi tetap dipelihara dong! Sebab di setiap remeh temeh mimpi, ada malaikat tentara Tuhan yang melihat *mungkin turut mendoakan mimpi kanakku* dan semangat yang menggumpal dari dari hari ke hari. Ini keyakinanku, hingga kini.
Alhamdulillah, satu persatu mewujud. Perlahan tapi pasti, seiring persangkaan baik kita pada Sang Pengasih. Dia pernah bertutur dalam hadits Qudsi; "Aku berdasar persangkaan hambaKu". Hadits Qudsi ini kuingat dan kutanam dalam benakku, melumpur dan menumbuh bersama do'a do'a...
Subhanallah..., 10 negara sudah kugenapkan, dan InsyaAllah tanggal 16 June ini akan segera bertambah.
Rencananya, tepat pukul 10.30 pagi, aku akan bertolak dari Leeds Bradford Airport menuju Washington DC, dengan nomor penerbangan 4859 BMI menuju Heathrow, London lalu disambung dengan penerbangan bernomor 925, Boeing 777. Diperkirakan mendarat di Washington DC sekitar jam 7 malam di 17 June 2006.
Kali ini aku berkesempatan menjenguk America karena akan mengikuti training "Leadership for Social Justice" di National Shrine of The Immaculate Conception 400 Michigan Ave, NE, Washington, DC. Selama seminggu insyaAllah aku akan ada disana. (Ada MP-ers yang di DC gak yah?)
Sisanya...? Travelling ala backpacker lagi dong Namanya juga mahasiswa dengan beasiswa terbatas tapi bersemangat bebas *grin*
Siapa mau ikuuuuuuuuuuuut???? Huehehe, maksudku, siapa yang mau ketemuan sama aku ya di setiap kota yang ingin kujelajah??? Syukur-syukur ada yang bersedia menampung musafir 'papa' ini. Mohon tanggapannya disini atau please PM saya ya...
Kali ini musafir kelana ingin taklukkan America, sampai tanggal 5 July insyaAllah! Mohon bantuannya ya Teman-teman, terutama MP-ers America tercinta!
Jujur aku agak-agak takut sebenarnya, karena Amerika pasti berbeda sama sekali dengan Europe?!!! Iya gak sih? Hiiiiiy, agak bergidik niy, jalan sendirian insyaAllah.Suami belum bisa terlibat karena pekerjaannya, namun restunya kudapat.
O iya, konsep travelling kali ini agak-agak nekat, tanpa itenerary rapi seperti backpacking keliling Europe setahun lampau. Seiring waktu, gaya travellingku boleh dibilang menjadi gaya travelling Ian Wright dari Globe Trekker, dia bilang;
"If you spend too much time thinking about it, then you miss it! Things come. Keep looking, meet different people, and exchange ideas. There is no rule."
"The first step is in your head. So don't think about it, buy a flight ticket tomorrow and then worry about it on the plane. This is the hardest step."
Bagiku, travelling menjadi sangat wild and interesting justru karena spontanitas yang mengalir menggelegak di site yang sedang kita tuju dan disaat kita datangi. Didalamnya ada aroma petualangan yang kental, memenuhi haus jiwa avounturir ku :-)
So, untuk memuaskan jiwa bertualang ini, aku putuskan menjajal tiket terusan USA rail pass milik Amtrak. Selain alasan murah, aku ingin menikmati perjalanan itu sendiri. Kuberharap, di train sendiri aku bakalan ketemu teman-teman baru yang asik seperti tahun lalu
Tentu saja, route perjalananku harus kubuat seefektif mungkin dan tidak zigzag, untuk menghemat waktu. Walau tak menutup kemungkinan kalau akhirnya terpaksa menggunakan plane mengingat Amerika is so gigantic!
Ps:
-
Photo diatas adalah jalur USA Rail Pass.
-
Kalau teman-teman MP-ers Amerika tak keberatan, mohon pm saya nomor telpon or mobile yang bisa saya hubungi, terima kasih. Untuk yang sudah bersedia ketemuan dan menjadi tuan rumah, saya sangat-sangat berterima kasih. Ketemuan kita pasti serrrrrrrru!
-
Hayyo, Mp-ers yg bukan di Amrik yg dari tadi pada ngintip jurnal ini, boleh kasih masukan juga loh! Aku soalnya 'buta' sama sekali soal Amrik niy :-( 
| |